
Dengan langkah pasti dan tangan yang saling bergandengan Xavier masuk ke dalam perusahaan miliknya dengan Athena di samping. Masuk sang pewaris di perusahaan itu membuat semua karyawan pada bergosip ria. Tak pernah menyangka jika pemilik perusahaan ini kembali dengan membawa seorang wanita yang cantik setelah menghilang selama bertahun-tahun.
“Itu benar-benar Tuan Xavier kan?”
‘‘Kau kira siapa lagi jika bukan Tuan Xavier?”
‘‘Apa wanita itu kekasih Tuan Xavier? Sangat cantik dan anggun,”
“Mereka benar-benar serasi, yang satu cantik yang satunya lagi tampan mereka paket komplit,”
“Aku tak menyangka jika Tuan Xavier akan memiliki kekasih yang secantik seperti bidadari itu,’’
‘‘Hatiku langsung patah, aku tidak akan pernah mendapatkan Tuan Xavier,”
“Cih kamu memang tidak akan pernah mendapatkannya. Hanya dengan sifat dinginnya saja Tuan Xavier kamu sudah tidak akan mampu menarik perhatiannya apalagi dengan hadirnya Nona yang sangat cantik itu. benar-benar tidak akan pernah lagi,” ucap salah satu pria yang langsung disambut gelak tawa oleh mereka semua.
“Gawat aku harus melaporkannya pada Nona Cloe tentang hal ini,” batin salah satu wanita yang berdiri di kumpulan orang-orang itu.
Sedangkan Athena yang mendengar hal itu hanya bersikap acuh toh dia yakin tidak akan ada yang bisa menarik perhatian Xavier.
Lalu bagaimana jika ada yang berhasil menariknya/
“Tentu saja aku akan membunuhnya,” kata Athena dalam hati yang tersenyum misterius.
Xavier membawa Athena masuk ke dalam lift khusus yang sering dia lalu bersama dengan Dante karena lift itu hanya khusus Ceo dan juga Asisitennya.
“Kenapa kamu tersenyum seperti itu?” tanya Xavier yang merapikan rambut AThena yang sedikit berantakan.
“Hanya memikirkan nasib orang yang ingin merebutmu dariku,” jawab Athena jujur tak lupa dengan senyum kecil di bibirnya.
“Aku tidak akan berpaling babe,”
“Walau kau berpaling aku akan pasti melakukan hal yang menyenangkan sama wanita yang menarik perhatian kamu itu,” balas Athena dengan enteng dan juga senyum manis di bibirnya.
Glek
__ADS_1
Xavier yang mendengarnya langsung menelan ludah kasar. Jangankan untuk melirik wanita lain memikirkannya saja tidak pernah terfikirkan di kepala Xavier. Bagaimana bisa dia akan berpaling dan berpindah hati setelah mencintai Athena 10 tahun lebih.
“Aku tidak akan melakukan hal bodoh itu Babe, untuk mendapatkan kamu saja usahanya sudah luar biasa bagaimana bisa aku mencari wanita lain,” kata Xavier dalam hatinya.
“Kamu tenang saja babe, aku tidak akan melakukan hal bodoh macam itu,” kata Xavier dengan memeluk AThena dari belakang.
“Karena sekali aku lepaskan kamu maka ratusan pria di luar sana akan berlomba-lomba untuk mendapatkan kmau babe. Wanita semenarik dan sesempurna kamu snagat mudah mendapatkan penggantiku nanti,” kata Xavier dalam hati.
Ting
Xavier melepaskan pelukannya dari Athena beralih menggenggam tangan Athena membawanya keluar dari lift.
“Tuan,”
“Eh kau Dante kenapa kamu tidak ikut masuk ke dalam lift?” tanya Xavier karena sang Asisten berada di depan lift padahal biasanya mereka juga masuk ke dalam lift yang sama.
“Mau masuk gimana saat turun dari mobil pun Tuan sudah lupa akan dengan saya. Belum lagi di lift malah langsung pencet saja hingga saya di tinggalkan,”
Ingin rasanya Dante mengeluarkan apa yang ada di kepalanya saat ini namun mengingat Tuannya itu bisa mengamuk kapan saja membuat Dante hanya bisa menahan amarah dan juga kekesalannya.
“Oh baguslah jadi di dalam lift tidak ada pengganggu seperti kamu,” ketus Xavier dengan enteng.
Tanpa rtasa bersalah sedikitpun Xavier menarik lembut tangan Athena lalu berlalu pergi tanpa memperdulikan keberadaan Dante. Dante yang melihat itu rasanya ingin sekali mengumpat tapi sayang nyawa. Bagi Dante mau Xavier ataupun Athena semuanya sama saja mereka adalah predator.
“Mau marah yah percuma ujung-ujungnya malah aku yang jadi tumbal kan ngeri sendiri,” kata Dante dalam hati yang mengikut Xavier dari belakang.
“Babe kamu duduk disini dulu ya, aku ada meeting penting,” kata Xavier yang mendudukan Athena di kursi kebesarannya.
“Hm pergilah, tapi jangan lupakan cemilanku,” kata Athena yang menatap pemandangan di luar lewat kaca yang tembus di luar.
“Akan aku siapkan babe,” ucap Xavier yang mengecup lembut kening sang kekasih.
Cekjlek
“Tuan,” Dante masuk ke dalam ruangan Xavier.
__ADS_1
“Ada apa?”
“Meeting akan diadakan 5 menit lagi,” ujar Dante dengan suara satar.
“Aku tahu, siapkan semuanya dan jangan lupa cemilan wanitaku…!” kata Xavier yang menekan kata akhir kalimatnya.
“Baik Tuan,”
Dante lagi lagi keluar dari ruangan Xavier untuk mencarikan apa yang dibutuhkan eh sang Nyonya.
"Babe aku pergi dulu kamu tunggu disini, jangan kemana-mana,"
"Iya," jawab Athena yang acuh tak acuh karena sedang memandang pemandangan di luar sana.
Xavier hanya tersenyum tipis sebelum segera berbalik lalu keluar dari ruangan itu. Sedangkan Athena yang di tinggal sendiri langsung menatap ke sekelilingnya. Ternyata ruangan itu telah di ubah oleh Xavier hingga tidak seperti semula lagi saat Elio menempati ruangan itu.
Di tempat lain cloe yang sedang memikirkan rencana untuk mendekati Xavier kembali mendapatkan telfon dari salah satu orang yang dia simpan do perusahaan Xavier. Merasa ada kabar baik Cloe tanpa ragu langsung menekan ikon hijau di ponselnya.
"Hallo…, bagaimana apa ada kabar baik?" Tanya Cloe dengan senyum manis dan binatang mata yang bahagia.
Namun binar kebahagiaan di wajah Cleo langsung memudar saat mendengar apa yang dikatakan orang di seberang sana.
“Nona ini bukan kabar bahagia akan tetapi seperti kabar buruk untuk Nona,” Ucap orang yang berada di seberang telepon sana.
“ Memangnya ada masalah apa? Apa Xavier tidak lagi datang ke perusahaan? Lalu Jika seperti itu untuk apa kamu menghubungiku?” kesal kesal Cleo karena merasa dipermainkan.
“Bukan seperti itu Nona Cleo, saat ini Tuan Xavier datang ke perusahaan. Akan tetapi Tuan Xavier datang ke perusahaan dengan membawa seorang wanita cantik. Tak hanya itu terlihat juga jika Tuan Xavier memperlakukan wanita itu dengan sangat lembut bahkan sampai menggandeng mesra tangannya,” terang wanita di seberang telepon sana.
Cleo yang mendengar penuturan dari orang sebagai mata-matanya di perusahaan itu langsung mengepalkan tangannya dengan kuat. Dirinya sangat tidak terima jika pria yang dicintainya membawa wanita lain bahkan sampai menggandengnya dengan mesra di tempat yang ramai. Selama ini walaupun Cleo dan Xavier sudah bertunangan akan tetapi tak pernah sekalipun Xavier memperlakukannya dengan lembut. Jangankan memperlakukannya dengan lembut untuk menatapnya saja pria itu tidak pernah melakukannya.
“ Bagaimana bisa akan hal itu terjadi? Apa kamu yakin jika yang digandeng oleh Xavier itu adalah seorang wanita? Kamu tidak mungkin berbohong bukan?” cerca Cleo pada wanita itu yang menolak percaya pada kenyataan yang didengarnya.
“Demi ibu saya, saya mengatakan yang sebenarnya Nona. Saya tidak mungkin buta ataupun salah melihat saya jelas-jelas melihat dengan mata kepala saya sendiri jika Tuan Xavier membawa seorang wanita masuk ke dalam perusahaan. Bahkan teman-teman saya juga melihatnya secara terang-terangan.”
AAAAAAAA
__ADS_1