Love Story Queen Athena

Love Story Queen Athena
`Bab 106


__ADS_3

"Ji...jika begi..tu ka..kamu harus meninggalkan wanita i...itu Xavi. Ka..kamu harus kembali pada...ku," kata Wanita itu terbata-bata menahan sakit.


"Kamu tak punya hak untuk mengaturku sialan," bentak Xavier.


Selesai membentak wanita yang bernama Cloe itu Xavier langsung menarik Athena yang masih berpura-pura menangis itu itu.


"Ayo kita pergi Dear," kata Xavier dengan lembut menarik Athena melewati Cloe begitu saja.


Saat melewati Cloe tak lupa Athena berbalik menunjukan seringaian penuh kemenangan berbeda dengan saat berada di depan Xavier. Cloe yang melihat itu tentu merasa tak terima hingga langsung berjalan menghampiri Athena menarik tangan Athena hingga terlepas dari pegangan Xavier.


"Wanita mur4h4n si4l4n...!' teriak Cloe yang langsung melayangkan tamparan di wajah mulus Athena.


PLAK


"APA KAMU TIDAK MENEMUKAN PRIA LAIN DI LUAR SANA YANG MASIH LAJANG HINGGA BERANI MEREBUT TUANGAN ORANG? DASAR WANITA MUR4H4N...!" bentak Cloe dengan mata melotot.


"Hik hiks kamu..,"


"CLOE..! WANITA GIL4 BERANINYA KAMU MENYAKITINYA..!"


Xavier yang tak tahan lagi melihat Athena di sakiti langsung mengeluarkan belati yang dia sembunyikan. Athena yang melihat itu tentu saja merasa kaget karena Xavier sepertinya ingin membunuh Clor saat itu juga.


"Dia tidak boleh mati...!" guman Athena.


"Xa...Xavi a..apa yang amu lakukan? Ja...jauhkan pi..pisau itu dariku..!" teriak Cloe panik.


"Hrusnya kamu tahu saya tidak akan pernah main-main dengan siapapun yang berani menyinggungku. Apalagi jika orang itu mengganggu boneka ku," desis Xavier yang langsung mengayunkan tangannya hingga belati itu mengenai lengan Cloe.


Srett


Darah bercucuran dari sayatan yang dilakukan Xavier yang mengenai lengan Cloe. Cloe, wanita itu hanya bisa mundur ketakutan saat melihat Xavier yang benar-benar seperti ingin membunuhnya.

__ADS_1


"Sa...sayang men...jauh aku mohon," isak Cloe yang meminta ampunan kepapada Xavier.


Xaviier yang mendengar itu segera menghentikan langkah akinya lalu tersenyum licik.


"Harusnya kamu tahu aku tidak seperti dia Cloe, aku akan membunuhmu tanpa peduli apa yang...," kalimat Xavier langsung di potong oleh Cloe.


"Xa...Xavi sadar, jika kamu membunuhku maka rahasia mu akan aku bongkar..!" teriak Cloe yang semakin panik.


Athena yang tadinya bergerak untuk menolong Cloe segera berhenti mendadak. Athena ingin mendengar apa yang mereka bicarakan tapi sepertinya mereka mengerti dengan keberadaannya hingga tak bicara.


"Sial sebenarnya rahasiaapa yang mereka maksud? Aku harus mencari tahu dengan cepat." kata Athena dalam hati yang langsung melanjutkan lagi langkahnya.


"Xavier...,"


Xavier yang tadinya berwajah sangar dalam sekejap mata berubah menjadi hangat saat berbalik menatap Athena.


"Ayo kita pergi aku tak apa-apa," ucap Athena dengan lembut.


"Wanita si4l4n berani sekali dia menyakiti boneka ku. Harusnya aku membunuhnya namun tidak mungkin aku membunuh wanita ini di depan Amora," kata Xavier dalam hati.


"Baiklah mari kita pergi," Xavier menggenggam tangan Athena membawanya ke mobil.


"Tunggu...!" seru Athena yang menghentikan langkahnya.


"Ada apa Dear, apa kamu ingin mmbalas wanita itu. Jika ingin maka balaslah aku akan melindungimu," kata Xavier dengan penuh percaya diri.


"Dasar psikopat gila, bisa-bisanya dia membanggakan dirinya sendiri di saat dia baru saja mempertontonkan adegan gilanya," umpat Athena dalam hati.


Athena ingin sekali mencankel kepala pria yang sok kuasa di depannya itu namun Athena sadar diri masih ada hal yang harus segera dia cari. Athena menarik napas dalam-dalam mengatur ekspresi wajahnya agar tak menunjukan wajah marahnya.


"Aku tak ingin membalasnya karena aku tahu amu sudah membalaskanku, aku ahnya ingin bertanya jika au ikut kamu naik mobil lalu bagaimana dengan motorku?" tanya Athena dengan menunjuk motor Hitam merahnya.

__ADS_1


"Nanti anak buahku yang urus, kamu tidak akan marah karena hal ini 'bukan?"


"Baiklah, aku akan menurut apa katamu,'


"Good Dear, aku menyukai kamu yang penurut seperti ini," kata Xavier dengan senyum miring.


"Karena di saat kamu menjadi penurut seperti ini kamu bagaikan boneka cantik Amora. Boneka cantik yang dimana kamu ahnya bawahan aku dan aku adalah Tuanmu," lanjut Xavier dalam hati.


"Dasar pria sinting, gila, kurang waras, pengen aku bunuh nih bajing34n satu," geram Athena dalam hati yang terus mengumpati Xavier.


"Aku tidak marah kok, ayo kita pergi. Aku tidak amu menatap wajah jeleknya," sindir Athena yang tersenyum licik ke arah Cloe.


Athena dan Xavier masuk ke dalam mobil yang langsung di jalankan mobil oleh Dante atas perintah Xavier. Dante hanya menurut menjalankan mobilnya dengan menatap pasangan di belakangnya lewat kaca spion.


"Aneh, Nona Amora sejak kapan menjadi manja dan bersikap lembut seperti itu kepada Bos?Aku harus menyelidiki ini semua," kata Dante dalam hati yang merasa aneh dengan perubahan Athena.


Sedangkan di tempat lain Cloe hanya bisa mengumpat dengan keras saat Xavier benar-benr meninggalkannya di tengah jalan.


Tak


Cloe yang merasakan tepukan pada pundaknya langsung menoleh namun matanya langsung melotot saat melihat orang di depannya itu dengan baik.


Hei..!" sapa orang itu dengan senyum manis.


Salah itu bukan senyum manis akan tetapi seringai dingin yang mampu membuat bulu kuduk Cloe merinding.


"Kau...,"


Bruk


"Terlalu banyak bacot," kesal wanita itu yang langsung mengangkat tubuh Cloe.

__ADS_1


__ADS_2