Love Story Queen Athena

Love Story Queen Athena
bab 159


__ADS_3

"Tentu saja kami punya hubungan bahkan Tuan Xavier sang aku pernah tidur bersama..!"


"APAAAA?"


Xavier yang mendengar ucapan wanita asing yang tak di kenalmnya itu sontak langsung membulatkan amta. Bagaiamna manusia satu itu mengatakan jika dirinya melakukan hubungan itu. Bahkan dengan Athena saja Xavier sampai menahan diri dengan kuat. Bagaimana bisa dirinya akan melakukan hal itu dengan wanita yang tak dia kenali terlebih jelas-jelas bukan wanita yang dia cintai. Bahkan jika dirinya ingin melakukan hubungan itu maka akan lebih baik dia memaksa Athena untuk menikah saja.


Sedangkan Athena menatap Xavier seperti seekor singa yang sedang kelaparan hingga siap menerkam mangsanya kapan saja. Athena sangat kesal saat mendengar kebenaran yang keluar dari mulut wanita itu. Saat ini matanya menatap tajam dua orang yang sudah di tandai masuk ke dalam zona mangsanya.


"Gwat..! Sepertinya Nona Athena sangatmarah akan hal ini. Jangan sampai Nona AThena marah dan mengamuk hingga memanggil para mutan itu untuk menghancurkan markas ini. Walau markasi ini adalah markas kecil di bandingkan markas ketua tapi tetap saja disini bukan wilayah kekuasaan ketua," kata Rania dalam hati yang sudah sangat cemas memikirkan Athena yang bisa saja mengamuk.


Athena bukanlah sesuatu ang mudah untuk di hadapi. Rania jelas tahu jika AThena lebih mementing ego dan apayang ada di pikirannya di bandingkan untuk mendengarkan apa yag mereka jelaskan. Ibarat kata lain Athena bukanlah orang yang akan meneyelesaikan masalah dengan kepala dingin. Gadis itu aahn menyelesaikan semua amsalah dengan otot.


"Kau bercinta dengannya?" Athena menatap Xavier dengan tatapan aetajam silet.


Xavier yang bahkan selalu di takuti kini tunduk seperti seekor kambing yang tinduk pada singa. Dirinya benar-benar takut sekarang bukan takut pada kemarahan Athena yang ingin mengamuk atau menghajarnya. Jika memang Athena ingin menghajarnya maka Xavier akan biarkan saja walaupun mungkin nyawanya akan melayang. Namun hal yang sangat Xavier takutan adalah jangan sampai AThena membencinya lalu meninggalkan dirinya. Xaver tidak akan pernah sanggup jika hal itu terjadi padanya.


Bruk


Semua orang langsung kaget terutama Dante dan si kembar Roy dan Rey yang baru masuk di dalam ruangan itu langsung kaget. Bagaimana tidak kaget mereka melihat pemandangan sang Tuan, orang yang mereka hormati itu kini tanpa beban berlutut di depan Athena. Selama ini, jangankan berlutut untuk menundukan kepala saja pada orang lain tak pernah di lakukan Xavier. Akan tetapi saat bersama Athena bahkan Xavier tidak kesulitan untuk berlutut sekalipun.


"Tuan...! Apa yang Tuan lakukan...!" seru semua anak buah Xavier.


"Aku tak peduli jika harga diriku di injak-injak ataupun abhkan dikatakan pria lemah karena itu memang nyatanya. Aku lemah tanpamu. Jika kamu membunuhku itu tidak masalah tapi jika amu meninggalkanku maka aku akan memilih mati saja," kata Xavier dengan menggenggam tangan Athena lembut.


Semua yang mendengar ungkapan Xavier langsung tertegun. Rata dan Dante yang mendengarnya sampai ikut menatap kosong sang Tuan. Mereka berdua adalah saksi bagaimana gilanya Xavier mencari Athena selama ini. Mereka juga saksi dimana untuk pertama kalinya Xavier tertawa bahagia dan menangis saat pertama kali menemukan keberadaan Athena. Tentu saja mereka tahu bagaimana perasaan cinta Xavier untuk Athena.

__ADS_1


Bahkan bukan hanya Xavier yang tidak bisa menggambarkan cintanya untuk Athena tetapi Dante dan juga Tara tidak akan bisa menjelaskan abgaimana besar dan luasnya cinta seorang Xavier pada wanita yang bernama Athena itu. Tara dan Dante saling lirik ssatu sama lain dengan pandangan yang iba kepada Xavier.


"Aku harap Nona Athena mau mendengar penjelasan dulu Tuan Xavier. Aku tidak percaya jika memang Tuan pernah tidur dengan wanita manapun. Bagaimana bisa Tuan yang mencintai Nona Athena seperti nyawanya itu mengkhianati Nona Athena. Walaupun aku tahu kadang kala nafsu itu datang tapi jika cintanyakuat sekuar Tuan Xavier maka tidak akan tergoyahkan," kata Tara dalam hati yang merasa kasihan pada Xavier.


"Wanita ini pernah tidur dengan Tuan Xavier? Yang benar saja? Sejak kapamn?Tuan Xavier masuk markas baru beberapa hari lalu itupun tidak pernah menginap. Walaupun menginap tidak akan ada yang bisa masuk ke dalam kamar pribadi Tuan Xavier selain izin dari Tuan Xavier sendiri. Sepertinya ada yang tidak beres," kata Dante yang menatap aneh wanita di depannya itu.


"Babe, dengarkan aku. Percaya sama aku oke? Aku mencintaimu bahkan jika nyawaku sebagai jaminannya amu bisa mengambilnya. Lalu bagaimana bisa aku menyentuh wanita lain yang tidak aku kenali bahkan sama sekali tidak aku cintai," Xavier menatap Athena dengan mata yang berkaca-kaca.


Demi Tuhan Xavier sangat takut jika Athena pergi meninggalkannya. Penantiannya akan berakhir sia-sia dengan dirinya yang akan tragis karena di luar sana masih banyak orang yang lebih baik dari dirinya.


"Tapi dia memgatakan jika kamu pernah berhubungan dengannya Xavier..!" sentak Athena dengan suara yang sedikit tinggi.


"Sudahlah Tuan akui saja, toh aku juga lebih baik dan lebih canting di bandingkan wanita mur4h4n yang tidak tahu asal usulnya ini," kata wanita itu dengan senyum penuh kemenangan.


"Hei Nona lepaskan saja Tuan Xavier karena sampai kapanpun Tuan Xavier adalah milikku," ucap wanita itu dengan sinis.


Athena yang mendengarnya ngsung mendekat ke arah wanita itu dengan tatapan tajam siap membunuh.


"Katakan sekali lagi," desis Athena dengan suara rendah.


"Apa selain mur4h4n Nona juga tuli? Tapi baiklah akan aku ulangi, aku bialng jika Tuan Xavier adalah milikku bukan milik wanita mu..., Ahh"


PLAK


PLAK

__ADS_1


Dua tamparan keras melayang di wajah wanitaitu hingga wajahnay langsung berbalik ke arah samping. Cap 5 jari terlihat kentara di wajah wanita itu. Athena menatap sinis wanita yang kini menatapnay tajam setajam mata pisau.


"Kau...! Berani sekali wanita sepertimu menamparku..!"


Plak


Satu tamparan lagi mendarat di wajah wanita itu hingga terdengar suara Athena, "Kau harus ingat untuk batasan kau. Perlu kau ketahui nahlan jika aku membunuh kau disini tidak akan ada yang menghalanginya," sinis Athena.


"Kau pikir aku tidak tahu apa yang kau rencanakan he? Memisahkanku dengan dia? Apa kamu sudah tidak sayang nyawa? Aku tidak memperbolehkan siapapun untuk mengambil sesuatu yang sudah menjadi milikku baik itu barang maupun sesuatu yang hidup. Jangankan mengambil untuk berfikir saja aku tidak mengizinkannya. Pria yag tidur bersamamu itu bukan priaku tapi si brengs3k Elio..!"


Mendengar akan hal itu tentu saja membuat wanita itu menggelengkan kepalanya dengan keras.


"Bukan...! Pria yang tidur denganku adalah Tuan Xavier bukan pria lain...!" teriak wanita itu yang tidak terima karena di katakan jika ia tidur dengan pria lain.


"Enak saja, di kasih tahu malah ngeyel,"


"Jika aku tidal bisa memiliki Tuan Athena karena ada kamu maa kamu harus mati..!" teriak wanita itu yang langsung menerjang Athena.


"Babe,"


Bruk


"Honey bisakah nyawanya untuk aku saja,"


Uhukk uhukk

__ADS_1


__ADS_2