Love Story Queen Athena

Love Story Queen Athena
bab 46


__ADS_3

"Nona Amora terlihat masuk ke dalam ruangan ini Bos."


"APAA..? Kamu yakin?"" tanya Xavier yang kurang percaya.


"Dari rekaman yang berada di CCTV Nona Amora memang masuk ke dalam ruangan ini, Bos." Jawab Dante dengan tegas.


Xavier yang mendengar itu langsung terdiam sebelum berdiri lalu berjalan menuju ruangan pribadi miliknya. Xavier baru ingat jika Amora sudah memiliki akses masuk ke dalam ruangannya. Rauangan Xavier memang memiliki keamanan yang tinggi yaitu untuk masuk ke dalam maka harus di butuhkan sidik jari dan Xavier sudah memasukan sidik jari Amora sebagai orang yang bisa masuk ke dalam ruangan itu sesuka hati.


Ceklek


Xavier bernapas lega saat melihat Amora yang terbaring di atas ranjangnya yang berada di ruangan itu. Dengan langkah pelan Xavier berjalan menghampiri Amora dengn langkah pelan yang sangat pelan takut membangunkan Amora.


"Dia menangis?" guman Xavier yang melihat jejak air mata di mata Amora.


Seketika itu pula wajah Xavier di penuhi aura kemarahan, tangan pria itu mengepal dengan kuat melihat jika wanita yang dia cintai menangis. Dengan aura kemarahannya Xavier keluar dari ruangan itu.


"Dante sisa orang yang membuat masalah dengan wanitaku! Bawah mereka ke markas." Titah Xavier yang tak ingin di bantah sedikitpun.


"Baik Bos," Dante segera keluar dari ruangan itu dentgan cepat. Dante tahu jika saat ini Sang Bos benar-benar marah.


"Dasar bodoh, orang mana yang membangunkan iblis di dalam diri si Bos? Benar-benar menyerahkan nyawa mereka." Batin Dante dengan kepala yang di geleng-geleng.


Sedangkan disisi lain Xavier kembali masuk ke dalam ruangan pribadi miliknya setelah Dante keluar dari ruangannya.


"Aku akan menyelesaikannya untukmu, Dear. Siapapun yang menyakirtimu akan langsung berhadapan denganku, tak ada yang boleh menyakitimu seujung kuku pun selagi aku masih hidup." Bisik Xavier yang meratakan anak rambut Amora yang berantantakan.


Drettt


Xavier merogoh ponselnya sebelum sebuah senyum miring tercetak jelas di bibir seksinya itu.


"Tidur yang nyenyak, Dear. Aku pergi sebentar, aku akan cepat kembali."


Cup


Setelah mengecup kening Amora segera Xavier keluar dari ruangan pribadi miliknya. Wajah yang hangat dan tatapan yang lembut sektika berubah menjadi tatapan mata yang tajam dan wajah yang datar dan dingin.


"Tuan,"


"Cepat! Aku tidak punya banyak waktu."


Xavier berjalan cepat di ikuti Dante di vbelakangnya. Setelah sampai di parkiran Xavier langsung masuk ke dalam dengan cepat bahkan sampai di jok kemudi.

__ADS_1


"Aku hanya berharap semoga aku masih bernapas saat sampai di tujuan," batin Dante dengan wajah yang miris.


Brummmm


Mobil itu meleset dengan kecepatan di atas rata-rata bahkan Xavier tidak peduli jika harus menerobos lampu merah sekalipun.


Brakk


SAampai ditujuian Xavier memarkirkan sembarang mobionya lalu masuk kedalam markasnya dengan aura suram. Xavier langsung menuju ruangan tahanan yang akan mejadi targetnya.


Xavier menatap sinis seorang wanita yang duduk dengan tangan yang di ikat. Tak lupa kepalanya di tutup dengan sesuatu sehingga wanita itu tidak dapat melihat apapun.


Srekkk


Dengan sekali tarikan pelindung kepala wanita itu langsung terbuka membuat wanita itu bisa melihat dimana dia berada.


"SIALAN, SIAPA YANG..., TUAN XAVIER!" Wanita itu melotot saat melihat Bosnya di kantor berada di tempat itu.


"Tuan, kenapa kita ada disini?' tanya wanita itu dengan suara lemah lembut.


"Kita? Sayangnya hanya anda yang berada disini karena ini adalah temnpatku."


"A..., apa maksud Tu..,Tuan?"


Ctarrrr


AAAAA


"Itu adalah maksud saya!"


Ctarrrr


"Tua...Tuan a...,apa salah saya?"


CTARRRR


"MASIH BERTANYA SETELAH KAMU MEMBUAT WANITAKU MENANGIS?"


Deg


Jantung wanita itu semakin berdebar kuat bahkan sampai bisa di dengar oleh orang lain. Bukan berdebar karena jatuh cinta tapi berdebar karena ketakutan yang mungkin sebentar lagi dia akan mati.

__ADS_1


"Sudah ingat kesalahanmu he..?"


"Maafkan saya Tuan, saya berjanji tidak akan mengganggu Amora lagi."


CTarrrr


"Sayangnya aku tidak peduli."


Xavier tanpa ampun menyiksa wanita itu dengan terus mencambuknya tanpa perduli jika wanita itu terus memohon ampunan. Tak hanya cambukan, Xavier bahkan dengan santai mencabut satu persatu kuku wanita itu dengan paksa membuat wanita itu semakin berteriak kesakitan.


Srettt


Jleb


Jleb


Uhukk uhukkk


Wanita itu memuntakan darah dari mulutnya saat Xavier menusuk perutnya. Sedangkan Xavier hanya tersenyum sinis saat melihat wanita itu sekarat.


"Nikmatilah," bisik Xavier sebelum berdiri menjauh dari wanita itu.


Xavier pergi begitu saja tanpa memperdulikan wanita itu yang sudah sekarat atau masih bisa bertahan hidup. Xavier memang jarang membunuh musuhnya secara langsung dalam artian membunuh mereka. Namun, Xavier hanya memberikan siksaan yang tiada tara dengan sampai sekarat seperti sekarang lalu meninggalkan korbannya. Xavier selalu menyakini jika dirinya bukan Tuhahn oleh karena itu dia hanya akan menyiksa untuk hidup atau matinya korban yang dia siksa maka tergantung keberuntungan orang itu sendiri.


"Bos,"


Xavier yang baru keluar dari ruangan penyiksaan langsung di sambut Dante dan Roy yang merupakan orang kepercayannya setelah Dante.


"Ada apa?" tanya Xavier dengan datar.


Roy mendekat ke arah Xavier lalu membisikkan sesuatu di telinga sang bos. Xavier yang mendengar bisikan dari Roy langsung membuang napas.


"Ke ruanganku segera!" Xavier segera berjalan menuju salah satu ruangan yang berada di pojok sana yang merupakan ruangan miliknya.


"Katakan!" titah Xavier saat mereka bertiga masuk kedalam ruangan itu.


"Tuan Ryuga ingin bertemu dengan Bos malam ini di Bar Xz. Katanya Tuan Ryuga ingin membeli senjata kita, Bos." Ungkap Roy.


Xavier yang mendengar itu langsung mengernyitkan alisnya. Seingatnya selama ini Tuan Ryuga yang di maksud oleh Roy hanya membeli racun atau bahan mentah dari kelompok mereka. Namun, kali ini kenapa pria itu mau membeli senjata padanya..


Walaupun begitu Xavier tetap merasa senang karena Mafia miliknya sudah sekitar 3 tahun bekerja sama dengan kelompok Tuan Ryuga yang merupakan seorang yakuza dari negara jepang.

__ADS_1


"Baiklah, katakan aku akan datang menemuinya malam ini di Bar Xz jam 10 malam." Kata Xavier yang langsung berjalan keluar di ikuti Dante di belakangnya.


__ADS_2