
"****..!" guman Arthena dengan seringai yang dingin.
Athena langsung menarik pegal gas motornya tak lupa juga mengangkat tangannya menunjukkan jari tengah ke arah Xavier yang masih terdiam.
"Amora...,?" guman Xavier menatap pnggung Athena.
"DANTE KEJAR PENGENDARA MOTOR ITU...! CEPAT KEJAR DIA AMOA...!" teriak Xavier dengan suara yang keras dan juga lantang membuat wanita di pangkuan Xavier kaget.
"Sayang...,"
"DIAM...!" bentak Xavier dengan amarah yang menggebu-gebu.
Wanita itu tentu saja meras kaget karena selama ini Xavier tidak pernah berperilaku kasar padanya. Wanita itu menatap Xavier dengan pandangan mata yang berkaca-kaca seperti ingin menangis.
"Xavi kamu membuatku taku takut, kamu membentakku?" tanya wanita itu dengan memasang ekspresi sedigh.
PLAK
Bukannya mendapatkan belaian lembut wanita itu justru mendapatkan tamparan yang sangat keras di pipinya. Saking kerasnya tangan Xavier sampai mencetak di wajah wanita itu. Bahkan bibirnya berdarah karena bibirnya sobek akibat tamparan Xavier.
"Tutup mulutmu dengan rapat jika tidak aku merobeknya j4l4ng," desis Xavier yang menatap nyalang wanita di depannya itu.
Deg
__ADS_1
Wanita itu tertegun karena ucapan kasar dari Xavier. Kenapa dirinya di bentak seperti itu padahal selama ini Xavier memperlakukan dirinya dengan lembut bahkan tak pernah meninggikan suaranya tapi sekarang kenapa Xavier tega melakukannya. Wanita itu ingin sekali bertanya namun melihat wajah datar dan dingin Xavier membuat wanita itu mengurunkan niatnya untuk bertanya.
"Turun..!" desis Xavier yang melototi wanita di pangkuannya menyuruhnya turun.
Wanita itu dengan lambat segera mengangkat tubuhnya untuk turun dari pangkuan Xavier namun tak sengaja terdorong hingga menyentuh sesuatu di bawah Xavier/.
Plak
Bruk
"Dasar j4l4ng," umpat Xavier yang langsung memberi tamparan dan juga mengangkat kasar wanita itu hingga kepalanya terbentur kaca mobil.
Dante yang melihat itu hanya tersenyum miris melihat wanita di depannya itu yang sangat bodoh dan juga hanya bisa menurut.
Sedangkan di depan sana Athena dengan lihat mengendarai motornya sambil memperhatikan mobil yang di tumpangi Xavier. Amora menekan sesuatu di telinganya yang ternyata itu adalah Earphone.
"Bersiap, saatnya pertukaran," perintah Athena langsung membelokan motornya dengan tikungan tajam ke arah kirih lalu muncul motor yang sama seperti di gunakan oleh Athena tetap lurus di depan.
"Saatnya bermain, selamat datang di permainanku ini Tuan Xavier yang terhormat," guman Athena dengan senyum misteriusnya.
Di sisi lain Rey keluar dari ruangan kesehatan setelah berperang di dalam ruangan selama hamopir 2 jam ahny untuk membersihkan luka-luka yang di alami Tara.
"Rey.."
__ADS_1
Rey menoleh saat mendengar ada seseorang yang memanggilnya ternyata itu adalah sang Tuan yaitu Mr X.
"Iya Tuan," Rey segera membungkuk menghadap sang Tuan.
"IKut ke ruanganku..!" Mr X segera berjalan lebih dulu dengan bantuan tongkatnya menuju ruangan kerja miliknya.
Sampai di ruangan Mr X segera membuka ruangan itu lalu duduk di sofa berhadapan langsung dengan Rey yang sepertinya kelelahan mengatur Tara.
"Apa kau lelah?" tanyaMrt X menatap Rey datar.
"Sedikit Tuan," jawab Rey dengan cepat karena sebenarnya dia memang lumayan lelah.
"Lalu abgaimana keadaannya?"
"Parah Tuan,"
"Jelaskan," titah Mr X dengan auara yang dingin dan mendominasi.
"Kaki patah, tangan kiri mata, dan tulang rusuk bagian kiri satu patah dan satu lagi retak. Keadaan Tara saat ini sama seperti anda sebelumnya yaitu koma. Saya menebak jika Nona Athena sengaja melakukannya jika dia ingin membunuh Tara aku yakin dalam 3 kalian serangan bertubi-tubi akan membuat Tara tak selamat. Luka luar memang hanya memar namun luka dalam lebih parah karena Nona Athena menggunakan pukulan tenaga dalam membuat beberapa organ dan tulang Tara tergesek bahkan tulang rusuknya sampai patah, Walau seperti itu saya akan tetap menyimpulkan jika Nona Athena sengaja menahan serangannya agar tidak terlalu kuat," terang Rey dengan panjang kali lebar.
"Sudah ku duga, aku memperingati anak itu tapi dia tetap keras kepala," ucap Mr X dengan dingin.
Mr X tidak tahu harus menanggapi hal ini seperti apa karena memang sangat membingunkan sekali. Di satu sisi dia bangga karena wanitanya yang bukan sembarangan wanita. Namun di sisi lain dia juga merasa sakit karena orang kepercayaannya yang telah terbaring di atas ranjang tak berdaya.
__ADS_1
"Sekarang yang aku takutkan jangan sampai Athena lebih hebar di bandingkan aku,"