Love Story Queen Athena

Love Story Queen Athena
BAB 90


__ADS_3

"Paling cepat 2 bulan anda sudah bisa berjalan Normal Tuan," kata Rey lagi.


"Tidak, aku ingin 1 bulan."


Sontak saja hal itu membuat Rey gelagapan sendiri bagaimana tidak Mr X dengan seenak jidatnya meminta 1 bulan sedangkan kakinya itu mati rasa.


"Tapi Tuan..,"


"Aku tidak mau tahu pokoknya harus 1 bulan," teriak Mr X dengan amarah yang meliuap-luap.


'Aku harus cepat bisa berjalan lalu keluar untuk membalas dendam kepada si kerparat itu. Saat ini waktuku menipis aku takut Amora benar-benar di jodohkan. Jika aku terlambat maka akan sangat sulit membawa Amora di sisiku karena kekuasaan Tuan Kenzo lebih besar daripada aku. Jika Tuan Kenzo mungkin bisa aku lawan karena perbedaan kekuatan dari segi fisik namun jika Kakak laki-laki Athena apa masih bisa aku kalahkan? Menghadapi mereka sama saja menghadapi monstre.' kata Mr X dalam hatinya.


"Saya periksa kaki Tuan dulu," Rey segera berjongkok lalu memukul mukul kaki Mr X dengan pukulan yang ringan.


"Apa Tuan merasakannya?" tanya Rey yang menoleh ke arah Mr X.


"Tambah kekuatannya," kata Mr X.


Rey hanya bisa diam menurut apa yang di katakan oleh Mr X lalu mulai memukul jari-jari kaki dan juga betis Mr X dengan sedikit keras..


"Aku merasakannya..!" ucap Mr X dengan datar.


Rey yang sedang mengetuk kaki Mr X langsung menghentikan pergerakannya saat mendengar apa yang di katakan oleh Mr X. Namun karena merasa pendengarannya yang mungkin salah dengar membuat Rey tidak menghiraukan hal itu.


"Aku merasakannya..!"

__ADS_1


Rey yang mendengar itu lagi langsung mendongak menatap sang Tuan.


"Saya tidak salah dengar? Tuan merasakan ini?" Rey langsung mengetuk betis Mr X yang langsung di balas ringisan kecil Mr X karena Rey memukulnya terlalu keras tadi.


"Tuan benar merasakannya? Maaf saya terlalu bersemangat hingga memukul kaki anda terlalu kencang." Rey segera meminta maaf karena terlalu bersemangat membuat pria itu memukul keras kaki Mr X.


"Jadi bagaimana? Kau bisa membuatku berjalan 1 bulan lagi bukan?" tanya Mr X yang meminta kepastian.


"Akan saya lakukan Tuan, tunggu disini saya akan segera mengambil obat yang telah saya racik."


Setelah berkata seperti itu Rey langsung berbalik berlari keluar dari ruangan itu. Sedangkan Mr X untuk sesaat senyum tipis muncul di bibirnya saat menyadari jika dia akan bisa berjalan 1 bulan lagi.


Hoshh hosh hosh


Rey kembali masuk ke dalam ruangan itu dengan suara napas yang ngos-ngosan karena berlari kesana kemari untuk mencari obat yang di maksut.


Mr X hanya terdiam sebelum mengambil kedua botol beda warna itu meletakkannya di atas meja.


"Duduklah ada hal yang harus aku bicarakan," kata mR X dengan dingin.


Tara dan Rey hanya saling melirik sebelum duduk di depan Mr X yang sepertinya sangat ingiun menyampaikan hal yang sangat serius.


"Bagaimana apa kalian sudah bisa mendapat informasi dari kedua orang itu?" tanya Mr X dengan sangat dingin.


"Maaf bos saya belum menemukan apa-apa, dia juga sudah 2 minggu ini tidak ada kabar apapun. Hanya saja menurut mata-mata yang mengawasi nya orang itu hanya terus mengikuti kemanapun pria keparat itu pergi,." Jawab Tara yang dengan jujur.

__ADS_1


"Lalu bagaimana denga saudaramu Rey?" Mr X beralih menatap Rey yang hanya tertunduk.


"Saya juga tidak mendapatkan informasi apapun Tuan, terakhir 1 minggu yang lalu dia memberi kabar jika di markas ada penghianat dari kelompok musuh membuat anggota hampir setengah tumbang karena racun itu. Setelah itu dia menghilang dan tidak tahu sampai kapan akan mengirim informasi lagi kepada kami. Kami berdua juga tidak bisa menghubungi mereka karena itu akan sangat berbahaya nanti." Terang Rey.


Mr X jawaban dari dua orang kepercayaannya itu tidak tahu harus berbuat apa dan menanggapi seperti apa perihal ini. Terdengar helaan napas berat Mr X yang menandakan jika dia juga saat ini dalam keadaan yang berpikir keras.


"Bagaimana jika nanti kalian akan berperang dengan sahabat dan saudara kalian sendiri? Siapa yang akan kalian pilih di antara saya dan juga saudara serta sahabat kalian?"


Mr X sengaja melempar pertanyaan seperti itu karena pada akhirnya situasi ini tidak bisa di anggap remeh. Tara dan Rey adalah orang kepercayaannya begitu pula 2 orang lainnya yang entah siapa tapi mereka anak buahnya juga. Namun, apa mereka saat ini masih ada di pihaknya setelah berada di pihak orang lain selama 5 tahun?


Di dunia bisnis maupun dunia bawah seperti Mafia sudah biasa adanya pengkhianatan sesama anggota. Walau dari awal mereka adalah anak buahnya. Akan tetapi tak ada yang menjamin hati manusia tidak akan berubah atau berpaling.


"Aku tak menyebut mereka seorang penghianat tapi kalian sendiri yang mengetahui keadaannya yang sebenarnya. Mereka sudah 5 tahun tidak berada di sisiku melainkan ada di pihak lain. Walau awalnya kalian mengutus mereka untuk berada di pihakku tapi tak ada yang menjamin hati manusia akan menetap bukan?"


Mendengar itu baik Tara maupun Rey keduanya memilih bungkam tanpa mengeluarkan suara sedikitpun dengan kepala yang tertunduk. Ini memang hanya sebuah pertanyaan namun ebenarnya itu adalah petunjuk jika ada kemungkinan itu akan terjadi.


Kondisi seperti ini benar-benar membuat mereka berada di atas pilihan yang sulit untuk di pilih. Di satu sisi saudara dan sahabat mereka sedangkan di sisi lain ada orang yang membuat mereka mengetahui arti hidup yang sesungguhnya.


"Saya akan tetap berdiri di pihak Tuan walau saya harus membunuh sahabat saya sendiri. Jika mereka sadar diri apapun yang terjadi mereka tidak akan pernah berpaling dari Tuan." Kata Tara dengan tegas dan yakin pada jawabannya.


"Mungkin di sisi ini saya adalah yang paling berat menentukan pilihan bukan begitu Tuan?" Rey menatap miris Mr X yang hanya berwajah datar.


"Saya tidak peduli jika perang suadara akan terjadi bahkan jika harus saling membunuh saya akan berada di belakang anda, berdiri di pihak anda menjadi salah satu pelindung anda walau saya harus merenggut nyawa saudara saya sendiri. Manusia yang tak lupa akan balas budi, manusia yang selalu mengingat siapa dirinya, manusia yang sadar diri, tidak akan pernah mengkhianati hasilnya. Karena pada kata kasarnya kami hanya budak untuk Tuan namun Tuan memperlakukan kami semua dengan baik."


"Kami tidak akan mundur walau harus saling membunuh dengan darah kami sendiri..!"

__ADS_1


"Aku pegang ucapan kalian."


Untuk Part pertemuan pertama Mr X dan Athena mau di buat Flashback atau tidak? Kalau setuju silahkan komen di kolom komentar biar Othor buatkan jika tidak akan Author lanjutkan lagi


__ADS_2