
Sinar pagi telah masuk ke dalam kamar Amora membuat tidur gadis itu terusik hingga terbangun. Seperti biasa Amora akan mengerjakan pekerjaannya sehari-hari setelah itu baru berangkat ke kantor.
Amora dengan langkah ringan berjalan ke arah pintu membuka pintunya dengan lebar. Namun, senyum lebar di wajah Amora langsung pudar saat melihat seseorang yang berdiri tegak di depan rumahnya.
"Untuk apa Tuan Kemari?" tanya Amora dengan ketus.
"Tentu saja untuk menjemput kekasihku." Jawab Xavier dengan pedenya.
Xavier dengan senyum full di wajahnya langsung mengambil tas Amora lalu menuntun gadis itu masuk ke dalam mobilnya. Sedangkan Amora hanya bisa menurut mengikuti kemauan dari pria arogant itu.
Amora bahkan merasa aneh dengan Xavier yang terus memasang senyuman di wajahnya. Namun menurut Amora bukannya terlihat tampan dengan tersenyum Xavier justru terlihat kaku dengan senyumannya itu.
"Dante cepat jalan, pastikan jalan yang kamu lalui itu tidak berlubang agar kekasihku tidak terganggu." Kata Xavier dengan dingin.
"Baik Bos." Dante segera menjalankan mobilnya dengan hati-hati.
"Aku tak pernah menyangka jika Bos akan benar benar jatuh cinta pada Nona Amora. Selama ini Bos Xavier tidak pernah menyukai seseorang apalagi mengejarnya tapi pada Nona Amora Bos bahkan terlihat sangat konyol. Walaupun harus aku akui jika Bos Xavier terlihat aneh dengan senyumnya itu." Kata Dante dalam hati melirik Xavier lewat kaca spion di depannya.
"Jika tidak bisa tersenyum maka tidak usah tersenyum." Ketus Amora dengan menatap aneh Xavier.
"Aku tersenyum hanya pada kamu saja agar aku terlihat tampan," balas Xavier dengan melebarkan senyumnya.
"Apanya yang tampan? Kamu itu terlihat seperti alien tahu?"
Pfffft
__ADS_1
Dante yang mendengar apa yang di katakan oleh Amora hampir saja tertawa jika tidak melihat tatapan tajam dan menusuk dari sang Bos.
"Tersenyum itu dari hati bukan hanya mengukir sebuah senyuman dari bibir yang justru terlihat seperti aneh dan hambar."
Deg
Xavier yang mendengar perkataan Amora tertegun sesaat. Matanya menatap Amora yang sedang menatapnya balik. Bibir yang tadinya tertarik ke atas segera merapat kembali.
Xavier sadar diri jika senyumnya memang terlihat aneh namun dia berharap Amora bisa melihatnya tampan. Namun, ternyata bahkan mata gadis di depannya itu tidak bisa untuk tidak melihat kehampaannya. Xavier menatap Amora semakin dalam dadanya berdebar kencang saat manik mata gadis itu membalas senyumannya.
"Dia hanya orang asing yang datang bahkan hubungan kami sebelumnya juga tidak baik tapi kenapa? Kenapa dia bisa memahami apa yang aku sembunyikan?" batin Xavier yang menatap nanar Amora yang hanya memasang wajah biasa saja.
"Jangan menatapku seperti itu karena aku bukan orang yang akan bersimpati pada kehidupan orang lain. Aku hanya tidak suka melihat seseorang berpura-pura tegar dan kuat. Sekuat apapun kita tetap manusia bukan robot yang tak punya hati," ucap Amora dengan panjang kali lebar.
"Lalu aku harus bagaimana?" Xavier mendongak menatap Amora yang sedang menatapnya.
Xavier yang merasakan tepukan di kepalanya langsung menarik bibirnya hingga membentuk sebuah senyuman sabil bulan. Walaupun tidak lebar tapi Amora sampai tertegun melihatnya.
"Apa sekarang aku sudah bisa menjadi kekasihmu?" tanya Xavier dengan senyum lebar di bibirnya.
TAKK
Amora yang tadinya sedang mengelus kepala Xavier langsung menampol kepala pria itu membuat Xavier meringis kesakitan.
"Dasar gila!" umpat Amora yang berbalik ke arah lain.
__ADS_1
"Aduh... Si Bos padahal bagus tuh lagi anteng-antengnya eh dia malah buat masalah." Batin Dante yang menggelengkan kepalanya.
Sedangkan Xavier yang melihat sifat Amora barusan hanya tersenyum tipis. Xavier senang karena Amora bisa memahaminya tanpa harus ia jelaskan dengan panjang kali lebar. Walaupun mungkin dari segi cara Amora yang kasar padanya tapi bagi Xavier itu membahagiakan.
"Aku yakin cepat atau lambat aku akan mendapatkan kamu Amora. Aku tidak tahu kamu siapa tapi bagiku sekarang kamu hanyalah wanita biasa yang menarik perhatianku dan mencuri sesuatu yang tak pernah aku rasakan sebelumnya. Aku akan membuatmu melihatku hingga tak melihat ke pria manapun lagi." Kata Xavier dalam hati dengan tekad yang kuat ingin mendapatkan Amora.
Setelah berkendara beberapa menit akhirnya sampai di perusahaan. Xavier yang melihat itu dengan gerakan cepat langsung membuka pintu lalu berlari ingin membukakan pintu mobil untuk Amora namun kalah cepat.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Amora dengan dahi yang mengkerut menatap aneh Xavier.
"Aku mau membukakan pintu untukmu tapi kamu malah sudah membukanya sendiri." Jawab Xavier datar.
"Oh"
Amora hanya mengeluarkan satu kata lalu masuk ke dalam perusahaan di ikuti Xavier dan Dante dari belakang.
"SELAMAT PAGI TUAN.....!"
Amora yang melihat para karyawan membungkukkan badannya langsung menoleh ke belakang ternyata Xavier dan Dante berada di belakangnya. Melihat itu Amora langsung berhenti hingga menyingkir dari jalan yang akan di lalui oleh Xavier dan Dante.
Xavier yang melihat Amora yang menghindar segera menarik pergelangan tangan gadis itu hingga tak bisa mengelak dan mengikuti langkah mereka menuju lift.
"Apa yang Tuan lakukan?" Amora mendongak menatap kesal Xavier yang menariknya.
"Bukankah kamu tidak suka jika harus di sembunyikan maka akan aku kabulkan. Aku akan memperlakukan kamu secara terang-terangan agar kamu tahu jika aku tidak main-main dengan ucapanku kemarin."
__ADS_1
Amora dan Xavier saling menatap tajam satu sama lain membuat Dante merasa sesak dengan aura yang di keluarkan kedua orang itu.