Love Story Queen Athena

Love Story Queen Athena
`bab 120


__ADS_3

"Sebenarnya apa yang Tuan buat di dalam sana kenapa sampai selama ini?" tanya Dante kepada ketiga orang di depannya itu terutama kepada Tara.


"Kamu penasaran begitu pula dengan kami," tampal Rey yang agak kesal karena itu bukan pertama kalinya Dante menanyakan hal yang sama.


"Hm aku justru penasaran untuk apa Taun memanggil kita disini jika ujung-ujungnya kita di suruh menunggu di depan kamar menunggu Tuan keluar. Tara sebenarnya apa yang Tuan inginkan?" Roy menatap Tara yang duduk di pojokan demngan sebuah leptop di tangannya.


"Tara..! Sebenarnya apa yang kau lakukan sedari tadi kau selalu menatap leptopmu seperti menatap harta karun saja," kesal Dante.


"Diam bodoh...! Kalian tidak tahu saja jik apa yang aku lakukan ini setara dengan nyawaku. Jika aku lengah sedikit saja au akan mati posisiku berada di tengah-tengah sang predator. Lebih tepatnya di antara singa jantan dan singa betina yang sedang mencari mangsa..!" teriak Tara yang terus mengotak atik leptopnya.


Sedangkan ketiga orang di depannya itu hanya bisa saling melirik satu sama lain. Ketiganya tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Tara. Kenapa pria itu mengatakan seolah\=-olah dirinya sedang berada di jurang kepatian.


"Tara kenapa kamu mengatakan jika sekarang ini kamu berada di ujung jurang kematian?" Rey menatap sang sahabat dengan bingung.


"Dsar bodoh, aku memang berada du ujung jurang kematian. Sekali saja aku salah bergerak maka aku akan jatuh dan mati," kesal Tara yang menatap mereka kesal.


"Sebenarnya ada apa denganmu?" Roy maju dan bertanya dengan wajah menyebalkan.

__ADS_1


Tara yang kesal karena terus di tanya langsung meletakan leptopnya di atas kursi lalu berdiri menatap tajam mereka semua.


"Dengar..! Aku tidak tahu apa yang terjadi kepada Tuan intinya Tuan menyuruhku untuk menelfon kalian agar bisa kemari. Kedua, kalian tahu Tuan Xavier sangat menakutkan jika sedang marah tapi di bandingkan dengan kemarahan Nona Athena itu sangat mengerikan. Aku tidak takut dengan kemarahan Tuan Xavier tapi aku lebih takut menghadapi Nona Athena. Tuan Xavier menyeramkan jika sedang marah tapi Tuan Xavier tidak membuat kita koma. Sedangkan Nona Athena hanya karena merasa kesal dia menghajarku dengan brutal hingga aku terbaring koma di atas ranjang selama 2 minggu. Kalian pikir aku akan tenang di saat di suruh untuk menutup informasi di saat lawanku adalah jenius komputer ha...?"


Tara yang sudah angat kesal karena di ganggu oleh ketiga pria di depannya itu langsung berbicara panjang kali lebar mengeluarkan semua apa yang ada di kepalanya saat ini. Rasa-rasanya Tara ingin menelan bulat-bulat dan hidup-hidup orang yang berada di depannya itu.


Sedangkan ketiga pria di depannya itu hanya bisa menelan ludah dengan kasar. Ketiganya lupa apa yang terjadi kepada Tara terutama Rey. Rey hampir lupa jika Tara memang di buat koma oleh Athena padahal dia sendiri yang menangani kondisi sahabatnya itu pada saat kejadian itu.


"Memang informasi apa yang kau jaga?" tanya Dante dengan serius.


Dante tentu tahu jika AThena sangat pintar dalam meretas karena terbukti saat dirinya meretas keamanan Athena tak dapat dia tembus padahal Dante juga jago dalam hal meretas.


Sekarang Tara akui masih tenang tapi tidak menutup kemungkinan Athena bergerak dia akan kesusahan.


"Kamu terlambat Tara, Nona Athena sudah bergerak sejak satu bulan yang lalu. Bahkan jika kalian tidak bergerak kemarin kasus seperti itu juga akan terjadi. Aku memanggil wartawan bukan karena perintahmu Tara tapi karena itu adalah rencana Nona Athena," kata Dante dengan terus terang.


"APA....?" teriak mereka semua yang tak percaya akan kebenaran itu.

__ADS_1


"Satu bulan yang lalu bersamaan dengan munculnya Nona Cloe di hari itu pula Nona Athena mendekati Tuan Elio hingga menjadi kekasihnya. Akan tetapi, yang tidak kalian ketahui adalah yang menjadi Nona Athena waktu itu bukanlah Nona Athena melainkan mutan yang di ciptakan ioleh Nona Athena untuk menyamar menjadi dirinya hingga Nona Athena bisa bergerak bebas tanpa di curigai oleh Tuan Elio maupun Tuan Xavier sendiri," ungkap Dante lagi.


"Ba...,bagaimana bisa? I..ini tidak mungkin," guman mereka yang menggelengkan kepala tidak percaya dengan apa yang baru aja di ucapkan oleh Dante.


"Jangan becanda Dante itu tidak mungkin..!" pekik Tara yang menolak percaya akan hal itu begitu pula yang lainnya. Bagaimana bisa mereka kalah dengan hanya Athena yang bergerak sendirian.


"Tapi itulah kenyataannya. Satu bulan yang lalu aku di temui Athena lalu mengajakku bekerja sama untuk menghancurkan Elio. Aku tidak tahu darimana dia tahu jika aku ada di pihak orang lain. Namun saat ini semua tentang Tuan Xavier dan Tuan Elio sudah ada di tangan Nona Athena,"


Deg


Mereka yang mendengarnya langsung tertegun berdiri kaku dnegan wajah yang pucat terutama Tara yang sudah tidak berdarah lagi.


"Ya Tuhan jika seperti ini akua kanmati dengan cepat. Nona Athena benar-benar monster komputer," kata Tara dalamn hati yang entah harus senang atau malah menangis mendengar kenyataan ini.


"Jika ingin membuat Nona Athena aman jalan satu-satunya adalah melumpuhkan Nona Athena terlebih dahulu. Akan tetapi itu mustahil apalagi dengan bantuan mutan di disinya an sulit untuk membedakan mana Nona Athena yang asli mana mutan yang menyerupai Nona Athena,"


"Ini benar-benar mustahil, melumpuhkan Nona Athena sama seperti mencari kematian. Tara saya yang memiliki julukan tangan kematian di buat koma apalagi kita yang hanya berada di bawah Tara," ucap Rey yang bergidik ngeri.

__ADS_1


"Apa yang sedang kalian bahas?"


"TUAN...!"


__ADS_2