Love Story Queen Athena

Love Story Queen Athena
bab 40


__ADS_3

"Dasar bos gila. ,ana ada aku di buat gitu. Disana aku lari karena nggak mau di kekang masa disini aku dapat di kekang lagi. Kalau gitu mending kagak usah lari sekalian." Gerutu Amora yang merasa kesal dengan apa yang di lakukan oleh Xavier terhadapnya.


Brak


Dengan kekesalan yang masih di dalam hati Amora membuang tasnya sembarangan arah setelah mengambil ponselnya. Amora dengan gerakan cepat segera mengotak atik benda itu lalu menempelkannya di samping telinganya.


"Bagaimana? Apa kamu sudah menjalankan perintah dariku?"


"Kamu yakin jika itu akan langsung di tangan mereka?"


"Bagus, tetap terus pantau mereka semua karena aku yakin akan ada bahaya yang mengintai mereka."


"Bgaimana dengan penciptaan kita?"


"Terus buat sesempurna mungkin dan pastikan mereka bekerja dengan maksimal."


"Lanjutkan pekerjaan kalian!"


Amora langsung menutup telfonnya dengan duduk di kursi kebesarannya dengan kesal.


"Aku merindukann mereka tetapi aku juga tidak ingin pulang untuk sekarang. Aku tidak ingin terus di kawal seperti anak kecil paahal aku sudah besar dan dewasa. Aku juga butuh kebebasan sendiri tanpa harus di kekang dan di tuntut untuk selalu mengikuti kemauan mereka. Mom, Dad, maafkan Athena yah?" guman Athena yang menetaskan air matanya.


Deg


Tanpa Amora sadari jika di depan pintu ruangan Amora yang tidak di tutup secata rapat berdiri Xavier yang mendengar semua apa yang di katakan oleh Amora.


"Apa maksud dari ucapan AMora tadi kenapa...? Dia bilang jika daddy dan mommynya berada di tempat jauh? Bukannya sudah meninggal? Atau aku yang salah tangkap? Jika berada di tempat yang jauh dalam artian masih hidup itu artinya...,"

__ADS_1


Xavier menatap Amora yang menatap kosong dengan air mata yang terus jatuh dari kelopak matanya dengan.


"Ada kemungkinan jika Amora lari dari rumah karena terus di kekang oleh kedua orang tuanya."


Xavier hanya bisa menebak apa yang terjadi karena untuk mencari tahu secara langsung akan sangat sulit mengingat identitas Amora yang sangat sulit di tembus.


Ingin sekali Xavier masuk ke dalam lalu memeluk dan menghibur gadis itu. Akan tetapi, Xavier masih waras yntuk tidak menampakkan diri di depan Amora untuk saat ini. Xavier sadar jika sampai dirinya nekat masuk ke dalam maka dapat di pastikan bukannya jarak mereka semakin dekat justru Amora aklan semakin menjauh darinya. Tentu saja, Xavier tidak akan melakukan hal bodoh itu.


Masih dengan rasa penasarannya Xavier membalik dirinya lalu pergi dari depan ruangan Amora dengan membawa rasa penasaran yang tidak bisa di dapatkan jawabannya.


Ceklek


Xavier masuk ke dalam ruangannya dengan wajah yang di tekuk dan masam. Xavier duduk di kursi kebesarannya dengan suara Amora yang berputar-putar dui kepalanya.


"Sebenarnya siapa dirimu , Dear? Kenapa kamu membuatku tertarik tapi aku tidak bisa mendapatkan satu informasi mu barang satu pun." Xavier menarik rambutnya dengan kasar.


"Dante ke ruangan aku segera, sekarang!" kata Xavier dengan nada memerintah yang ingin segera di lakukan.


Sampai di depan ruangan sang Bos Dante segera mengetok pintu dengan keras.


"Masuk!" sahut dari dalam.


Haaaaaah


Dante menarik npas laliu masuk ke dalam ruangan Xavier. Sampai di dalam Dante mengerutkan dahi saat melihat penampilan Xavier yang sudah berantakan.


"Ada apa Bos?" tanya Dante dengan membungkukkan badannya sedikit.

__ADS_1


"Cari tahu lagi tentang Amora! Kali ini kalian harus mendapatkannya aku tidak mau tahu akan hal itu." Perintah Xavier dengan datar dan juga dingin menatap tajam Dante.


Glek


Dante yang mendengar apa yang di ktakan oleh Xavier langsung menelan ludah. Dante tentu masih ingat bagaimana hasil yang mereka dapat karena menyelidiki gadi itu. Bahkan mereka semua seperti di permainkan oleh gadis itu \dan sekarang sang Bos menyuruh ia kembali untuk mencari tahu identitas Amora. Rasa-rasanya Dante ingin menangis saja sekarang.


"Dante....!"


"Siap Bos."


"Waktu kalian 3 hari kalian harus bisa mencari tahu tentang Amora apapun itu." Kata Xavier yang tidak mau tahu.


"Akan aku lakukan bos," jawab Dante dengan wajah pucatnya.


"Pergilajh!" Xavier segera menguisir Dante denfgan lambaian tangannya.


Dengan wajah pucat Dante segera berbalik keluar dari ruangan Xavier. Di dalam hati pria itu terus mebngutuk Xavier dan Amora yang mempersulit hidupnya.


Brak


Dante bagkjan sampai terduduk lemas di dalam ruangannya. Dante akan lebih baik mencari tahu identitas orang sebanyak 100 orang asal jangan Amora. Namun, apa mau di kata? Perintah seorang Bos adalah mutlak yang harus di turuti karena apapun yang di katakan oleh bos adalah kebenaran.


"Kali ini apa yang aku harus lakukan? Aku rasa Nona Amora bukanlah gadis biasa. Tidak mungkin jika gadis miskin biasa identitasnya di jaga seketat itu? Tapi apa?" guman Dante frutasi karena perintah dari Xavier yang begitu membuat kesal.


"Cinta benar-benar membuat orang waras menjadi gila, Bos Xavier masih waras saat belum mengenal cinta tapi sekarang? Cih bahkan sebentar lagi aku rasa duia akan masuk di rumah sakit jiwa." Umpat Dante yang kesa.


Hacccccih

__ADS_1


"Siapa yang sedang menyumpahiku?" guman Xavier.


Jika Xavier yang sedang frutasi memikirkan siapa Amora sebenarnya maka Dante sedang sibuk menyusun rencana agar tugas yang dui berikan oleh Sang Bos bisa berjalan lancar. Sedangkan di tempat lain gadis yang membuat kedua kepala pria itu justru enak-enaknya tidur di sofa tanpa memperdulikan jika tumpukan berkas di atas mejanya menunpuk.


__ADS_2