Love Story Queen Athena

Love Story Queen Athena
bab 194


__ADS_3

"Oke guys sudah sampai, Mari kita bersenang-senang," ucap Athena yang langsung turun dari mobil sport pemberian Xavier.


Gadis itu dengan rangkaian berjalan masuk ke dalam malu yang merupakan malu terbesar di kota itu. Rania yang sangat hafal dengan tabiat Athena jika sudah shopping hanya bisa berharap Xavier tidak marah saat ATM nya terkuras habis.


"Nona saya berharap anda tidak menghabiskan semua isi Blackard itu," guman Rania yang masih mengikuti langkah Athena.


Eka yang mendengar gumanan rania langsung menoleh ke arah Rania lalu bertanya.


"Nona tidak perlu khawatir Tuan Xavier tidak akan marah jika uangnya di pakai oleh nona Athena," kata Eka dengan yakin.


"Aku tidak yakin, bahkan dulu nona Athena pernah belanja sampai 5 Milyar hanya beberapa jam di malam," kata Rania dengan datar.


Uhukk uhukk


Eka yang mendengarnya langsung tersedak ludahnya sendiri. Seboros apa pun tidak ada orang yang bisa membuang-buang uang seperti itu hingga sampai menghabiskan 5 Milyar.


"Bagaimana mungkin? Itu tidak masuk akal Nona Rania," kata Eka yang menolak percaya.


"Sayangnya saya tidak pernah berbohong Nona Eka. Dari kecil saya sudah di didik keras untuk menjaga dan melindungi Nona Athena. Saya tahu apapun yang diajukan oleh Nona Athena karena saya selalu memantaunya. Nona Athena memang tidak suka menghambur-hamburkan uang setiap hari namun sekali masuk mall maka bukan ratusan juta makanannya melainkan milyaran," terang Rania yang mempercepat jalannya saat melihat Athena masuk ke sebuah tokoh.


"Itu untuk harga barang bagaimana jika dia tahu bahkan Nona bisa menghabiskan puluhan juta hanya karena makanan kesukaannya," lanjut Rania dalam hati.

__ADS_1


Balik lagi kepada Athena yang masuk tokoh khusus pakaian formal pria. Athena dengan santai memilih-milih pakaian formal hingga pilihannya jatuh pada setelah jaz warna biru, abu-abu, merah gelap, dan juga warna silver. Athena sengaja membeli setelah yang memiliki sarana gelap karena ia tahu Xavier menyukai warna gelap.


"600 juta Nona," ucap sang kasir.


"Pakai ini," dengan tenang Athena memberikan Blackard pemberian Xavier tadi.


Setelah melakukan pembayaran Athena langsung memberikan belanjaannya pada Rania lalu berjalan keluar dari tokoh itu.


"Aduh harusnya aku cari dengan dasi tadi," guman Athena yang menepuk jidatnya.


Dengan langkah cepat Athena langsung masuk salah satu tokoh lagi lalu mencari dasi yang senada untuk Xavier. Tentunya dengan warna yang berbeda-beda.


"100 juta Nona,"


"Pakai ini,"


"Pakai ini,"


"200 juta,"


"Pakai ini,"

__ADS_1


"400 juta Nona,"


"Pakai ini,"


Tak berapa lama kini tangan Rania sudah penuh dengan belanjaan Athena. Bersyukur Eka yang sigap langsung memanggil pengawal yang menjaga Athena dari kejauhan untuk membantu membawa belanjaan sang Nona.


"Ya Tuhan ini sudah main milyar bahkan masuk baru sekitar 30 menit lalu," kata Eka dalam hati syok.


Jika hanya dengan perkataan Rania Eka tidak akan percaya namun melihat secara langsung Eka langsung percaya pada apa yang dikatakan oleh Rania tadi. Jika memang seperti itu cara belajarnya memang akan langsung main milyar. Bagaimana bisa sang Nona belanja tidak lihat harga jika suka langsung ambil saja.


"Ayo kita ke tokoh perhiasan," Ajak Athena kepada Rania dan juga Eka.


"Fiks ini dia biang kerok sebenarnya," kata Rania dalam hati.


Sampai di toko perhiasan Athena langsung masuk mencari sesuatu yang menarik matanya. Hingga matanya langsung tertuju pada sebuah kalung dengan mata delima sebagai bandulnya. Kalung itu terlihat sederhana akan tetapi cantik di mata Athena. Athena menyukai hal yang sederhana asalkan terlihat indah.


"Aku mau ini..!"


"Aku mau ini..!"


Athena menatap orang hang menunjuk kalung yang di inginkannya secara bersamaan.

__ADS_1


"Kau…,"


__ADS_2