Langit Senja

Langit Senja
Dilema Orang Tua


__ADS_3

Setelah berbagai usaha perdamaian yang Baskara lakukan pada putrinya, akhirnya Anna mau berdamai dan kembali memeluknya.


Meski gadis kecil yang biasanya cerewet itu hanya sedikit berbicara ketika mereka mulai makan malam.


Makan malam mereka tak seramai biasanya. Tidak ada perdebatan dan tawa dari putra putri mereka. Terlebih kedua orang tua Baskara juga tengah bertugas dirumah sakit dan tidak pulang. Menambah sepi makan malam mereka.


"Kai nggak mau sekolah bareng Anna mom." ucap Kaisar tiba-tiba ketika mereka tengah makan malam. Memecah suasana hening yang gagal Senja dan Baskara pecah sebelumnya.


"Lho.. Kenapa?" tanya Senja lembut. Kedua anaknya memang masuk ke taman kanak-kanak bersama. Bahkan dikelas yang sama. Tak peduli Kaisar lebih muda usianya dibanding dengan Anna.


Senja pikir, itu bagus untuk keduanya agar lebih cepat beradaptasi karena sudah ada yang mereka kenal dekat didalam kelas. Tak pernah terpikir dikemudian hari putranya akan melakukan penolakan.


Padahal Senja juga sudah mendaftarkan keduanya masuk di SD yang sama dan tentunya dikelas yang sama pula.


"Kai nggak punya teman, mom. Anna nggak bolehin Kai main dengan yang lain. Kai hanya boleh main dengan Anna." pria kecil yang pipinya masih tembam dengan wajah kanak-kanaknya itu mengerucutkan bibirnya. Mengadukan kakaknya.


"Anna nggak suka mom. Teman Kai nakal. Anna takut Kai dinakalin." sanggah Anna tidak terima dengan aduan adiknya. Merasa ia berbuat yang terbaik untuk Kaisar.


Tapi baik Senja dan Baskara yang sudah hafal dengan sikap posesif putrinya tentu tidak percaya begitu saja. Karena apa yang di katakan putra mereka lebih masuk akal mengingat bagaimana Anna.


"Tapi mommy sudah daftarkan Kai masuk SD bareng Anna, sayang." Senja membelai kepala putranya lembut.


"Nanti juga kalau Anna sudah banyak temannya, Anna main sendiri." timpal Baskara.


"Sekarang juga Anna banyak temannya. Tapi malah Kai yang main dengan anak perempuan." Kaisar mencebik karena keinginannya tidak dituruti kedua orang tuanya yang selalu memanjakan kakaknya itu.


Sedangkan gadis yang tengah mereka bicarakan hanya menekuk wajahnya masam dan melanjutkan makan malamnya.


"Terus Kai mau sekolah ditempat lain? atau sekolah SD tahun depan aja?"


Sebenarnya Kaisar memiliki otak yang cerdas diatas anak-anak seusianya. Kaisar cukup mampu bahkan tak jarang ia yang membantu Anna belajar.


Kecerdasannya sudah terlihat sebelum memasuki bangku sekolah. Untuk itu Senja tak ragu menyekolahkan Kaisar di tahun yang sama dengan Anna.

__ADS_1


"Anna nggak mau!" seru Anna dengan berdiri dari duduknya. Kedua mata nya memerah menahan tangis. Menolak keputusan ibunya yang berusaha memberi Kaisar pilihan lain untuk tidak sekolah dengannya.


"Kalau Kai nggak sekolah bareng Anna, Anna nggak mau sekolah!" setelah mengucapkan itu, Anna berlari memasuki kamarnya. Menyisakan Baskara dan Senja yang dilanda rasa bingung harus bagaimana agar mereka tetap adil untuk putra putrinya. Tidak memihak salah satu agar tidak mengecilkan hati yang lain.


Kaisar menunduk. Ia tidak suka Anna yang selalu melarangnya bermain dengan teman laki-laki. Tapi Kaisar juga selalu merasa tidak tega jika saudara perempuannya bersedih. Membuatnya memilih untuk mengalah dan menuruti apa yang Anna inginkan.


***


Anna mengunci dirinya dikamar dan tidak memperbolehkan siapa pun untuk masuk. Termasuk Baskara.


Beruntung kamar anak-anaknya dipasang kamera pengawas yang hanya bisa diakses oleh Senja dan Baskara. Sehingga mereka bisa memastikan jika Anna tidak berbuat hal-hal yang membahayakan.


Putri kecil mereka hanya menangis dan tertidur setelah kelelahan. Membuat hati kedua orang tua itu ikut teriris melihatnya.


"Padahal aku udah pesan paket bulan madu buat kita." ucap Baskara ketika ia dan sang istri sudah bersiap untuk mengistirahatkan tubuh mereka setelah memastikan kedua anak mereka tertidur.


"Bulan madu kemana, mas?" tanya Senja. Pasalnya suaminya itu tidak pernah menyinggung masalah bulan madu.


"Adalah." jawab Baskara dengan nada kecewa. "Niatnya mau buat kejutan kan. Eh malah Anna lagi sensitif begitu."


"Lagian aku juga masih sibuk mas." masih banyak yang harus Senja kerjakan untuk perusahaan kecilnya.


"Aku juga tahu, sayang." Baskara bawa kepala istrinya untuk tidur berbantalkan lengannya dan memeluknya hangat. "Aku juga bikin jadwalnya kalau kamu udah nggak sibuk-sibuk amat."


Tapi sepertinya akan sulit untuk mewujudkan keinginannya untuk menyenangkan sang istri dengan berbulan madu yang belum sempat mereka lakukan setelah pernikahan mereka yang sudah akan memasuki usia satu windu.


Keduanya terdiam tanpa bisa memejamkan mata. Banyak hal yang keduanya pikirkan. Baik pekerjaan maupun anak-anak mereka.


"Jadi menurut mas, Kai harus gimana?" tanya Senja setelah beberapa saat hanya hening.


"Kita terlalu manjain Anna, nggak sih ayy? kenapa Anna jadi keras kepala begitu?"


Senja mengangguk. Merasakan hal yang sama dengan sang suami.

__ADS_1


Sejak tahu ia hamil Kaisar, Senja selalu menuruti apa pun yang Anna inginkan. Berusaha memberikan yang terbaik untuk putri kecilnya sebagai upayanya menebus rasa bersalah karena memberikan Anna adik diusianya yang masih sangat memerlukan banyak perhatian.


Tak pernah ia sangka, jika suatu hari nanti ia akan mendapatkan tuah dengan perlakuan mereka pada putri kecilnya. Membangun sikap keras kepala dan egois pada diri putri mereka yang terbiasa mendapatkan apa yang di inginkan.


"Kasihan Kai. Tapi gimana kita nanganin Anna?" gumam Senja. "Kamu bujukin dong mas. Kan dia paling dekat sama kamu."


"Nanti aku coba. Atau kita bisa buat Anna sama Kai beda kelas. Jangan langsung drastis dengan mengirim Kai sekolah disekolah lain, ayy."


"Pelan-pelan aja. Dengan mereka beda kelas. Punya kegiatan masing-masing tapi masih bisa merasakan kehadiran satu sama lain."


Sekali lagi Senja mengangguk setuju. Jika mereka terlalu keras dengan menjauhkan keduanya, bukan hal yang tidak mungkin hal itu bisa membuat Anna syok.


"Nanti aku minta saran mama juga deh, mas. Harus gimana."


"Kalau bisa keahlinya aja langsung. Ke psikolog anak."


Ya. Senja akan lebih meluangkan waktunya untuk anak-anak dan berusaha membuat Anna tidak begitu bergantung pada kehadiran Kaisar disisinya.


Walau bagaimana pun mereka akan tumbuh dewasa dan bukan hal baik jika Anna masih bersikap demikian pada Kaisar. Apa lagi mereka berbeda jenis kelamin. Tidak baik bagi Kaisar jika harus terus bermain dengan anak perempuan dan tidak bisa bermain dengan anak laki-laki pada semestinya.


Senja memijat dahinya. Ternyata banyak pekerjaan rumah yang harus ia selesaikan.


Ia kira sudah cukup meluangkan waktu untuk anak-anak dan suaminya. Ternyata waktunya masih kurang banyak untuk mereka.


*


*


*


Semampuku ya gaes.. Nggak bisa janjiin apa pun untuk sekarang..


Saranghae buat kalian yang setia menunggu ❤

__ADS_1




__ADS_2