Love Story Queen Athena

Love Story Queen Athena
bab 68


__ADS_3

SRETT SERETT


Hanya dua kali tebasan kedua kaki pria itu langsung terpotong dengan pahanya. Percikan darah telah menodai wajahnya namun Amora tidak peduli akan hal itu dan terus mencincang tubuh pria itu hinggga nyawanya di cabut secara paksa.


Melihat anak buahnya yang berjatuhan gugur di medang perang membuat kepala pemimpin itu khawatir. Di tatapnya seluruh anak buahnya yang hanya tersisa 5 orang saja dan 6 orang di tambah dengan dirinya.


"MUNDUR...!" teriak sang pemimpin yang langsung berbalik.


"Sayangnya itu tidak akan terjadi," ucap Amora dan Xavier yang bersamaan.


"Dante!"


"A01!"


Dor


Dor


Jleb


Kelima orang itu langsung ambruk dengan nyawa yang menghilang dari badan mereka. Sang pemimpin yang melihat anggotanya hanya bisa mematung dengan menatap Amora dan Xavier yang sedang berjalan ke arah dirinya.


"Tu...,Tuan No...,.Nona ampuni sa...,saya," pria itu seketika berlutut dihadapan Amora dan Xavier.


"Memohon ampunan he?" sinis Xavier yang menatap nyalang orang di depannya itu.


"Tu....Tuan sa...,saya tidak tahu jika...," pria itu tidak bisa melanjutkan perkataannya karena dia juga tidak tahu harus berkata apa sebagai alasan.

__ADS_1


"Jika apa he? Jika aku yang meminta ampunan Apa kalian akan membebaskanku? Tentu saja tidak, selalu untuk apa aku melepaskan seorang b******* sepertimu?"


"Sa...,saya...saya berjanji untuk tidak lagi mengusik anda Tuan," kata pria itu yang berusaha meyakinkan Xavier bawa dia tidak akan mengusik Xavier.


"Kamu pikir aku akan percaya dengan mulut buaya mu itu he? Ingin bermain denganklu rupanya," sinis Xavier dalam hati menatap remeh oprang yang sedang berlutut di depannya itu.


"Baiklah jika begitu pergilah," kata Xavier dengan datar.


"HEY DASAR BODOH! DIAM HAMPIR MEMBNUNUHMU DAN KAMU MALAH MELEPASNYA BEGITU SAJA? APA KAMU BENAR-BENAR TIDAK PUNYA OTAK?" bentak Amora yang menatap kesal Xavier yang melepaslan begitu saja orang yang ingin membunuhnya.


"Tahu gitu tadi aku tidak usah aku tolo...,"


Dor


Amora yang mendengar suara tembakan langsung menoleh ke arah asal tembakan dan menoleh ke depannya. Matanya terbelalak melihat pria yang di lepaskan Xavier tadi telah ambruk dengan bersimpah darah dan kepala yang bagian belakang lubang.


"Dante!"


"Oh asisten Dante, baguslah setidaknya dia tidak bodoh seperti kamu yang melepaskan orang yang ingin membunuhmu." Ucap Amora dengan sinis.


Xavier yang mendengar apa yang di ucapkan AMora langsung terbatuk kecil. Sejak kapan dia melepaskan pria itu? Xavier hanya menyuruh pria itu untuk pergi bukan melepaskannya pikir Xavier yang menatap aneh Amora.


Amora yang sadar jika dirinya sedang di tatap oleh Xavier langsung menoleh ke arah Pria itu.


"Apa liat-liat mau ku congkel matanya?" sinis Amora.


"Ikut aku."

__ADS_1


"Hey turunkan aku!"


Amora memberontak turun dari gendongan Xavier tapi rupanya pria itu tidak berniat melepaskan gendongannya pada Amora. Xavier membawa Amora masuk ke dalam mobilnya dengan mendudukannya di jok depan.


"Dante bawah motor Amora aku akan mengantarnya pulang," titah Xavier yang membuat Amora melototkan matanya.


"NO! JANGAN PERNAH SENTUH BALCK JIKA TIDAK MAKA TANGGUNG SENDIRI AKIBATNYA!"


Deg


Dante yang baru saja ingin menaiki motor itu langsung terdiam di tempat dengan wajah pucat saat mendengar ancaman dari Amora. Dengan kepala yang patah-patah Dante menoleh ke arah Xavier yang sudah berada di dalam mobil.


"Bos aku tidak berani melakukan itu," ucap Dante dengan nada memelas.


Melihat bagaimana brutalnya Amora dalam menyerang musuh membuat Dante takut pada sosok itu.


"Dear menurutlah, biarjkan Dante yang membawa motormu." bujuk Xavier.


"Tidak, jangan ada yang menyentuh milikku tanpa izin jika tidak maka kepala taruhannya."


"AMORA!"


Klik


Xavier mematung melihat pistol di keningnya yang di todongkn oleh Amora padanya.


"Jangan pernah meninggikan suara anda padaku Tuan Xavier Achellio Argantara! Tidak ada yang berani yang membentakku dan anda hanya orang baru yang masuk dalam hidupku apa hak anda membentakku? Kalian hanya orang asing yang singgah dan berada di dekatku bukan orang terdekatku bahkan wanita yang melahirkanku saja tidak pernah membentakku. Jangan membuatku marah sebelum aku porak-porandakan markas kecilmu itu."

__ADS_1


Deg


BRAKK


__ADS_2