
`Sinar mentari masuk ke dalam ruangan Amora membuat tidur gadis itu terusik. Dengan gerakan pelan namun pasti mata gadis itu akhirnya terbuka dengan sempurna.
Amora merasakan tangannya berat sebelah saat ia menoleh ia melihat Xavier yang menggenggam tangannya dengan tidur dalam posisi duduk.
"Pasti badannya akan sakit-sakit karena tidur dengan seperti ini." guman Amora yang menatap dalam Xavier dengan tatapan rumit.
Amora mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan mencari keberadaan sang ayah angkat tapi sepertinya ayah angkatnya itu tidak ada disana. Tangan Amora terulur mengusap lembut kepala Xavier. Tanpa Amora sadari jika usapannya itu membangunkan Xavier yang sedang tertidur.
"Eh maaf, aku membuatmu terbangun." Amora segera meminta maaf karena membuat Xavier terbangun.
"Tidak apa-apa, Dear. Aku justru merasa senang karena di saat aku bangun orang pertama yang aku lihat adalah kamu. Aku berharap aku terus bisa melakukan itu bangun pagi dengan kamu sebagai pemandangan pertama yang aku lihat dan saat aku tidur kamu juga yang terakhir aku lihat," Xavier mengelus wajah Amora dengan lembut.
Deg
Deg
Amora yang mendengar ungkapan Xavier entah kenapa jantungnya berdebar kencang seperti di kejar malaikat kematian. Tatapan keduanya bertemu dengan tatapan Xavier yang begitu lembut padanya.
"Kenapa?"
"Tidak ada." Amora yang di tanya seperti itu langsung gelagapan sendiri tatapannya langsung ia buang kesembarang arah tak berani menatap Xavier.
Xavier yang melihat kegugupan Amora hampir saja tertawa. Selama mengenal Amora tak pernah sekalipun Xavier melihat Amora bisa gelagapan seperti itu.
__ADS_1
"Dimana ayah Kevin>?" Amora memilih bertanya mengenai keberadaan Kevin sang ayah angkat di banding harus terus di tatap Xavier dengan sedemikian rupa.
"Oh paman tadi malam keluar katanya ada sesuatu hal yang tak bisa ia tunda,"
Mendengar hal itu Amora mengerutkan dahinya sejak kapan Ayah angkatnya itu menjadi sesibuk itu pikir Amora. Namun, Amora tidak ingin berburuk sangka kepada sang ayah angkat jadi membiarkan saja.
Xavier yang melihat jika Amora seperti tidak nyaman segera keluar dari ruangan itu. Hingga beberapa menit kemudian Xavier kembali dengan seorang suster perempuan di belakangnya.
"Bersihkan dia sampai bersih!" titah Xavier dengan perintah yang tak bisa di bantah.
"Baik Tuan," jawab suster itu yang melangkah mendekati Amora sedangkan Xavier langung berbalik kembali keluar dari ruangan itu karena ia tahu jika Amora akan melepas atasannya.
"saya bersihkan tubuh anda Nona," izin sang suster.
Di tempat lain Kevin dengan kekesalan yang tiada taranya memarahi orang yang berada di balik telfon.
"Pria tua sialan, apa yang kau lakukan hingga baby ku kabur dari rumah? Kamu memaksanya menikah dengan bandot tua ya...?" teriak Kevin dengan kencang.
Orang yang berada di sebrang sana menjauhkan ponselnya dari telinganya. Suara Kevin seperti wanita alias emak-emak kompleks yang sedang bergosip ria dengan saling menyindir.
"Darimana kamu tahu jika Athena kabur dari rumah?" tanya sosok itu yang tak lain dan tak bukan adalah Kenzo.
"Dimana lagi. Aku mendapatkan surat darinya jika dia tidak ada di mension."
__ADS_1
Kenzo yang mendengar kenyataan itu hanya bisa menghela napas karena semua ini berawal darinya.
"Yah itu benar, Athena tidak ada di mansion,"
"Lalu kemana dia?" tanya Kevin dengan seolah-olah tidak mengetahui apapun.
"Aku tidak tahu, kami sudah berusaha dengan keras mencarinya selama 3 bulan. Namun semua tidak ada hasilnya hingga surat datang jika dia baik-baik saja dan butuh waktu sendiri,"
"Kalian tahu sendiri jika AMora mewarisi gen kepintaran Alisya dalam meretas dan menyembunyikan identitasnya. Bahkan Kaisar sendiri sampai kalah padanya. Aku tidak bisa membanyangkan jika Amora muncul tiba-tiba di dun9ia bawah maka aku tidak yakin Kaisar akan menjadi pemimpin pertama di dunia bawah."
Deg
Kenzo yang mendengar hal itu langsung tertegun di tempat. mata pria paruh baya itu menatap ke bawah sana hamparan bunga Mawar biru bunga kesukaan sang putri. Dulu Kenzo berfikir jika sang putri sudah ia kenal dengan semua tapi nyatanya dia tidak mengetahui apa-apa.
"Aku hanya berharap mereka tidak saling membunuh, lagipula dari kecil Athena tidak tertarik dengan kehidupan di dunia bawah," ucap Kenzo.
"Jngan lupa, dia bukan tidak tertarik tapi dia ingin berdiri di bawah kakinya sendiri. Dia ingin membangun kejayaannya sendiri tanpa adanya embel-embel kalian orang tuanya yang memegang dunia bawah tanah. Tanpa kalian yang pengusaha tersukses di dunia, semua itu Amora tak ingin berdiri dengan embel-embel itu."
"Lalu harus bagaimana lagi?"
"Apa kamu fikir mereka akan saling membunuh? Jangan berpikir konyol, Kaisar bahkan akan menyerahkan seluruh kekuasaannya jika sampai Amora menginginkannya,"
"Kamu benar, aku hanya banak berfikir akhir-akhir ini,"
__ADS_1
"Istirahatlah semua akan baik-baik saja, semua bukan salahmu ataupun salah Kaisar. Semua ini juga adalah hanya bentuk kesalahpahaman. Aku yakin AMora mengerti akan hal itu tapi kita juga sebagai orang tuanya harus mengerti jika dia juga butuh kebebasannya. Dia juga butuh mengepakkan sayapnya agar bisa terbang semau yang dia mau bukan hanya terus di kurung di sangkar emas."