Love Story Queen Athena

Love Story Queen Athena
bab 10


__ADS_3

"Tuan…!”


“Bagaimana?”


“Kami hanya menemukan ini, Tuan.”


Orang itu meletakan sebuah belati kecil dan bunga mawar biru di atas meja depan Kenzo dan Kaisar.


Deg


Baru melihat bunga mawar biru itu Kenzo dan Kaisar langsung mengenali tanda itu. Itu adalah yang biasa di tinggalkan oleh Athena jika sedang habis melakukan sesuatu.


“Dimana kalian menemukan bunga itu?”


Suara di belakang sana membuat Kaisar dan Kenzo berbalik menatap ke asal suara ternyata Alisya.


“Baby..?”


“Jawab! Dimana kalian menemukan bunga itu?” tanya Alisya lagi yang menatap tajam penjaga di depannya itu.


“Itu ada di tembok dalam hutan Nyonya,” jawab sang penjaga.


“Pergilah.” Kata Alisya yang menyuruh penjaga itu untuk pergi.


“Permisi Tuan, Tuan muda, Nyonya.”


“Baby kita pasti menemukannya, kamu tenang saja.” Ucap Kenzo yang mendekati istrinya.


“Kalian ikut aku!”


Alisya langsung berjalan ke arah tangga menuju lantai 2 di ikuti dengan Kaisar dan Kenzo di belakangnya. Sampai di dalam kamar yang menjadi tempat tidur sang Putri. Alisya langsung berjalan ke arah Walk in close sedangkan kedua pria di belakangnya itu hanya bisa mengikuti.


“Baby kenapa kita kesini?” Kenzo bertanya kepada sang istri saat mereka sampai di depan sebuah lemari besar.


“Kalian akan tahu nanti.” Kata Alisya datar.


Alisya dengan gerakan pelan membuka lemari itu. Setelah lemari terbuka langsung mengeluarkan semua isi dari lemari. Kenzo yang melihat itu tentu bingung dengan apa yang akan dilakukan oleh sang istri tapi memilih diam.


Setelah mengeluarkan beberapa lembar pakaian terlihatlah sebuah tombol di belakang lemari itu. Alisya hanya diam menekan tombol itu hingga tiba-tiba terbuka membentuk sebuah pintu.


“I…ini..,”


“Kita masuk saja kalian akan tahu nanti.” Potong Alisya yang langsung masuk ke dalam di ikuti Kenzo dan Kaisar.


“Mom, sebenarnya ini ruangan a-pa? kenapa sampai ada di dalam kamar Athena?”

__ADS_1


Kaisar yang sudah tidak lagi bisa menahan rasa penasarannya langsung bertanya.


“Open The Door” Ucap Alisya pada pintu.


“Selamat datang Queen!”


“Masukan kata sandi.”


Alisya tertegun mendengar perintah dari sistem itu. Ia memang tidak pernah masuk ke dalam ruangan ini. Namun, Athena pernah menunjukannya sewaktu gadis itu telah berumur 15 tahun.


Plak


Plak


“Semua ini salah kalian..! Karena sikap egois kalian yang terus mengekannya di bawah kehendak kalian. Lihat, sekarang dia pergi entah kemana.


“Baby kami akan berusaha…,”


“Percuma! Walau kalian kerahkan seluruh tentara mafia kalian itu, kalian tidak akan pernah menemukannya. Kalian lupa jika dia dalam alih menyembunyikan keberadaannya.” Bentak Alisya yang langsung pergi meninggalkan Kaisar dan Kenzo.


Sedangkan di tempatt lain Athena baru saja sampai di tempat tingga barunya yang berupa rumah yang hanya 1 kamar dan 2 kamar mandi dan terdiri dapur serta ruang tamu. Athena sengaja tidak tinggal di apartemen karena jika ia tinggal di tempat seperti itu maka akan merusak rencananya nanti.


“Huhhhh tak apa setidaknya ini cukup nyaman,” guman Athena yang menatap ke sekeliling kamarnya.


Athena mulai mengeluarkan semua pakaiannya dan di simpannya ke dalam lemari yang seadanya yang telah disediakan di dalam rumah itu. Athena lanjut mulai membereskan rumah itu hingga bersih.


Kryukkk


“Hari sudah sore, aku juga lapar. Lebih baik aku keluar sekarang.” guman Athena yang langsung meraih ponsel dan dompetnya.


Di tempat lain terjadi adegan tembak menembak dengan beberapa orang. Salah satunya adalah Xavier dan Dante yang mengalami penyerangan di jalan membuat mereka tak punya pilihan lain selain meladeni mereka.


“Tuan, anggota kita banyak yang tewas.” Bisik Dante kepada Xavier.


Xavier yang mendengar itu hanya berwajah datar namun, matanya melirik anggotanya yang sudah terkapar tak berdaya karena serangan dari musuh.


Dor


Dor


“Sial, mereka telah merencanakan ini semua.” Umpat Xavier yang telah menyadari keadaan jika kini mereka di serang dengan rencana yang matang.


“Bagaimana bantuan kita?” Tanya Xavier dengan membalas serangan musuh. Pop


Dor

__ADS_1


Shhh


"Dante, kau baik-baik saja?" Xavier menatap orang kepercayaannya itu.


"Saya baik-baik saja Tuan, bantuan kita sedang menuju kemari." Jawab Dante.


"Serigala malam ini selalu mencari masalah, hanya karena wakilnya ku bunuh." Desis Xavier dengan menahan amarah.


"Keluar kau Xavier sialan…! Keluar lawan aku, kita tanding disini satu lawan satu." Teriak seorang pria yang berambut gondrong di tengah-tengah pertempuran itu.


"Cih, kau pikir aku akan percaya?" Desis Xavier yang masih berada di tempat.


"Keluar brengsek..!"


Brak


Uhuk uhuk


Pria gondrong itu menatap tajam pria yang telah berani menendang dirinya itu.


"Kenapa kelompokku selalu mencari perkara, apa perlu aku membunuhmu juga?"


"Jangan berharap, aku Yanga kan mencabut nyawamu."


Elio Costanzo pemimpin kelompok mafia Serigala Malam merupakan musuh bebuyutan Xavier. Pria itu selalu mengganggu bahkan mempunyai obsesi untuk melampaui Xavier. Sejak awal kedua kelompok itu tidak pernah akur, keduanya akan terus saling menyerang satu sama lain. Hanya saja jika di perhatikan yang menyerang duluan bukan Mafia Tiger melainkan Serigala malam yang terus menyerang mereka.


“Kita lihat saja.”


Bugh


Krak


Pertarungan satu lawan satu kini terjadi sengit di jalan yang sepi itu. Pukulan dan tendangan terus saling menyerang satu sama lain. Hingga beberapa menit kemudian terlihat Elio yang sudah mulai terpojok.


“Bagaimana? Sudah lihat kualitas dirimu?" Sinis Xavier yang berbalik.


Tanpa Xavier sadari jika Elio telah berdiri menodongkan pistol ke arah punggungnya. Pria itu tentu tidak terima karena dikalahkan oleh Xavier. Oleh karena itu, Elio tidak peduli jika harus membunuh Xavier dengan cara curang sekalipun.


“Mati kau sialan…!” Teriak Elio yang menarik pelatuk pistol di tangannya.


Bugh


Dor


Awwwwwh

__ADS_1


Xavier menoleh ke arah asal suara namun matanya langsung terpaku melihat wanita di depannya itu terluka. Tembakan yang Elio tembakan memang meleset karena Dante memukul pria itu hanya saja karena meleset peluru itu mengenai seorang gadis yang bersepeda.


“Kau.., beraninya..!”


__ADS_2