
"Tunggu sebentar," Amora langsung berlari di tempat persembunyiannya tadi lalu kembali dengan membawa bunga di tangannya.
"Bungai itu?" guman Tara dan Mr X yang saling melirik satu sama lain.
"Tuan lihat bunga ini, bunga ini ada pemiliknya dan pemiliknya itulah yang sedang aku tunggu untuk segera menjemputku,"
Deg
Hati Mr X yang tadinya sakit dan sesak seketika langsung berbunga-bunga mendengar ucapan Amora barusan.
"Kau sungguh-sungguh ingin menunggu pemilik bunga itu?" Mr X menunjuk bunga di tangan Amora dengan wajah datar.
"Hm aku sedang menunggunya," jawab Amora dengan semburat merah muncul di wajahnya.
"Kamu tahu sipa pemiliknya?"
Diam
Amora yang mendengar pertanyaan dari Mr X langsung terdiam kaku matanya menatap bunga di tangannya itu dengan tatapan sendu dan sayu. Dia tidak mengetahui pasti siapa pemilik bunga itu namun Amora yakin jika orang itu adalah orang yang dia tunggu untuk menepati janji mereka.
"Sial, aku membuatnya sedih. No babe ku mohon jangan menangis, aku minta maaf. I'm sorry,"
Ingin sekali Mr X berdiri lalu memeluk Amoora sekarang. Melihat wajah sedih Amora membuat Mr X merasakan perasaan sesak dan perih secara bersamaan. Dia menyesal sangat menyesal karena memberikan pertanyaan seperti itu pada gadis yang dia cintai.
__ADS_1
"Akuy tidak tahu, namun aku akan menunggunya sebelum aku di jodohkan oleh daddy dan kakaku." kata AMora dengan serius.
Padahal sebenarnya itu hanya kebohongan namun entah mengapa Amora mengucapkan kata-kata itu.
Sedangkan disisi lain Mr X berusaha dengan kuat untuk tidak meunjukan kemarahannya saat ini. Di jodohkan? Cih jangan harap dia akan membiarkan wanita yang dia cintai dimiliki oleh orang lain.
"Tidak babe, kamu hanya milikku jika ada yang berani merebutmu dariku maka akan aku pecahkan kepalanya," guman Mr X yang samar-samar di dengar oleh Amora.
"Tuan bilang apa? Maaf aku tidak bisa mendengarnya dengan jelas." Tanya Amora yang mendekat wajahnya dengan Mr X.
Deg deg deg
Sontak saja perbuatan Amora langsung membuat jantung Mr X berdisko ria membuat Mr X semakin gugup di buatnya.
Mr X yang tidak bisa mengeluarkan suaranya langsung menatap tajam Tara. Tara yang berada di samping Mr X langsung tersentak kaget saat melihat tatapan tajam dari sang Tuan. Setelah melihat akjhirnnya Tara tahu jika saat ini sang Tuan memberinya kode. Dengan gerakan cepat Tara maju memisahkan jarak Amora dengan Mr X.
"Maaf Nona bisa menjauh sedikit, Tuan saya tidak nyaman dengan posisi saat ini." Ucap Tara yang mengkagetkan Amora.
"Ah maaf-maaf aku tidak ssengaja," Amora segera menjauh dari Mr X yang masih senantiasa duduk di atas aspal.
'Aneh, kenapa aku seperti pernah melihat tatapan itu. Mata itu tidak asing untukku seperti...? Tidak mungkin! Sudahlah mungkin karena aku menerima bunga ini aku sampai kepikiran tentang dia.' kata Amora dalam hati yamng menatap Mr X dengan pandangan yang sulit di rtikan.
Amora tidak sadar jika tatapannya itu membuat Mr X ketar ketir sendiri karena saat ini Mr X bisa melihat tatapan penuh selidik dan curiga di mata Amora.
__ADS_1
'Tidak sekarang babe, aku belum siap jika kamu tahu jika ini adalah aku. Aku tidak ingin membuatmu kecewa dengan keadaan aku yang sekarang yang berwajah buruk rupa dan menjadi pria lumpuh. Jangankan keluargamu aku sendiri bahkan tidak bisa menerima keadaan aku ini,' kata Mr X dalam hati.
"Jadi gimana bayaranku?" desak Amora pada Mr X dan Tara.
Tara yang mendengar apa yang di ucapkan oleh AMora langsung melirik Mr X yang hanya berekspresi datar dan dingin. Melihat itu Tara langsung mengeluarkan dompetnya lalu mengeluarkan beberapa ua dolar dari dompetnya.
Namun saat akan menyerahkan Mr X langsung melototinya dengan tajam. Tak punya pilihan lain Tara langsung mengeluarkan semua uang kertas yang ada di dalam dompetnya lalu di berikannya pada Amora.
Amora yang melihat uang di tangan Tara langsung saja ceria dengan riang gembira menerima uang itu.
"Gini kan enak, aku pergi dulu." Amora langsung berbalik pergi begitu saja meninggalkan Tara dan Mr X yang terdiam kaku.
"Tuan gadis itu mata duitan,"
"Jadi kamu tidak rela?" Mr X melirik tajam Tara.
Glek
'Kayaknya au salah bicara lagi.' kata Tara dalam hati.
"Maaf Tuan," Tara segera membungkukkanbadannya.
"Sudahlah ayo kembali ke markas." Mr X dengan susah payah berdiri lalu berjalan kembali masuk ke dalam mobil mewah miliknya.
__ADS_1