Love Story Queen Athena

Love Story Queen Athena
bab 19


__ADS_3

Seperti hari-hari sebelumnya Amora bangun pagi lalu melakukan aktivitasnya seperti biasa. Hingga beberapa menit kemudian akhirnya pekerjaannya di rumah selesai.


Amora berjalan masuk kembali ke kamarnya mempersiapkan diri untuk segera berangkat kerja.


Amora keluar dari kamarnya lengkap dengan pakaian yang rapi dan juga wangi. Dengan langkah lebar Amora menuju pintu keluar lalu mengunci kembali pintu rumahnya.


Dengan riang Amora berjalan menghampiri motor matic yang terparkir di depan rumahnya. Motor itu adalah motor yang dia ambil beberapa bulan lalu di kumpulan para preman yang berkumpul di persimpangan jalan. Namun, saat di kembalikan orang itu tidak mau menerimanya lagi.


Amora menjalankan motornya dengan kecepatan biasa saja. Hingga di lampu merah Amora langsung berhenti dengan bersampingan dengan mobil mewah.


“Bos,”


“Hm” pria yang berada di jok belakang mobil itu hanya berdehem saja dengan terus memaikan Ipad-nya.


“Itu sekretaris Bos berada di samping kita sekarang,” ucap Dante yang membuat pria di belakang sana mengerutkan dahi.


Xavier yang menunduk langsung menatap ke arah samping. Disana terlihat Amora yang sedang menunggu pergantian lampu hijau sama dengan mereka.


Setelah beberapa menit menempu perjalanan akhirnya mereka sampai di perusahaan bersamaan dengan Amora juga yang masuk ke parkiran karyawan. Sedangkan mobil yang di tumpangi oleh Xavier masuk di parkiran khusus.


“Huhhh akhirnya sampe, syukur nggak telat.” Guman Amora yang langsung berjalan masuk ke dalam perusahaan.


“Selamat pagi Tuan Xavier!”


Amora yang berjalan ke depan langsung kaget saat para karyawan kantor membungkuk badan ke arahnya. Namun, saat nama Xavier di ucapkan Amora langsung menoleh ke belakang. Matanya terbelalak melihat sang Bos yang berjalan di belakangnya. Dengan gerakan cepat Amora langsung menyingkir memberi jalan kepada Xavier dan Dantye untuk lewat.


“Sekretaris Amora segera kemari!” panggil Dante kepada Amora yang masih menundukan kepala.


“Baik Tuan.”


Amora langsung berlari ke arah Tuan Xavier dan juga Tuan Dante. Amora langsung masuk ke dalam lift bersama Tuan Xavier dan juga Tuan Dante.


Deg

__ADS_1


Xavier yang berada di belakang Amora langsung tertegun saat wangi mawar itu masuk ke dalam hidungnya. Jantung pria itu berdetak dengan begitu cepat dan juga bergemuruh. Dadanya berdebar tak karuan hanya karena wangi itu.


“Aroma ini…,” guman Xavier dalam hati yang menatap dalam punggung Amora.


Amora yang merasa kurang sopan karena berada di depan sang Bos langsung berjalan menjauh. Namun Xavier yang melihat jika Amora bergerak menjauh langsung mencekal tangan gadis itu.


“Eh…,” Amora menoleh ke arah tangannya yang di cekal oleh Xavier.


“Mau kemana?” tanya Xavier datar dan juga wajah dingin.


“Mau pindah Tuan,” jawab Amora jujur.


“Tetap di tempatmu.” Kata Xavier yang seperti kalimat perintah.


Amora yang mendengar nada perintah dari Sang Bos tidak punya pilihan lain selain menurut tetap berdiri di depan Xavier. Sebenarnya Amora ingin pindah bukan karena hanya menghargai Xavier sebagai bosnya. Akan ttapi, Amora merasakan jika sedari tadi Xavier terus menatap ke arahnya.


Sedangkan Xavier hanya diam menatap punggung Amora yng tidak asing baginya tapi pria itu tak ingat dimana dia pernah bertemu dengan ciri-ciri seperti itu.


“Sebenarnya kamu siapa? Kenapa jantung ini selalu berdebar saat di dekatmu? Apa aku jatuh cinta pada gadis ini? Akan tetapi, aku belum pernah bersentuhan dengannya tunggu….,”


“Shit, bagaimana bisa aku jatuh cinta dengan gembel ini?” umpat Xavier yang menapik apa yang di rasakannya.


Dante yang sedari tadi terus memerhatikan sang Bos hanya bisa mengerutkan dahi. Pasalnya tingkah Xavier di matanya kali ini terasa aneh dari biasanya.


“Sejak kapan Bos Xavier memiliki banyak ekspresi?” batin Dante yang bertanya-tanya dalam hati.


Biasanya bosnya itu hanya akan menampilkan satu ekspresi yaitu datar. Tapi hari ini Dante dapat melihat ekspresi lain dari sang bos yang seperti kesal, bimbang, dan terakhir wajah Xavier terkejut. Hal itu benar-benar membuat Dante sampai menganga.


“Apa bios jatuh cinta kepada nona Amora? Tidak mungkin.” Dante segera menggeleng-gelengkan kepalanya dengan keras.


Ternyata apa yang di lakukan oleh Dante dapat di lihat oleh Amora yang sejak tadi melirik pria itu.


“Apa kepala anda pusing Tuan Dante?” tanya Amora dengan nada lemah lembut.

__ADS_1


Wusssh


Dante yang baru mau menjawab langsung terhenti saat merasakan jika punggungnya dingin. Dengan gerakan pelan Dante berbalik menoleh ke arah Xavier.


Glek


Dante menelan ludah saat melihat tatapan tajam Xavier kepadanya yang seperti memberitahunya jika ia siap menerkam dirinya.


“Apalagi salahku? Gadis ini yang bertanya kenapa aku yang di pelototi? Tunggu…,”


Dante langsung menatap ke arah Xavier lalu ke arah Amora secara bergantian.


“Bos Xavier jatuh cinta pada gadis gembel ini? Bagaimana bisa?” jerit Dante dalam hati yang tidak percaya jika Xavier jatuh cinta pada Amora yang model gembel seperti ini.


“Tuan Dante jika merasa pusing akan lebih baik anda bersandar di dinding agar anda tidak merepotkan pihak lain jika jatuh pingsan nanti.”


Uhukkk uhukk


Dante yang mendengar apa yang dikatakan oleh Amora langsung terbatuk-batuk. Dante lupa jika sekretaris dari sang bos itu memiliki mulut yang sangat tajam dan juga ucapan yang begitu pedas.


“Nona Amora tidak perlu khawatir saya masih kuat berdiri bahkan jika harus menggendong anda sekali Awwwwh”


Dante langsung meringis kesakitan sebelum menyelesaikan ucapannya. Bagaimana tidak kakinya di injak keras oleh sang Bos membuatnya tak berkutik.


“Diam atau….,” Xavier mengisyaratkan kepada Dante yaitu menggorok lehernya.


“SEkretaris Amora, jika masih berisik juga gajimu akan saya potong.”


“Bak Tuan saya diam.” Jawab Amora yang langsung menutup mulutnya rapat-rapat.


Ting


Amora langsung berjalan cepat keluar dari lift menunggu Tuan Xavier dan juga Tuan Dante keluar dan berjalan di belakang mereka berdua.

__ADS_1


“Sekretaris Amora ikut ke ruangan saya!”


__ADS_2