Love Story Queen Athena

Love Story Queen Athena
bab 170


__ADS_3

“Apa maksudmu ha…? Kau ingin menghamili wanita ku begitu?” teriak Xavier.


“Mampus aku,” guman Roy dengan membuang muka.


“Keluar dan bersihkan kandang Wolf…!” teriak Xavier dengan suara yang tinggi.


“Oh **** aku benar-benar akan habis,” kata Roy dalam hati dengan berjalan keluar dari ruangan sang Bos.


Jika Xavier sedang mengamuk maka berbeda dengan Li Shang Yue yang sedang duduk tenang di depan laptop. Tangannya dengan lihat bergerak bebas di atas keyboard hingga beberapa saat kemudian sebuah senyum miring terbit dari bibirnya.


“Dapet kau kecoa jelek, dasar biawak…!” gerutu Athena.


“Mau bersembunyi he? Lihat apa yang akan aku berikan untukmu,” kata Athena dengan senyum iblisnya.


Dengan gerakan cepat Athena keluar dari halaman itu lalu tangannya dengan gerakan lincah menari-nari di atas keyboard hingga kini mulai menunjukan pergerakan grafik yang ternyata itu adalah permainan saham.


Dengan senyum liciknya Athena mulai mengotak atik laptopnya hingga detik berikutnya Athena langsung bertepuk tangan.


‘Mau bermain-main denganku akan aku pangkas kau sampai akar,” kata Athena dengan bertepuk tangan.


Rania yang cukup penasaran dengan apa yang dilakukan oleh sang Nona muda langsung saja mengintipnya. Detik berikutnya senyum Rania langsung muncul saat mengetahui apa yag sedang dilakukan oleh Athena.


“Sudah ku duga berusan dengan Nona Athena sama saja mencari mati,” kata RAnia dalam hati dengan melirik Athena yang sedang memainkan ponselnya.


“Kau ingin bersembunyi maka biarlah keadaan yang memaksa kau untuk muncul,” guman Athena dengan senyum miring di bibirnya.


Sedangkan di tempat lain seorang pria paruh baya langsung berkeringat dingin saat semua data-data perusahaan bocor begitu saja di internet.

__ADS_1


Karena data-data yang tersebar luas membuat semua data termaksud dengan penggelapan dana setiap perusahaan yang bekerja sama dengan mereka juga tersebar. Kebenaran itu tentu saja membuat dan memacu pergerakan cepat di media sosial membuat saham perusahaan menurun dratis.


“Sial, apa yang terjadi kenapa seperti ini?” teriak pria paruh baya frustasi karena perusahaannya sekarang di ambang kebangkrutan.


Ceklek


‘Tuan…,”


“APALAGI?’ bentak pria paruh baya itu.


“Harga saham menurun dratis Tuan bahkan para pemegang saham saling menelfon untuk memastikan keadaan. Bahkan ada yang sudah menjual saham mereka dengan harga murah,” kata pria itu.


“APA…?”


Pria paruh baya itu langsung membulatkan  mata dengan wajah yang sudah pucat pasi. Bagaimana para pemegang saham justru menjual saham mereka di saat seperti ini.


“Tuan, Tuan gawat Tuan…!” teriak orang yang baru masuk ke dalam ruangan itu.


“Ada apa kenapa kau berteriak seperti itu?” tanya pria paruh baya itu yang mengatur napasnya agar tetap stabil dan juga tidak.


Pria paruh baya itu hanya bisa berharap semoga saja kabar yang dibawah anak buahnya itu tidaklah membuatnya syok setengah mati nanti.


‘’‘Tuan Adrian ada sebuah pesan yang di tujuhkan kepada anda,” kata orang itu.


“Surat apa?” tanya Adrian dengan tenang.


“Pesannya ada di ruangan It Tuan,’ kata pria itu.

__ADS_1


“Ya sudajh kita kesana sekarang juga,” kata Adrian.


Dengan langkah malasnya Adrian langsung berjalan ke arah luar menuju ruangan IT perusahaannya. Sampai di ruangan itu Adrian langsung masuk ke dalam ruangan itu. Matanya menatap tajam setiap para pekerjanya karena tidak ada pesan yang dimaksud itu.


“Dimana pesannya?” tanya Adrian dengan marah.


Pria yang melapor pada Adrian itu kembali ke mejanya lalu menekan sesuatu di laptopnya. Terlihat sebuah tulisan yang membuat Adrian membulatkan mata.


Jika ingin menyalahkan kenapa perusahaanmu seperti ini maka salahkan saja anak kesayanganmu itu yang sudah berani menyerangku dan mengusikku…!


Queenzi Athena Amora Keano


Deg


Adrian memegang dadanya ayng terasa sesak dan juga perih secara bersamaan. Bagaimana putrinya bisa menyinggung Nona matahari Keano yang sangat berkuasa itu.


“Cleo…! Apa yang sudah amu lakukan…?” geram Adrian yang langsung menghubungi sang Putri yang ternyata adalah Cleo.


“Dad…,”


“APA YANG SUDAH KAU KUKAN ANAK SIALAN HA…? KAU MEMBUAT PERUSAHAANKU BANGKRUT DALAM HITUNGAN MENIT. SELAMA INI AKU MEMBEBASKAN KAMU MELAKUKAN APAPUN YANG KAMU MAU TAPI BUKAN BERARTI KAMU MENYINGGUNG MATAHARI KEANO. DASAR ANAK BODOH…! DIMANA KAMU HA…?”


Cleo yang berada di sebrang sana tertegun mendengar sang ayah yang membentaknya. Selama ini semarah dan sekesal apapun Adrian padanya maka tidak akan pernah bisa membentaknya. Sekarang lihatlah dia sekarang emmbentak dirinya.


“Daddy tidak mau tahu besok kamu harus sudah berada di mension. Jika tidak akan kamu tahu apa akibatnya,” ancam Adrian yang mematikan sambungan telfonnya.


 

__ADS_1


__ADS_2