Love Story Queen Athena

Love Story Queen Athena
bab 191


__ADS_3

"Aku tidak yakin anggota tubuhnya masih utuh atau tidak," kata Dante.


Deg


Mendengar hal itu tentu saja mereka semua manggung menganggukkan kepala. Athena adalah wanita yang sulit di tebak dan apapun yang dia inginkan maka dia akan lakukan tanpa peduli konsekuensinya apa. Baginya jika sudah mengusiknya atau bermain dengannya maka jangan salahkan dia jika dia membalas dendam dengan cara yang tak pernah terfikirkan oleh akal manusia.


"Kau benar Dante, aku juga tidak yakin jika saat ini wanita jahat itu masih utuh. Mengingat bagaimana menyeramkannya Nona Athena," kata Rey dengan bergidik ngeri.


"Aku justru berfikir saat ini wanita jahat itu sudah mati dengan keadaan yang mengenakan," sahut Tara dengan santai.


"Tentu saja sudah mati, jika dia mati dalam keadaan utuh harusnya wanita jahat itu mengucapkan terima kasih pada Nona Athena di akhirat nanti," kata Dante dengan seringaian keji.


Sedangkan di tempat lain Xavier tertidur lelap dengan memeluk sang pujaan hari yang berada dalam pelukannya.


****


Sinar matahari masuk dalam kamar nuansa hitam dan gold itu hingga membangunkan tidur seorang pria yang sedang memeluk wanita di dekapannya.


"Sudah pagi? Kenapa secepat ini? Aku belum puas memeluknya," guman Xavier yang menatap Athena penuh cinta yang masih terletak dalam tidurnya.


Tangan Xavier terangkat merapikan helaian rambut Athena sebelum mengecup kening sang kekasih.


Cup


Cup


Cup


Cup

__ADS_1


Cup


Tak hanya kening ternyata Xavier juga mengecup pipi, hidung hingga bibir tipis Athena. Pria itu sangat memuja wanita yang ada dalam delapannya itu.


Dengan penuh kehati-hatian Xavier memindahkan kepala Athena di bantal lalu menarik tangannya.


"Andaikan aku tidak sedang terpepet dengan waktu aku akan diam diri disini menunggu kau bangun. Sayangnya aku harus segera kuat agar bisa membawa kamu masuk dalam pelukanku seutuhhnya," batin Xavier.


Dengan langkah pelan xavier turun dari tanjanempuk itu lalu berjalan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.


Beberapa menit kemudian Xavier kembali keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk di pinggangnya saja. Pria itu dengan santai berjalan ke arah walk in close untuk mencari pakaiannya.


Sedangkan Athena yang sedang terletak langsung bangun saat merasakan cahaya yang mengilau matanya. Dengan gerakan pelan Athena membuka matanya hingga detik berikutnya pemilik mata indah itu kini langsung terbangun sempurna. Athena mengerjapkan matanya berulang kali guna menyesuaikan cahaya yang masuk dalam matanya.


Hoammmm


Athena merenggangkan kedua tangannya dengan tinggi-tinggi hingga terdengar suara retakan seperti retakan tulang.


Afhena mengalihkan atensinya ke arah asal suara yang ternyata adalah Xavier. Xavier berjalan mendekati Athena yang sedang bersandar di kepala ranjang itu. Pria itu sudah terlihat rapi dan sangat gagah menggunakan pakaian formalnya emmbuat Athena terpesona karenanya.


Cup


"Good miring babe," bisik Xavier yang mengecup singkat binir sang kekasih.


"Good mornong too," balas Athena yang tersenyum manis ke arah Xavier.


"Jangan tersenyum seperti itu pada pria lain oke?" Xavier menatap tajam Athena memberitahunya untuk tidak tersenyum pada sembarangan pria.


"Memangnya kenapa Lio?" Tanya Athena dengan salah polosnya.

__ADS_1


"Pokoknya tidak boleh, apapun yang terjadi kamu tidak boleh tersenyum manis seperti itunpasa orang g lain. Terutama pria kamu di larang keras jntuk tersenyum seperti itu. Jika kamu tersenyum aku akan menghukummu," kata Xavier hang memberi ultimatum pada sang kekasih.


"Aku tahu, sekali kau tersenyum mereka akan langsung menggilaimu. Jika itu pria aku yakin dia akan langsung jatuh cinta padamu babe. No…! Itu tidak boleh ada yang merebutmu dariku. Aku tidaka kan membiarkan pria lain di luar sana mencoba mendekatimu bahkan di jarak 1 meterpun aku akan menendang mereka semua," kata Xavier dalam hati.


Jiwa posesif pria itu merontah-robtah membayangkan banyaknya pria yang akan mendekati sang pujaan hati. Belum lagi jika mereka jauh di atasnya bagaimana pikir Xavier yang semakin gila.


"Babe kau tidak boleh tersenyum oke..!" Kata Xavier dengan tegas.


"Hm ya ya ya, terserah kamu saja Lio. Lalu kenapa kau tidak memakai darimu?" Tanya Athena yang melihat jika dasi sang kekasih belum terpasang.


"Ah ini …, tolong pasangan babe," Xavier memberikan dasinya pada Athena lalu menunduk agar Athena tak perlu berdiri untuk memasangkannya dasi.


"Haruskah akh membekukan dasi? Ah tidak hanya dasi tapi sepertinya juga setelah aku harus membelikan mu juga?" kaya Athena dengan gerakan tangan terus memakaikan dasi Xavier.


"Memangnya kenapa babe?" Tanya xavier yang tidak mengerti apa maksud dari Athena.


Matanya menunduk melihat pakaiannya uang masih baru dan begitu juga dasinya yang baru dia pakai.


"Apanya yang kenapa? Lihat, bahkan dari semua barangmu hanya ada hitam dan juga putih selain itu tidak ada warna lain selain dua warna itu. Apa kamu benar-benar tidak tahu ada warna lain selain dua warna yang selalu kau pilih itu,?" Tanya Athena dengan kesal.


Xavier yang mendengar penuturan sang kekasih banyak menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Mau membalas pun Xavier tidak bisa karena memang apa yang dikatakan oleh sang kekasih benar adanya. Ia hanya memiliki pakaian yang rata-rata hanya ada warna hitam dan putih tdk ada warna lainnya.


"Aku memang hanya menyukai warna itu babe," kata Xavier dengan menggaruk kepalanya.


"Cih, kau ingin pergi ngelayat atau mau ke pernikahan? Atau mau memperingati hari kematian tiap hari? Kematian siapa yang kau peringati?"


Athena menatap sinis Xavier yang kini terdiam kaku bersamaan dengan dasinya yang telah selesai Athena pasang.


"Ambil ini, belanja apapun yang kau mau," kata Xavier yang menyodorkan sebuah Blackard pada Athena.

__ADS_1


"Terima kasih, aku memang miskin saat ini," ucap Athena datang dengan senang hati menerima kartu pemberian Xavier.


"Aku berangkat dulu, jangan lupa kabari aku jika kamu keluar nanti," pamit Xavier yang langsung mengecup kening Athena lalu berjalan keluar dari kamarnya.


__ADS_2