
"Sebenarnya siapa yang memanggil media kemari? Aku tak pernah memanggil media mana pun lalu bagaimana bisa ada mereka," guman Xavier yang memijit pelipisnya.
Xavier yang tadinya sedang fokus berkerja langsung kaget saat Dante memberinya kabar jika ada banyak pihak media yang datang di perusahaannya. Saat Xavier memerintahkan Dante untuk mencari tahu apa motof para media datang kemari jawaban yang di berikan langsung membuat Xavier kalang kabut.
Xavier yang takut Athena mengetahui rahasianya dnegan segera menyuntikan obat tidur pada Athena hingga gadis itu tertidur di ruang pribadi miliknya.
"Dante apa kamu yang menelfon mereka?" tanya Xavier yang menatap Dante orang kepercayaannya itu.
"Demi Tuhan saya tidak melakukannya Bos, anda tahu sendiri saya sedari tadi ahnya fokus pada pekerjaannya saya. Bahkan saya tidak tahu menahu jika di bawah ada para wartawan jika bukan karena di beritahu," ucap Dante dengan tenang.
Xavier yang mendengar itu langsung terdiam kaku karena apa yang di katakan oleh Dante benar adanya.
"Benar juga, Dante selama ini hanya fokus bekerja jadi bagaimana dia memanggil media? Lalu jika seperti itu siapa yang dengan berani memanggil para wartawan untuk kemari?" geram Xavier di dalam hati.
Andaikan tidak ada Athena di dalam ruang pribadinyamaka dapat di pastikan jika Xavier pasti akan mengamuk. Sedangkan di sisi Dante tanpa di kethaui Xavier jika pria itu menyembunyikan senyum miring yang tak dapat di tebak apa maksudnya.
"Aku memang tidak melakukannya tapi mungkin dia yang melakukannya. Akhirnya setelah sekian lama aku bisa tterbebas dari semua ini dengan adanya ini tak akan pernah aku ampuni yang menyakiti dia," kata Dante dlam hati yang menatap Xavier dengan penuh dendam dan kebencian yang sangat besar.
Namun di detik berikutnya tatapan tajam itu langsung berubah tatapan biasanya yaitu penuh hormat dan segan kepada Xavier.
Tok
Tok
Xavier dan Dante dengan segera menoleh ke arah pintu yang di ketuk dari luar. Sontak Xavier menoleh ke arah Dante yang ternyata sedang menatapnya juga.
__ADS_1
"Masuk...!" sahut Xavier yang mempersilahkan sang pengetuk pintu masuk.
"Permisi Tuan,"
"Ada apa?" Xavier menatap acuh tak acuh pada orang di depannya itu.
"Tuan di lobby para wartawan mendesak Tuan Xavier untuk segera turun melakukan Koferensi yang Tuan katakan itu," kata pria paruh baya itu.
"Hm persiapkan semuanya aku akan turun," kata Xavier yang langsung mengusir pria paruh baya itu.
Setelah pria parauh baya itu keluar Dante dengan segera menoleh ke arah Xavier. Dante tak mengerti kenapa sang Bos mau turun ke bawah.
"Bos kenapa harus seperti ini? Harusnya kita mengusir mereka saja. Bos tidak perlu sampai turun tangan seperti ini," kata Dante dengan nada cemas.
"Tenanglah Dante, kita harus menyelesaikannya dengan cepat. Cepat turun dan lihat keadaan aku akan segera ebrsiap," kata Xavier yang lansgung masuk ke dalam ruang pribadi miliknya.
Tanpa menoleh lagi Dante segera berbalik lalu keluar dari ruangan itu dengan tatapan tajam dan seringaian licik penuh akan dendam dan kemarahan yang membara.
Di sisi lain Xavier masuk ke dalam ruang pribadinya di dalam ada Athena yang tertidur pulas karena obat tidur yang dia buat.
"Dear, kamu tunggu aku sebenatar disini oke? Aku akan mengurus masalah ini dengan secepatnya," bisik Xavier yang mengecup bibir Athena.
Xavier kembali keluar dari ruangan pribadi miliknya lalu mengunci pintu ruang pribadi miliknya takut akan Athena lari.
Dengan langkah lebar Xavier berjalan penuh akan ke sombongan menuju liftnya. Sedangkan di sisi lain Mr X telah sampai di depan gedung raksasa yang merupakan perusahaan Argantara Company.
__ADS_1
"Apa persiapan sudah siap?" tanya Tara di earphone di telinganya.
"Sebentar lagi si brengs3k itu belum keluar," jawab di sebrang sana yang ternyata adalah Rey yang menyamar menjadi wartawan di dalam gedung.
"Sampai mana?" Mr X membuka suara karena ini sudah 5 menit mereka menunggu.
"Si br3ngs3k itu belum keluar Tuan," sahut Tara dengan terus fokus mendengar apa yang di katakan oleh Rey.
"Cih dasar kecoa, dia benar-benar menjadi hama pengganggu. Lihat saja apa yang akan aku lakukan pada si k3p4r4t itu," geram Mr X.
Perlu di ketahui jika Mr X sangat tidak menyukai jika dirinya di buat menunggu. Baginya hal itu adalah hal yang sangat ia benci.
"Tara bersiap, si bajing4n itu sudah naik di atas panggung," lapor Rey di sebrang sana.
"Tuan kita bersiap," kata Tara yangh membertahu kepada Mr X.
"Saatnya berpesta," guman Mr X yang turun dari mobil.
Beralih di dalam gedung Xavier dengan tubuh tegapnya berdiri di atas panggung kecil di bawahnya terdapat para wartawan dari semua awak media.
"Pertama-tama saya ingin menyampaikan bahwa saya tidak pernah mengundang kalian untuk kemari," ucap Xavier dengan lantang menatap tajam semua orang.
Semua orang langsung berbisik satu sama lain karena pernyataan yang di berikan Xavier sangat jauh dari apa yang mereka ekspetasikan. Namun suara di belakang mereka membuat semuanya langsung kaget setengah mati terlebih saat melihat wajahnya.
"Kamu tidak mengundang tapi aku yang mengundang...!"
__ADS_1
Deg