Love Story Queen Athena

Love Story Queen Athena
`bab 101


__ADS_3

"Hentikan Nona...1" teriak Tara yang sekarang benar-benar panik.


"Kenapa menjauh? Mau mencari pertolongan? Mimpi saja kita saat ini berada di hutan," kata Athena dengan sinis.


"A...APA...,"


Tara menatap sekitar dan benar saja saat ini mereka berada di hutan yang tentunya jauh dari keramaian.


"Astaga jangan bilang jika aku yang di jebak oleh Nona Athena?" batin Tara yang mulai panik.


Tara yang menyadari keadaannya saat ini benar-benar mulai merasa cemas. Sedangkan Athena hanya bisa tersenyum sinis melihat Tara yang mulai was-was.


"Anda bisa mencari masalah dengan siapa saja tetapi jangan saya karena sekali saya bergerak maka antara dua pilihan Rumah sakit atau kubura, Jadi tentukamn pilihanmun sekarang juga./..!" sentak Athena yang membuat Tara kaget.


Glek


Tara yang mendengar ucapan AThena hanya bisa menelan ludah dengan susah payah apalagi saat mendengar kedua pilihan yang di berikan Athena yang keduanya sama-sama menakutkan.


"Tuan selamatkan aku...! Tuan aku menyesal karena menyinggung wanita Tuan. Di masa depan aku aan memanggilnya Ratu aku tak akan berani lagi mengangkat kepalaku pada wanita Tuan ini...!"


Tara hanya bisa berteriak keras di dalam hatinya mengingat saat ini dirinya benar-benar terpojok. Tiba-tiba saja ingatan Tara kembali saat dirinya dan juga Mr X di begal oleh sekelompok perampok. Merampok itu tidak takut senjata api tapi mereka takut pada Athena.


"Pantas saja mereka lebih takut dengan gadis ini di bandingkan dengan senjata api. Gadis ini bahkan lebih mengerikan daripada senjata apapun...!" teriak Tara yang benar-benar frutasi.


Sedangkan di sisi lain Athena yang melihat jika Tara terbengon hanya mendengus kesal lantaran di abaikan.


"Xavier bodoh, kenapa mengirimkan anggota yang sangat payah sepertinya untuk menangkapku? Lihat, dia bahkan sudh lebih dulu bengong seperti patung di sana. Berutung aku tidak membawa pistol jika tidak sudah aku hancurkan otak kecilnya itu," gerutu Athena yang menatap tak suka Tara yang masih terdiam.


Dengan kekesalan yang berada di ubun-ubun Athena berjalan ke arah Tara dengan langkah kebarnya lalu menampar Tara.


PLAKKK


"HEYYY SIAPA...,"


"Apalagi ha...? Aku memberimu dua pilihan tahu, cepat jawab!" potong Athena dengan suara yang melengking karena kesal.


Glek


"Nona anda abhkan tak memberikan aku pilihan yang tepat,"


Plak


"Aku sedang tidak bernegosiasi denganmu bodoh..! Cepat katakan pilihanmu sebelum aku yang menentukan sendiri seperti apa hukumanmu," sentak Athena yang melototi Tara.


"Memang jika Nona ingin menentukan hukuman apa yang akan saya dapat?" Tara dengan berani bertanya walau saat ini dia merasakan perasaan takut dan was-was.

__ADS_1


"Mungkin jika itu hukuman dari NOna Athena langsung aku tidak akan separah dengan dua pilihan lainnya itu," kata Tara dalam hatinya.


"Hukumanku gampang dan terkesan ringan lebih mudah lagi tidak akan pernah merasakan sakit laggi," jawab thena dengan senyum yang misterius.


"Perasaanku tidak enak tapi bertanya sajalah," kata Tara dalam hatinya.


"Memang seperti apa?"


"Apa dia berencana akan memakai hukuman dariku? Apa otaknya sudah gila?" kata Athena dalam hati.


"Gampang, aku ahnya mengambil otakmu saja sedangkan organ tubuh yang lainnya aku akan jual. Sedangkan otakmu akan aku masukan ke dalam komponen robot buatanku dengan begitu kamu tidak akan mati kan? Kamu akan terus hidup dengan menjadi robotik buatanku," kata Athena yang tersenyum lebar.


"GILA...! NONA IONI BENAR-BENAR GILA..!"


"Jadi bagaimana Tuan mau pilih yang mana?" Athena menyeringai dingin.


"Sayangnya saya tidak memilih hukuman apapun karena saya yakin saya tidak akan kalah," kata Tara dengan tegas walau dalam hati berkata lain.


"Semoga Tuan datang menyelamatkanku," doa Tara dalam hati.


"Jika seperti itu maka bersiaplah aku tak akan main-maian," desis Athena yang langsung memasang kuda-kuda.


Tara yang melihat jika Athena sudah bersiap segera memasang kuda-kuda untuk bertahan. Namun, matanya langsung membulat sempurna saat menyadari kini serangan AThena lebih cepat dari yang tadi.


"Mati aku,"


Bugh


Athena terus melayangkan pukulan yang mematikan dan kuat kepada Tara membuat pria itu lagi-lagi dalam posisi yang bertahan.


BRAKK


Tara terlempar menghantam motornya saat Athena menendang dadanya dengan sangat kuat. Tara tak menyerah bangun dari jatuhnya lalu menyerang dengan membabi buta kepada Athena. Akan tetapi lagi-lagi Tara harus menelan pil pahit saat menyadari jika dirinya dengan mudah di lempar bahkan di pukul mundur oleh Athena.


Bugh


"Harusnya jangan mengusikku,"


Bugh


"Jangan mengirimiku dengan bunga yang memiliki warna membuiat mataku sakit,"


Bugh


"Untuk kamu yang mengganggu tidur nyenyak-ku pada pagi hari,"

__ADS_1


Bugh


"Untuk Bos mu yang begitu gilan dan sinting itu,


Bruuk


Uhuk uhukk


Tara terbaring di tanah dengan kondisi yang sangat memprihatinkan dan juga antara sekarat dan hidup.


"Nona, anda kesal pada bos saya kenapa melampiaskannya pada saya?" di sisa tenaganya Tara bertanya kepada Athena.


Namuns ebenarnya pertanyaan Tara tidak tertuju pada Xavier melainkan Mr X. Akan tetapi tidak tahu jika ternyata Athena akan menjawab seperti itu.


"Karena kamu anak buahnya bodoh, tidak Bos tidak anak buah, semuanya sangat bodoh payah goblok pula," sarkas Atehena yang mendekati Tara.


"Nona m...mau apa?" Tara menarik tubuhnya dengan susah payah menjauh dari Athena.


Srett


"Mau kemana hemmm?" bisik Athena yang menarik kaki Tara.


Baru saja mau menjawab tapi terdengar suara di patahkan hingga di susul teriakan memilukan dari Tara.


Krekkk


AAAAAAAA


Teriakan Tara membuat burung-burung yang berada di hutan itu pada berterbangan mungkin kaget dengan suara Tara yang sangat keras.


Tak puas dengan penyiksaan itu Athena kembali menghantam kepala Tara di aspal hingga membuat pria itu benar-benar sekarat.


Bugh


"Jangan salahkan aku berlaku kejam karena psinsip kami simpel. Kami akan membalas jika di usik jika ingin berperang maka kirimkan bendera piring dengan King Demon," bisik Atjhena yang langsung menjauh meninggalkan Tara yang tergoletak di aspal.


"Cih aku ingin membunuhnya tapi aku tak ingin membuat Kaisar turun tangan," guman Athena yang langsung pergi dari tempat kejadian.


Di tempat lain Rey dan Mr X sedang duduk berdua membahas rencana untuk membalas dendam Mr X. Namun kosentrasi mereka di kagetkan dengan dering ponsel dari dari Rey.


Drett


Drett


"Haloo..,"

__ADS_1


"APA....?"


__ADS_2