Love Story Queen Athena

Love Story Queen Athena
bab 34


__ADS_3

"Tuan dengar, aku itu tidak menyukai Tuan apalagi mencintai Tuan. Aku sudah katakan aku akan mencari kekasih sepert..."


Cup


Xavier yang tidak ingin mendengar mulut cerewet Amora mengeluarkan lagi kata kalimat penolakan langsung membungkam mulut Amora dengan mulutnya. Terbukti cara itu mampu membuat Amora terdiam kaku. Xavier yang melihat Amra terdiam tentu saja merasa senang.


"Good dear..,"


BUGH


Xavier yang tidak siap menerima serangan dari Amora lagsung terjungkal ke belakang saat Amora dengan kerasnya memukul wajahnya. Bahkan saking kerasnya Xavier sampai terbengong seperti orang bodoh.


"Dasar brengsek!" umpat Amora yang langsung berdiri dari duduknya.


Sreettt


Dengan sekali tarikan Amora langsung menarik tangan Xavier membawanya keluar dari rumah. Gadis itu benar-benar kesal pada [ria yang menjadi bos nya itu yang seenaknya sendiri mencium bibirnya.


Bugh


Braakkk


Amora tanpa ragu menendang pantat Xavier dengan keras hingga pria itu jatuh mencium tanah air. Namun, Amora tidak peduli akan hal itu. Amora langsung masuk ke dalam rumah dan tak lupa menutup pintu dengan keras.


"Eh dear...!"


Xavier yang baru saja tersadar langsung kaget saat mendengar pintu yang di tutup dengan keras oleh Amora. Sontak hal itu membuat Xavier langsung bangun dari tengkurapnya berjalan mendekat ke arah pintu.


Tok


Tok


Tok

__ADS_1


"Amora buka pintunya..!"


"Dear...! Amora...!"


Xavier terus mengetuk-ngetuk daun pintu rumah Amora namun gadis itu sama sekali tidak membukakan pintu untuknya.


"Sial, kenapa aku tidak bisa tahan sih? Jika aku bisa menahannya aku tidak mungkin seperti ini." Kesal Xavier sendiri.


Karena tak ada harapan lagi jika Amora membukakan pintu untuknya. Xavier segera berbalik berencana untuk pergi dari sana. Namun, baru saja beberapa langkah melangkah pintu tiba-tiba terbuka sontak Xavier langsung berbalik kembali ke arah pintu. Xavier langsung tersenyum lebar saat menyadari jika Amora membukakan pintu untuknya. Dengan langkah cepat Xavier berjalan ke arah Amora.


Wusssssh


BRAKKK


Xavier hanya bisa menutup mata saat lagi lagi Amora menutup pintu dengan keras. Tenyata gadis itu hanya mengembalikan jas dan sepatunya yang tadi berada di dalam rumah Amora.


"Sial, aku tak pernah jatuh cinta sekali jatuh cinta sama gadis bar-bar sepertinya. Entah kesialan atau keberuntungan untukku bisa mencintai gadis bar-bar sepertinya. Aku tdak berani berandai jika nanti ada wanita lain yag menggangguku saat menjadi suaminya. Maka, wanita itu pasti akan langsung habis di babatnya." Batin Xavier yang bergidik ngeri memikirkan sisi bar-bar Amora yang akan menghantam siapa saja yang mengusiknya.


Memikirkan semua itu Xavier langsung bergidik ngeri bahkan bulu kuduknya sampai meremang. Tiba-tiba di pikiran Xavier terlintas saat Amora memotong dan memangkas rata kebanggangaanya.


"TIDAK...!"


Xavier langsung menutup mulutnya lalu segera berlalu pergi dari rumah Amora tanpa berbalik lagi. Jika Xavier tahu akibatnya akan seperti ini mana mau dia melakukan hal itu. Tapi salahkan saja bibir Amora yang selalu menggoda untuk dia nikmati. Mana tahan Xavier melihat bibir itu terus bergerak dengan jarak yang begitu dekat.


Tak mau memikirkan dan menebak hal yang membuatnya takut Xavier segera mengambil ponselnya lalu menghubungi Dante.


"Jemput aku di tempat Amora, 5 menit dari sekarang!" kata Xavier yang langsung mematikan sambungan telfonnya.


Tut...


Sedangkan di tempat lain Dante yang sedang sibuk mengerjakan berkas di tangannya harus berhenti karena perintah dari sang bos. Belum lagi saat mendengar jangka waktu yang di berikan oleh sang bos yang sangat-sangatlah gila.


"Setan apa lagi yang memasuki manusia satu itu yang sialnya adalah bos ku sendiri." Gerutu Dante yang langsung berlari keluar dengan kunci mobil di tangannya.

__ADS_1


Sampai di parkiran Dante langsung masuk ke dalam mobil menghidupkan mobil lalu pergi dari area perusahaan. Sepanjang jalan Dante menggerutu kesal dengan menjalankan mobil di atas rata-rata hingga menyebabkan para pengendara lain berteriak kesal memaki Dante. Bahkan karena ulah dari Dante langsung terjadi kemacetan.


"Berteriak lah sesuka kalian, nyawaku lebih penting di banding dengan meladeni teriakan kalian itu." Guman Dante yang masih melanjutkan aksi ugal-ugal nya.


Ckittttt


Setelah berkendara dengan kecepatan yang sedang di kejar malaikat maut akhirnya Dante sampai di depan rumah Amora. Dante dengan segera keluar turun dari mobil menghampiri sang Bos.


"Bos,"


"Kamu terlambat 30 detik!"


BRAKKK


"Ya Tuhan.., benar-benar menyebalkan." Batin Dante yang mengelus dada.


"Sapai kapan kamu disana? Sampai kucing bertelur?"


Tak mau membuat masalah yang lebih besar dengan sang Bos Dante segera bergegas masuk lalu pergi dari area perumahan Amora.


"Ada apa dengan si Bos? Mukanya juga kenapa bonyok?"


Dante hanya bisa bertanya-tanya dalam hati karena tidak mungkin Dante bertanya dengan secara langsung. Jika itu sampai terjadi maka dia hanya akan mempercepat kematiannya.


Drettt


Dreettt


Xavier yang mendengar ponselnya berdering hanya membiarkan saja karena saat ini suasana hati tidak baik jadi dia tidak mengangkat telfonnya. Namun, ponselnya terus berdering membuat Xavier bertambah kesal segera merogoh benda persegi panjang itu yang berada di saku celananya.


"Hallo...,"


"APA...? BAIK AKU KESANA SEKARANG!"

__ADS_1


"Dante pergi ke markas sekarang juga!" teriak Xavier dengan amarah yng membuncah.


__ADS_2