
Jleb
Jleb
''AH MATAKU....!" wanita itu langsung berteriak kesakitan saat kedua matanya tiba-tiba di tusuk oleh Xavier.
Sedangkan Xavier yang mendengar suara teriakan kesakitan dari sang wanita bukannya berhenti justru semakin tersenyum senang. Xavier dengar segera menarik pechan kaca itu dari mata sang wanita lalu di tusukannya dalam paha wanita itu.
Jleb
''Aaaaa am..ampun Tuan hiks,'' wanuta itu yang tak bisa melihat hanya bisa menangis dan memohon ampun pada Xavier agar mau melepaskannya.
''Kenapa menangis hm? Bukannya kau tadi ingin sekali bermain? Baiklah mari kita bermain tapi permainannya yang permainan berdarah ya. Ini akan nikmat kok pasti kamu akan berteriak kesenangan,'' ucap Xavier yang terdengar mengerikan.
Xavier dengan pelan menarik pecahan kaca di tangannya itu. Akan tetapi, bukan menarik dengan mencabutnya melainkan menarik ke arah bawah hingga luka wanita itu semakin memanjang.
__ADS_1
''Ah Tuan hen..hentikan hiks Tuan...,''
''DIAM SIALAN...! BUKANNYA KAU INGIN INI MAKA AKAN AKU BERIKAN. SEKARANG DIAM ATAU LEHERMU AKU GOROK DENNGAN PEAHAN KACA INI..!'' bentak Xavier yang menarik kasar rambut wanita itu tak hanya itu, Xavier bahkan dengan santainya menarik keras pecahan kaca hingga semakin memanjang.
''Aku benar-benar menyesal menerima tawaran dari nyonya itu, aku lebih mati di tabrak mobil di bandingkan dengan mati seperti ini,'' teriak wanita itu yang membuat Xavier kaget.
Brukk
''Dasar wanita bodoh kau membuatku kaget sialan...!'' teriak Xavier yang langsung membenturkan kepala wanita itu dengan kuat di arah meja hingga kini kening sang wanita semakin terluka.
''Harusnya kau tahu siapa yang mmengajakmu wanita bodoh. Kau tahu walau kau berumur panjang jika sudah berurusan dengan Nyonya Alisya sama saja dengan mencari mati. Bayaran tinggi itu adalah ahrga nyawamu tahu..!'' ucap Xavier dengan sinis.
''Mom itu wanitanya di bunuh loh,'' kata Kaisar yang jaget karena melihat Xavier yang sedang memotong telinga sang wanita menggunakan pecahan kaca.
''Ck biarkan saja, aku menyuruhnya untuk hnaya berdiam diri saja bukan malah menggoda Xavier. Lihat, bahkan aku sudah memperingatinya tadi agar tidak meleati batasnya. Akan tetapi, apa yang dia lakukan? Selain menggoda Xavier wanita sialan itu juga menghina putriku,'' kesal Allisya yang mendengar sang wanita bayaran yang menjelekan sang putri.
__ADS_1
''Bukannya kamu yang menyewanya sayang? Ini kan rencana kamu,'' ucap Kenzo dengan nada lembut.
Kedua pria itu tidak ingin membuat kekesalan sang ratu berakhir di mereka. Jadi, mereka mengingatkan kemabali jika semua itu adalah rencana dari Alisya sendiri yang tidak ingin di bantah.
''Aku menyewanya tapi hanya untuk diam saja. Dan lagi aku tidak menyuruhnya membuka pakaiannya seperti itu,'' kesal Alisya yang bukannya meredah malah bertambah.
Kaisar yang melihat sepertinya sang Ratu akan mengamuk langsung saja menjauh dan mendekati sang ayah.
''Dad ini gimana? Kenapa mommy seperti bau-ba orang yang ingin mengamuk,'' bisik Kaisar pada Kenzoo.
''Suttts diamlah, jangan mencari masalah. Kita akan habis jika mommy sudah megamuk semua ini salah wanita sialan itu,'' kata Kenzo dengan nada rendah takut di dengar oleh Alisya.
''GOROK SAJA..! AYO GOROK...!'' teriak Alisya yang penuh semangat.
Kenzo dan Kaisar langsung menoleh ke arah asal suara dimana Alisya yang berteriak semangata melihat Xavier yang menyiksa wanita bayaran itu.
__ADS_1
Kembali ke tempat Xavier yang sedang menggorok leher wanita bayaran itu hingga tewas dengan darah yang memuncrat dan mengalir deras membasahi lantai. Xavier yang merasakan kepalanya berdenyut langsung berdiri dan berjalan sempoyongan menuju kamar mandi. Sampai di kamar mandi Xavier langsung berdiri di bawa shower membasahi dirinya dengan air dingin.
''Tunggu aku babe, aku akan datang menjemputnmu,'' bisik Xavier yang langsung menggoreskan kaca di tangannya .