
"Honey bisakah nyawanya untuk aku saja,"
Uhukk uhukk
Mereka yang mendengarnya langsung terbatuk-batuk. Bagaimana bisa Athena meminta nyawa orang seperti meminta permen saja. Benar-benar gila. untuk di pikirkan manusia normal.
“Bukan nyawaku yang kau ambil tapi nyawamu yang akan aku ambil,” teriak wanita itu yang langsung berdiri kokoh.
“Masa? Emang sanggup? Kalau berani majulah..! Aku ingin melihat bagaimana kemampuan orang yang ingin merebut priaku,” sinis Athena yang menatap wanita di depannya itu dengan aura permusuhan yang kental.
“Wanita sialan…!”
Wanita itu menghajar Athena dengan membabi buta tapi tidak ada satu serangan pun yang bisa mengenai Athena. Pukulan dan tendangan selalu di tangkis Athena hingga membuat wanita itu semakin marah dan emosi karena merasa di permainkan oleh Athena.
“Kenapa terus menghindar j4l4ng..! Lawan aku,” bentak wanita itu dengan suara yang keras.
Athena yang mendengar dirinya di katai dengan kata-kata yang kotor langsung berwajah datar.
“Mari kita mulai,” lirih Athena.
Selesai berkata seperti itu Athena langsung berlari menerjang wanita itu dengan serangan bertubi-tubi. Pukulan dan tendangan keras terus di layangkan pada wanita yang bernama Mona itu. Menghadapi serangan Athena yang membabi buta dan juga brutal membuat Mona merasa kesulitan dan juga terdesak. Mona tak pernah menyangka jika wanita yang dia anggap lemah itu ternyata memiliki tenaga yang cukup kuat. Bukan cukup tapi itu memang sangat kuat terbukti dengan dirinya yang di pukul mundur belum genap satu menit saja.
Bugh
Satu pukulan keras mendarat sempurna di wajah Mona membuat wanita itu langsung menoleh ke arah samping.
“Sial, kenapa dia kuat sekali,” kata Mona dalam hati yang langsung mengeluarkan belatinya dan menyerang Athena.
“Babe, hati-hati…!” teriak Xavier panik saat melihat sebuah belati di tangan wanita itu.
Sedangkan Athena yang melihat itu bukannya panik justru tersenyum sinis dengan apa yang dilakukan oleh Mona.
“Jika aku jadi dia maka aku tidak akan mengeluarkan senjata itu,” guman Rania tapi masih bisa di dengar oleh Tara dan Dante.
“Memangnya kenapa? Itu hanya senjata kecil,” ucap Tara dengan menatap Mona.
“Jika di tangan orang lain belati hanya senjata di saat genting dan hanya bisa melindungi diri dari jarak dekat maka berbeda dengan Nona Athena. Di tangan Nona Athena belati akan menjadi senjata yang mematikan hanya dengan beberapa serangan saja. Karena sebenarnya Nona Athena lebih unggul bertarung dengan jarak dekat di bandingkan ia harus bertarung dengan senjata api,” terang Rania.
__ADS_1
Baru saja selesai penjelasan Rania mereka sudah mendengar suara robekan sesuatu. Saat mereka menoleh ke arah arena pertarungan terlihat Mona yang memegang lengannya yang sudah bercucuran darah.
“Sudah ku katakan tidak akan ada yang bisa lolos dariku jika aku sudah menandai mereka jika mereka adalah mangsaku,” kata Athena dengan senyum miring.
Pertarungan kembali terjadi dengan Athena yang mendominasi pertarungan. Sayatan belati yang terus menggores dan memotong daging terus terdengar di ruangan yang sunyi itu.
Jleb
Uhuukkk uhukkk
Mona langsung jatuh terduduk dengan memuntahkan darah saat lehernya di tusuk begitu saja oleh Athena.
Athena tersenyum manis dengan menatap Mona dengan pandangan yang haus akan darah. Baginya siapapun yang menginginkan miliknya maka mereka harus mati. Karena hanya dengan kematian yang akan membuat keinginan orang itu untuk mau melepaskan apa yang mereka inginkan.
Ketika Athena menginginkan sesuatu dan mengklaim itu adalah miliknya maka tidak ada yang bisa merebut miliknya itu.
Semua hal yang menjadi miliknya maka tak akan dia bagi kepada siapapun. Bahkan jika itu makanan selagi dia mengklaim itu miliknya maka dia tidak akan berbagi walau hanya bersama saudara sekalipun.
Srekkk
Athena dengan tanpa perasaan menarik dagu Mona hingga mendongak menatapnya. Athena yang melihat keadaan Mona yang menyedihkan tersenyum penuh kemenangan akan hal itu.
Mona yang merasakan sakit di lehernya hanya bisa menatap Athena dalam diam hingga Athena memperkenalkan dirinya secara terbuka.
“Queenzi Athena Amora Keano matahari dari pria nomor 1 di dunia ini..!”
Deg
Mona yang mendengar akan hal itu langsung saja membulatkan mata dengan besar. Siapa yang tidak mengenal marga Keano yang merupakan keluarga dan juga pengusaha nomor satu di dunia. Lalu kata atau istilah dari Matahari dari pria nomor 1 di dunia adalah seorang putri cantik dari Kenzo Devandra Keano bersama istrinya Alisya Arkana Keano.
Jika Alisya adalah Ratu bagi Keano maka Athena adalah Matahari bagi Keano. Itulah yang dari dulu Mona selalu dengar tak di sangka wanita di depannya itu ternyata memiliki identitas yang tak biasa. Namun karena rasa dengki iri dan obsesinya pada Xavier membuat Mona akan lupa dengan semua itu terutama keselamatan hidup dirinya sendiri.
Mona tidak tahu saja jika sebentar lagi dirinya akan segera bertemu dengan Raja Yama di neraka nanti.
"Aku tidak peduli kau siapa, yang aku tahu Tuan Xavier hanyalah milikku,"
Athena yang mendengarnya tentu saja merasa kesal hingga tanpa perasaan Athena langsung menarik rambut mona membawanya dekat dengan tiang. Mona yang sudah merasakan sakit di lehernya di tambah dengan rambutnya yang di tarik kasar oleh Athena membuat Mona tak punya pilihan lain selain mengikuti apa yang di arahkan Athena.
__ADS_1
Sampai di dekat tiang itu Athena tanpa basa-basi langsung membenturkan kepala Mona pada tiang besar itu.
Brukk brukk
“Ahhh hentikan…! Hentikan…!”
Namun Athena hanya acuh tak acuh telinganya sepertinya sudah tuli mendengar suara teriakan kesakitan itu. Baginya apa yang dia dengar sekarang adalah nyanyian yang sangat indah.
“Tu…Tuan to…long saya hiks sa..saya sedang meng..mengandung anak Tuan,”
Deg
Athena yang sedang membentur kepala Mona langsung menghentikan kegiatannya saat mendengar jika mona mengatakan jika ia sedang mengandung. Matanya langsung menatap Xavier yang berada di ujung sana. Xavier yang merasakan sinyal bahaya langsung menggelengkan kepalanya dengan keras.
“Aku masih perjaka loh Babe,” ucap Xavier dengan gablang.
Brukk
Tubuh Mona langsung terpental menghantam tembok saat Athena menendang perutnya dengan kuat.
Uhukk uhikkk
“Bahkan jika kamu benar-benar mengandung anaknya aku sendiri yang akan membela perutmu alu menarik paksa janin itu dalam perutmu,”
“Dasar ib..iblis,”
Bruk
“Jangan lupa kau sendiri yang membangunkan iblis ini untuk bangun,” kata Athena yang menginjak kepala Mona dengan kaki kanannya.
“Honey berikan aku katana itu,”
Itu bukan permintaan tapi perintah membuat Xavier dengan cepat mengambilkan apa yang di mau oleh Athena.
“A..apa yang kau lakukan?” tanya Mona dengan badan gemetar.
Mona berusaha memberontak melepaskan diri dari Athena tapi Athena tidak akan melepaskan mangsanya dengan mudah.
__ADS_1
“A…apa… Tu…Tuan to…lomh sa…, Ahhhh”
Slasssh