Love Story Queen Athena

Love Story Queen Athena
bab 75


__ADS_3

"Apa pria b4j1ng4n itu tahu wajah asli dari gadis ini?"


"Sayangnya pria itu sudah tahu Tuan,"


Srekkk


Tara yang baru selesai menjawab langsung terbelalak saat melihat sang Tuan yang meremas map di depannya itu dengan kuat.


"Dia tahu?" Mr X menatap Tara seperti ingin menlannya hidup-hidup.


"I...iya Tuan pria itu tahu wajah...," perkataan Tara sudah lebih dulu di potong teriakan oleh Mr X.


"KELUARRRR!"


"Baik Tuan," Tara langsung berbalik berlari keluar dari ruangan itu dengan wajah pucatnya.


Brak


"Hosh hosh sebenarnya Tuan kenapa bisa marah seperti itu? Apa masalahnya jika pria itu tahu wajah gadis itu kecuali...., jangan-jangan Tuan suka gadis itu? Wahhh bisa gawat ini masalahnya an semakin rumit jika Tuan menyuki gadis itu tapi si gadis itu tidak maka...,"


Tara tidak bisa membanyangkan bagaimana jadinya jika sang Tuan patah hati karena cintanya di tolak oleh gadis itu.

__ADS_1


Sedangkan di dalam Mr X menatap tajam potret Athena yang sedang tersenyum manis duduk di atas motornya.


"Di saat aku mengklaim kamu milikku maka orang lain tidak boleh memilikimu. Alasanku bangun adalah kamu jadi jagan harap kamu akan aku lepaskan." bisik Mr X mengelus lembut potret Athena.


Apa yang terjadi kenapa Mr X mengatakan jika Athena adalah alasan ia bangun? Hanya Mr X yang tahu.


Di sisi lain Xavier memasuki sebuah kamar hotel dengan Dante di belakangnya. Terlihat Xavier yang sepertinya sedang dalam mood yang buruk karena saat ini wajahnya memerah menahan sesuatu yang akan meledak lagi.


Sampai di kamar hotel yang di pesannya Xavier langsung membuka pintu kamar hotel itu.


Brakk


Pranfg...


"Bos tenanglah, Bos bisa kembali berjuang seperti sebelumnya." ucap Dante yang berusaha menenangkan sang Bos.


Bukannya tenang Xavier justru semakin mengamuk tak tertahankan. Xavier menatap tajam Dante yang berdiri jauh darinya.


"KAMU PIKIR AKU AKAN MENGEJAR WANITA SIALAN ITU LAGI HA...? SEHARUSNYA DIA SENANG KARENA AKU MEWNCINTAINYA DAN MENGEJARNYA BUKAN MALAH MENOLAKKU."


Dante yang mendengar ucapan Xavier tidak lagi bisa mengeluarkan suaranya karena Dante paham jika kita tidak menyukai seseorang maka akan seperti apapun tetap tidak akan kita sukai. Sama halnya dengan Amora mau bagaimana pun jadinya jika Amora tidak menyukai Xavier maka akan sangat sulit membuat seseorang itu untuk menyukai hal yang tidak di sukai.

__ADS_1


Apalagi jika wanita itu adalah Amora gadis yang memiliki sifat keras kepala dan tidak akan pernah mau tunduk pada siapapun. Dante tahu gadis seperti Amora sangat sulit untuk di taklukan hanya orang-orang hebat yang akan bisa menaklukan gadis dengan sifat dan karakter seperti itu.


"Panggil pelayan untuk membersihkan ini dan panggilkan aku mangsa," teriak Xavier dengan suara yang lantang.


:Baik Bos," Dante segera membungkukkan badannya lalu berbalik keluar dari ruangan itu.


Tak berapa lama pintu kembali di ketuk ternyata yang datang adalah pelayan yang akan membereskan kekacauan yang ada.


Di tempat lain di Negara yang berbeda Kevin dengan santai masuk ke dalam mension megah milik Kenzo.


"Selamat siang Tuan Kevin,"


"Dimana Kenzo?" tanya Kevin pada pelayan itu.


"Tuan Kenzo sedang berada di taman belakang Tuan,"


"Baiklah,"


Kevin segera bergerak ke arah belakang Mension menuju taman yang dikatakan oleh Pelayan itu.


"PAK TUA...."

__ADS_1


"SIalan!"


__ADS_2