Langit Senja

Langit Senja
Bab 28


__ADS_3

Di dalam mobil, terjadi keheningan. Baik Senja maupun Alya tidak ada yang membuka suara. Bukan karena mereka bertengkar ya, tapi karena mereka terfokus pada pikiran masing masing.


Alya menoleh sekilas kearah Senja, terlihat wanita itu menatap ke arah trotoar dari balik kaca mobil dengan tatapan kosongnya.


"Senja." Panggil Alya. Namun tidak ada jawaban. Alya menghela napas pelan. Ia akan biarkan sahabatnya terlarut pada pikirannya sendiri. Nanti jika sudah sampai rumah dia akan bicara. Ya, Senja tadi meminta Alya untuk pulang ke rumah gadis itu lebih dulu. Dia ingin berbicara pada ayah dari sahabatnya itu.


Sementara di perusahaan WILLIAM COMPANY, setelah penyeretan wanita yang katanya mantan kekasih dari seorang Langit itu, kini tinggal lah Dylan dan Langit.


"Bagaimana wanita itu bisa masuk? Bukannya gue udah bilang, perketat penjagaan di kantor." Ucap Langit dengan nada dinginnya. Kemarahan masih bersarang dalam dirinya. Membuat Dylan bergidik ngeri.


"Sorry Ngit, gue juga nggak tau, tadi gue rapat bareng sekertaris lo. Saat gue keluar tau tau tuh uler udah masuk aja ke ruangan lo." Jelas Dylan. Pria itu ikut duduk di sofa sebelah Langit yang tengah memijat pangkal hidungnya.


"Perketat penjagaan." Perintah Langit yang sepertinya tidak bisa di bantah. Membuat Dylan mengangguk patuh.


Pria itu lalu meraih ponselnya yang berada di saku jasnya untuk menghubungi seseorang. Namun, baru saja Dylan menghidupkan ponselnya, terdapat notifikasi chat dari Jhony. Oh, dia lupa, rupanya ponselnya masih di silent. Pantas saja tidak terdengar ada pesan.


Dylan membuka chat dari Jhony yang rupanya sebuah video berdurasi cukup panjang. Dylan lalu membuka video itu. Dalam video itu terlihat Senja yang sedang berbicara dengan seorang laki laki yang....


Sepertinya dia pernah melihatnya. Tapi siapa dan di mana ya? Dylan mematikan video itu dan menatap lekat wajah laki laki itu. Ah ya, dia baru ingat kalau laki laki itu sama dengan laki laki yang ia temui di depan gerbang sekolah saat dia mencari Alya. Ya, setelah Langit meminta untuk mengirim orang untuk mengawasi Daniel agar tidak mengganggu Senja lagi, Dylan lanhsung mengirim seseorang untuk mengawasi Daniel.


"Langit, lihat deh." Dylan menepuk paha Langit tapi tatapannya masih ke arah ponselnya.


"Apa sih Lan, jangan bicara yang nggak penting. Gue lagi pusing." Decak Langit. Sepertinya pria ini memang sedang tidak ingin di ganggu.


"Lihat dulu ini video Senja dan..."


Belum juga Dylan selesai bicara, Langit sudah lebih dulu menyambar ponsel yang ada di tangan Dylan.


"Brengsek!" Umpat Langit dengan wajah marahnya. Dylan yang tadi dengan santai memainkan tab nya di buat terkejut dengan umpatan Langit yang terdengar cukup keras.

__ADS_1


"Kenapa lo Ngit?" Tanya Dylan. Bisa bisanya sahabatnya ini mengumpat tidak jelas, itulah yang Dylan fikir kan.


"Lihat, video macam apa yang kalian kirim hah? Kalian mau kasih tau gue tentang perselingkuhan mereka?" Dengan geram Langit hampir saja membanting ponsel Dylan. Untung saja Dylan bisa menahannya.


"Sebelum lo marah, lo baca dulu tuh pesan di bawah video. Suruh tonton sampai selesai dodol." Kini giliran Dylan yang mengumpat karena merasa jengkel dengan Langit yang sangat tidak sabaran. "Kalau lo nggak sabar mending lo skip aja deh." Lanjutnya. Namun Langit tidak memperdulikannya, lebih baik dia menonton full saja lah.


Tiba tiba dia tersenyum saat dalam video itu dia mendengar kalau senja mengakui dirinya sebagai suaminya dan mencintainya. Meski di sana Senja tidak menyebut namanya, tapi dia tahu kalau kalau yang di maksud istrinya itu adalah dia. Iya lah, siapa lagi? Kan emang Langit suaminya.


Dylan yang melihat ekspresi Langit berubah ubah hanya geleng geleng kepala.


"Dasar, kayak cewek lagi nonton Drakor lo Ngit. Kadang marah, kadang sedih, dan sekarang malah senyum senyum sendiri." Gerutu Dylan, tapi tidak di hiraukan oleh Langit. Pria itu masih fokus menonton video kiriman dari Jhony.


Ya, video itu adalah hasil pantauan anak buah yang Jhony perintahkan untuk mengawasi Daniel. Dan video itu adalah video pertemuan Daniel dan Senja di parkiran rumah sakit tadi.


Kembali ke Langit dan Dylan


Tiba tiba terkejut saat melihat Senja yang mengeluarkan sebuah kertas dan di berikan nya pada seorang laki laki yang berdiri di hadapannya, Langit tidak tahu itu kertas apa. Tapi yang Langit lihat itu seperti hasil pemeriksaan dari rumah sakit. Langit terus melihat dan mendengar dengan seksama apa yang di bicarakan istrinya dengan laki laki yang tidak lain adalah Daniel itu.


Langit kembali di buat terkejut saat mendengar apa yang di katakan Senja dalam video itu. Hamil? Hamil anak dari suaminya? Itu artinya Senja sedang mengandung anaknya kan? Oh, betapa bahagianya hati Langit saat mendengarnya.


Dylan yang tadinya kembali bermain tab itu pun terkejut mendengar pengakuan Senja.


"What?! Senja hamil?" Teriak Dylan.


Langit yang kini sedang tersenyum senyum sendiri mengangguk menjawab pertanyaan dari Dylan. "Gue bakal jadi Ayah Lan, gue bahagia banget. Istri gue hamil Lan."


Dylan masih fokus dengan video yang selalu dia ulang ulang dengan ucapan Senja yang hamil anak dari suaminya itu.


"Gue mau pulang sekarang Lan, gue garus temuin istri gue sekarang. Gue udah nggak sabar buat elus perut Senja yang di dalamnya ada anak gue." Ucap Langit dengan penuh kebahagiaan. Ia langsung bangkit dari duduknya untuk segera pulang ke mansion.

__ADS_1


Namun, baru saja Langit berdiri, Dylan sudah menghentikannya. "Lo yakin Ngit, Senja juga akan bahagia kayak yang lo rasain ini?"


Kening Langit berkerut mendengar apa yang di tanyakan oleh sahabat sekaligus asisten pribadinya itu. "Maksud lo apa ngomong kayak gitu Lan? Lo tadi denger kan kalau Senja bilang cinta sama gue, itu artinya dia juga pasti bahagia mengandung anak gue." Ucap Langit dengan menggebu, ia tidak terima kalau Dylan mengatakan jika Senja tidak bahagia mengandung anaknya.


Dylan mengangguk anggukkan kepalanya. "Iya, gue tahu, Senja pasti bahagia mengandung anak dari orang yang dia cinta. Tapi, apa lo nggak mikir akan ketakutannya? Dia pasti akan takut saat lihat lo Ngit, dia pasti takut jika lo tau kalau dia sedang hamil anak lo dan lo akan menggugurkan kandungannya. Lo nggak lupa kan sama ucapan lo waktu itu?" Peringat Dylan, membuat Langit kembali terduduk lesu di samping Dylan. Pria itu membenarkan apa yang di katakan Dylan. Langit sangat menyesal telah mengatakan hal itu. Sekarang apa yang harus dia lakukan? Dia takut Senja akan benar benar menggugurkan kandungannya. Dia sangat takut akan kehilangan Senja nya juga bayi nya. Ya Tuhan, pikiran Langit benar benar buntu saat ini.


Pria itu mengacak rambutnya frustasi. "Gue takut Lan kalau Senja benar benar melakukan apa yang gue mau waktu itu." Keluh Langit.


"Saran gue, lo temui dia. Dan buang gengsi lo yang segede gajah itu. Ungkapin perasaan lo ke dia, jangan lagi tutup tutupi apa pun." Nasehat Dylan yang di angguki oleh Langit. Benar yang di katakan Dylan, dia tidak perlu lagi membesarkan gengsinya. Dia akan katakan segalanya pada Senja nya sebelum terlambat.


"Kalau gitu gue balik sekarang, gue mau temuin dia sekarang." Ucap Langit yang di angguki oleh Dylan. Pria itu kembali bangkit dari duduknya dan berjalan keluar ruangannya. Namun, belum dia sampai ke pintu, pintu sudah di ketuk dari luar.


Ceklek


"Ada apa?" Tanya Langit pada Sekertaris nya. Pria itu kembali menunjukkan wajah datarnya.


"Maaf Tuan, meeting akan segera di mulai 10 menit lagi." Peringat Mila.


"Batalkan, saya ada keperluan yang lebih penting." Perintah Langit.


"Maaf Tuan, Tuan Kai datang dari beijing langsung kemari. Beliau sudah ada di ruang meeting." Beri tahu Mila lagi.


"Kalau gitu kamu sama Dylan saja yang menggantikan saya."


"Tapi beliau katanya ingin bertemu langsung dengan Anda Tuan."


Langit menghembuskan nafasnya kasar. Selalu saja seperti ini saat dia ingin segera menemui Senja. Tapi tidak, ini adalah yang terakhir. Lain kali dia akan mengutamakan istrinya meski perusahaan taruhannya. Dia tidak akan perduli akan hal itu. Menurutnya sekarang Senja adalah prioritas utamanya. Langit pun berjalan ke ruangan dimana Tuan Kai berada.


Bersambung...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


HAPPY READING


__ADS_2