Love Story Queen Athena

Love Story Queen Athena
bab 190


__ADS_3

Cup


"Maaf aku lama," bisik Athena yang mengecup kening Xavier.


Athena berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Saat pintu tertutup bersamaan dengan itu pula Xavier membuka matanya.


"Babe,"


Xavier menatap pintu kamar mandi tang tertutup karena Athena. Sedari awal dia tahu jika Athena akan keluar. Dengan kepribadian Athena yang tidak bisa di usik Xavier tentu tahu gadisnya itu tidak akan tinggal diam jika di usik apalagi jika harus memakai cara menjijikan seperti apa yang dilakukan Cleo. Walau mengetahui apa yang dilakukan sang wanita Xavier hanya diam tanpa melakukan apapun. Xaxier akan selalu mendukung apapun yang di lakukan Athena selagi itu masih dalam batas wajar. Lagi pula yang dilakukan oleh Athena adalah membantu meringankan pekerjaan polisi menghapus penjahat di dunia ini pikir Xavier.


"Bahkan jika kamu menjadi monster aku akan tetap menjadi pendukungnya. Katakanlah aku gila, ya aku gila karena terlalu mencintaimu babe," batin Xavidr yang menatap potret Athena penuh cinta.


Xavier langsung menutup matanya saat mendengar suara pintu kamar mandi terbuka. Athena keluar dari kamar mandi hanya mengenakan jubah mandi saja. Athena melirik Xavier, melihat Xavier dalam posisi yang sama Athena langsung menuju walk in close untuk memakai pakaian santai.


Beberapa saat kemudian Athena bergabung naik di atas ranjang lalu masuk ke dalam pelukan Xavier. Xavied yang belum tertidur menyunggingkan senyuman saat merasakan Athena yang masuk dan memeluknya.


"Aku mencintaimu Lio," ucap Athena dengan mengecup pelan bibir Xavier sebelum tertidur lelap karena saat mengantuk.


Athena tidak menyadari jika apa yang baru saja yang baru dilakukannya itu membuat jantung Xavier berdebar dengan gila. Pria itu sampai merasakan sesak karena delapan jantungnya hang begitu keras.

__ADS_1


Dengan mata pelan-pelan akhirnya terbuka sempurna menatap wajah damai Athena yang tertidur lelap dan juga sangat manis. Tangan Xavier terangkat menyingkirkan helaian anak rambut Athena yang menghalangi salah cantik sang kekasih.


"Kamu begitu sempurna babe, sayangnya aku juga tidak mencintai kesempurnaan ini. Kecantikan bagiku hanya bonus untukku. Aku mencintaimu dari dalam dan penuh ketulusan dari hatiku yang paling dalam. Kau membuatku gila hingga tidak bisa berpaling dan melihat wanita yang lain. Terima kasih sudah menungguku dan juga terima kasih sudah mencintaiku," bisik Xavier yang mengecup lama kening Athena.


"Aku mencintaimu," ungkap Xavier.


Cup


Dengan penuh kelembutan Xavier menunduk mengecup lembut bibir pink alami milik Athena. Xavier memeluk Athena dengan penuh kehangatan dan juga wajah yang berseri-seri seperti baru menemukan harta karun.


Sedangkan di tempat lain keempat pria mudah tengah mendumel kesal. Ke empat pria itu tak lain dan tak bukan adalah Tara, Dante, dan si kembar Roy dan Rey. Mereka bertempat ada di markas tapi karena perintah dari sang ketua yang meminta mereka untuk mencari keberadaan Athena membuat mereka ber empat keluar dari markas. Namun baru setengah jalan sang Ketua menghubungi mereka untuk kembali karena Athena telah pulang.


"Diamlah Tara, bukan hanya kau yang kesal tapi kami semua juga. Jika kau terus mengomel lebih kau protes pada Tuan Xavier langsung mewakilkan kekesalan kami," sahut Rey yang sudah bosan mendengar keluhan Tara.


"Dasar gila…! Kau mau membuat aku menghadap Raja Yama dengan cepat? Protes pada Tuan Xavier sama saja dengan mencari mati. Dasar gila…!" Tara mengumpat dengan kesal akan saran dari Rey.


"Makanya diam, kau membuat gendang telinga kami semua sakit tahu," balas Rey dengan santai.


"Lagipula kemana juga Nona Athena pergi malam-malam seperti ini? Apa dia tidak takut di culik? Tidak takut di rampok? Heran aku sama Nona Athena yang sangat bar-bar sekali," keluh Tara dengan menggaruk kepalanya.

__ADS_1


"Takut di culik? Di rampok? Apa kau sudah lupa bagaimana Nona athena membuatmu koma selama beberapa hari? Sudah lupa atau perlu aku perlihatkan lagi bagaimana kacaunya saat kau di pindahkan di markas? Bahkan jika di rumah sakit biasa kamu mungkin sudah mati," ucap Roy dengan sinis.


Tara yang mendengar aman hal itu langsung terdiam kaku dengan wajah yang pucat pasi mengingat bagaimana Athena menghajarnya beberapa bulan lalu.


"Bukan Nona Athena yang takut jika di rampok atau di culik tapi justru sebaliknya. Para perampok atau penculiknya itulah yang harus takut kepadanya Athena. Aku tidak yakin mereka aman selamat jika berhadapan dengan Nona Athena. Bukan Nona Athena yang menjadi mangsa tapi mereka yang menjadi mangsa untuk Nona Athena," terang Roy yang bergidik ngeri.


Mendengar akan penuturan Roy mereka semua langsung terdiam kaku. Bahkan Tara sampai meringkuk ketakutan karena sudah bisa membayangkan apa yang akan dilakukan oleh Athena kepada orang-orang yang menusuknya itu.


"Aku yakin hanya dalam hitungan menit orang-orang itu sudah menghadap Raja Yama melalui tangan dari Nona Athena," timpal Dante yang fokus mengemudi.


"Kau benar menurutmu Apa yang akan dilakukan Nona Athena kepada Nona Cleo?" Tanya Roy pada Dante.


"Apalagi? Tentu saja mengeksekusinya. Nona Athena bukanlah sesuatu yang bisa di usik sesuka hati. Wanita yang seperti Nona Athena adalah wanita yang yang tidak akan pernah main-main. Wanita seperti Nona Athena jika sudah diusik maka harus menerima konsekuensinya. Baginya nyawa orang yang menyusutnya adalah hal yang sepadan," terang dante dengan datar.


" Menurutmu apa saat ini Nona Cleo…,?" Roy menggantung kalimatnya.


"Aku tidak yakin anggota tubuhnya masih utuh, kata Danfe.


Deg

__ADS_1


__ADS_2