
“Aku tidak percaya.”
“Apa aku peduli? Tentu saja, tidak. Orang yang tidak mempercayai cinta adalah orang yang tidak pernah merasakan apa itu cinta. Bisa juga, mungkin mereka tidak tumbuh dalam keluarga yang utuh dan penuh kasih sayang serta cinta. Orang yang tidak mempercayai adanya wanita tulus di dunia ini, mereka adalah pria-pria yang kesepian. Aku rasa Tuan sendiri adalah salah satu pria yang bisa di katakan kesepian.”
Deg
Xavier yang mendengar apa yang dikatakan oleh Amora langsung terdiam kaku tanpa bisa mengeluarkan suara sedikitpun. Jawaban yang Amora berikan bagaikan tamparan untuknya membuat Xavier tidak berkutik.
“Hanya karena pernah di sakiti lalu anda tidak mempercayai wanita lagi begitu? Jangan terlalu membenci wanita, jangan lupa jika anda juga lahir dari seorang wanita.” Terang Amora yang begitu memukul telak Xavier.
Anora yang merasa masih lapar segera meraih tasnya yang berada di atas meja samping brankarnya. Gadis itu langsung mencari benda persegi canggih yang memang selalu di butuhkan oleh orang-orang.
Amora mulai mengotak atik benda persegi itu sebelum menempelkannya pada telinganya.
“Bawakan aku pizza ukuran jumbo dan snack lainnya. Aku tunggu 10 menit dari sekarang!”
Tut
Amora tidak sadar dengan apa yang di lakukannya memancing rasa penasaran Xavier kepadanya semakin besar. Bahkan gadis itu tidak menyadari jika Xavier dan Dante sejak tadi sedang memperhatikannya.
“Bos,” Dante berbisik kepada Xavier membuat pria yang berwajah datar itu melirik orang kepercayaannya itu.
“Ketua Serigala malam kabur.” Bisik Dante lagi yang membuat Xavier langsung naik pitam.
“Dam’it, biarkan saja.” Balas Xavier yang langsung menuju sofa kembali duduk di sofa.
Dante yang melihat respon dari Xavier selaku sang Bos mengerutkan alisnya. Sejak kapan Xavier membiarkan bahkan melepaskan mangsanya begitu saja. Biasanya Xavier akan mencari kemana saja perginya para tawanannya. Akan tetapi, Xavier justru terlihat seperti bodoh amat dan tidak peduli dengan ketua Serigala Malam yang kabur.
Tok
Tok
“Akhirnya…,”
“Masuk!” teriak Amora yang langsung meletakkan ponselnya memandang ke arah pintu.
Ceklek
Pintu terbuka lalu masuklah seorang wanita yang begitu cantik dan memiliki body yang sangat ideal. Wanita itu berjalan ke arah Amora tak lupa menundukan kepalanya sedikit. Xavier dan Dante yang melihat itu tentu tidak menyadari akan hal itu.
“Ini semua pesanan Nona, mau di simpan dimana?” tanya sosok wanita itu dengan nada datar.
__ADS_1
“Disitu saja.”
“Baik,” Wanita itu langsung meletakkan semua pesanan dari Amora di atas meja kecuai Pizza yang langsung di ambil oleh Amora.
“Jika begitu saya pamit dulu Nona.”
“Hm pergilah,” balas Amora dengan acuh tak mengalihkan tatapan matanya pada menu makanan di depannya itu.
“Dia siapa?” Tanya Xavier yang tida bisa menahan rasa penasarannya lagi.
“Jangan kepo, sudah seperti Tuan menyukaiku saja.” Sinis Amora.
“Bagaimana jika aku benar-benar menyukaimu?”
Uhukkk uhukkk
Bukan Amora yang tersedak melainkan Dante yang tersedak salivanya sendiri. Apa-apaan bos nya itu? Kenapa pria yang biasanya bersikap cuek dan dingin itu justru begitu blak-blakan mengatakan hal itu.
“Tak apa, tapi aku tidak suka pria yang pengecut. Pria pengecut yang hanya mempermainkan wanita lalu menyembunyikan keberadaannya dari orang-orang.” Balas Amora dengan santai.
Srettt
“Heyyy apa yang kau lakukan? Lihat, pizzaku jatuh karenamu?” kesal Amora karena pizza di tangannya jatuh di lantai karena Xavier yang menarik tangannya tiba-tiba.
“Baik Bos,”
Dante yang tak ingin menjadi obat nyamuk dengan senang hati keluar dari ruangan itu. Amora yang melihat itu tentu saja merasa heran dan juga bingung secara bersamaan.
“Ada apa dengan Tuan, kenapa sampai mengusir Tuan Dante?”
“Dengar baik-baik aku hanya mengatakannya satu kali saja,” ucap Xavier yang berada di depan wajah Amora.
“Aku menyukaimu Athena Amora, bukan hanya menyukaimu tapi juga mencintaimu.” Bisik Xavier yang mengambil tangan Amora membawanya di dadanya.
Deg
Deg
Deg
“Keras sekali debarannya seperti ingin berperang saja.” Kata Amora dalam hati yang merasakan debaran jantung Xaier melalui telapak tangannya.
__ADS_1
“Kamu mendengarnya bukan? Jantungku berdebar kencang hanya saat bersamamu,”
“Dan gadis itu, tapi aku akan berusaha menghapus wanita itu dari pikiranku.” Lanjut Xavier dalam hati.
“Tapi bukannya tadi kamu bilang kamu tidak mempercayai wanita?”
“Itu benar. Namun, aku mempercayaimu.”
“Tapi aku yang tidak mempercayaimu.”
Deg
Xavier yang mendengar balasan dari Amora langsung tertegun. Matanya menatap dalam mata Amora tapi ia memang tak menemukan kebohongan di dalam sana. Amora benar-benar mengatakan yang sebenarnya jika gadis iu tidak mempercayai dirinya.
“Kenapa? Aku kaya dan juga berkuasa, aku akan menjaga dan melindungimu.”
“Tapi aku butuh pria yang hanya untukku saja, bukan milik wanita lain atau mungkin juga tubuhnya selalu di gratiskan pada wanita-wanita bayaran di luar sana.” Terang Amora dengan gamblang.
Tak
Xvier yang mendengar apa yang di katakan oleh Amora langsung menyentil dahi gadis itu. Apa Amora menanggapnya jika ia adalah pria br3ngs3k yang terus gonta ganti pasangan dengan terus memasukan batangnya ke sembarangan sarang.
“Apa kamu berfikir aku pria seperti itu?” Xavier bertanya dengan datar.
“Bisa jadi, bukankah semua pria menyuaki hal itu?”
“Kecuali Daddy, Kaisar, Paman Kevin dan keluarga yang lainnya.” Lanjut Amora dalam hati saja.
Xavier yang mendengar itu tentu saja merasa horor dengan apa yang di katakn oleh gadis di depannya itu. Bagaimana bisa dia bermain seperti itu sedangkan ia sendiri tidak bisa menyentuh kulit wanita manapun selain 2 wanita di dunia ini dan salah satunya adalah gadis di depannya itu.
Xavier yang berusaha terlihat romantis justru langsung berubah kesal karena ulah dan ucapan Amora yang sangat tidak di saring lebih dulu. Sekarang lihatlah! Bahkan gadis itu dengan enteng memakan pizzanya tanpa memperdulikannya.
Sreettt
“Hentikan acara makanmu itu rubah kecil! Aku ingin memberitahumu sebuah rahasia.” Bisik Xavier.
Amora yang di pegang kepalanya dari sisi kanan dan sisi kiri hanya bisa menganggukkan kepala saja.
“Aku tidak akan bisa bercinta, jangankan bercinta menyentuh kulit wanita saja tidak bisa. Aku memiliki kelainan pada kulit Amora, aku tidak bisa menyentuh kulit wanita manapun bahkan ibuku juga tidak. Orang yang bisa aku sentuh adalah hanya kamu,” bisik Xavier yang menatap lembut Amora.
Ceklek
__ADS_1
“Tuan aku…,”
“Dam’it”