
"Babe, aku sangat menginginkanmu. Sangat-sangat menginginkanmu Babe," bisik Xavier di depan bibir Athena.
Athena mendongak menatap intens Xavier yang sedang menatapnya dengan tatapan sangat dalam dan juga kabut gairah terlihat jelas di dalam mata pemilik nama lengkap Xavier Achellio Argantara itu.
Cup
"Aku pakai pakaian dulu," kata Xavier yang langsung beranjak bangun dari atas Athena.
Namun, saat akan bangun tangannya Xavier langsung di cengkram Athena. Xavier yang merasakan cengkraman pada tangannya langsung menunduk menatap bingung ke arah sang kekasih.
"Kenapa?" Lirih Athena menatap Xavier dengan tatapan yang sulit di artikan.
Kenapa? Bukankah xavier yang mengatakannya jika dia menginginkannya? Lalu kenapa sekarang Xavier juga yang pergi. Athena tidak tahu harus berekspresi seperti apa untuk mengetahui apa yang ada di dalam otak kekasihnya itu.
"Tidak Babe, aku tidak akan merusak tanpa izin dari daddymu. Aku sadar saat ini kamu masih milik daddy mu. Dia yang berhak atas dirimu oleh karena itu, selagi kau ada bersamamu aku akan menjagamu. Aku akan menjaga dan melindungi mu hingga aku mendengar dari mulut daddy mu sendiri yang menyerahkan mu padaku. Aku tidak akan merusak hanya karena egoisanku," ucap Xavier dengan lembut.
__ADS_1
Athena…
Wanita itu menatap Xavier dengan tatapan haru dan juga kagum. Pengakuan dan perlakuan Xavier adalah salah satu bukti cinta yang sesungguhnya. Cinta sejati yang sesuangguadakah melindungi dan menjaga wanita yang di cintai. Bukan malah merusaknya dengan mengatasi namakan cinta. Pada dasarnya nafsu dan cinta itu hanya beda tipis.
Saking tipisnya kadang kalah banyak orang yang sering mengatakan jika dengan bisa melakukan hubungan ini itu tanpa ada ikatan. Yang sah adalah bukti jika mereka saling mencintai tanpa sadar jika itu hanya nafsu semata.
"Kamu tunggu disini, aku harus memakai dulu pakaiannya," kata Xavier yang langsung turun dari ranjangnya berjalan ke arah walk in close.
Athena yang di tinggalkan Xavier langsung memegang dadanya yang berdebar kencang karena pengakuan Xavier yang begitu dalam dan juga sangat terlihat tulus padanya.
Di tempat lain di lantai bawah terlihat Riko menelfon seseorang yang ternata tak lain dan bukan adalah Kaisar.
"Bagaimana kemampuannya?" Tanya Kaisar balik di seberang sana.
"Lumayan Tuan, dia sudah bisa menjatuhkan saya," jawab Riko tegas.
__ADS_1
"Bagus, kembalilah besok aku akan mengirimkan mu pesawat pribadi untuk menjemputmu disana,"
"Tidak perlu Tuan, saya bisa naik ke pesawat pada umumnya,"
"Baiklah jika seperti itu,"
Tut
Kaisar mematikan ponselnya menatap kedua orang yang sejak tadi mendengar apa yang mereka bahas dengan Riko.
"Apa dia pria yang baik?" Tanya seorang wanita paruh baya dengan meremas tangannya sendiri.
Sosok wanita paruh baya yang sudah tidak muda lagi itu adalah Alisya. Sebagai seorang ibu tentu saja dia mengkhawatirkan masa depan anak-anaknya terutama Athena yang memang sangat nakal dan juga sangat susah di atur. Alisya takut jika sang anak sampai menemukan pria yang tidak tepat hingga nantinya bukannya memperlakukan sang putri dengan baik justru membuat putri kesayangannya itu menderita. Lebih parahnya lagi jika jangan sampai pria itu malah menduakan Athena hingga membuangnya.
Ketakutan seorang ibu adalah dimana saat anak-anaknya tidak mendapatkan kebahagiaan yang mereka mau terlebih sebagai anak perempuan Athena sangat mengkhawatirkan keadaan dan kebahagiaan putri semata wayangnya itu. Dirinya tidak akan sanggup bila harus menyaksikan penderitaan putrinya karena salah memilih pasangan hidup.
__ADS_1
"Kaisar jawab mommy…! Apa dia pria yang baik?" Sentak Alisya yang menatap tajam Kaisar.
"Mommy akan melihatnya sendiri. Aku yakin minggu ini sia akan datang kesini," jawab Kaisar datar.