
Hari hari berlalu hubungan Amora dan Xavier semakin merenggang setelah sifat asli Xavier terbongkar. Xavier terus berusaha mengejar AMora namun gadis itu mulai terus menjauh apalagi setelah mengetahui jika Xavier adalah pria yang suka main perempuan di belakangnya. Walaupun mereka tidak pernah menjalin kasih tapi setidaknya setelah Xavier mengatakan mencintainya jika itu benar maka Xavier tidak akan melakukan hal itu.
"AMORA TUNGGU... AMORA HEII."
Srettt
Xavier yang bisa mengejar Amora langsung menarik pergelangan tangan AMora membuat gadis itu menoleh ke arahnya.
"Ada apa?" tanya Amora dingin dan datar. Bahkan Amora menatap Xavier dengan pandangan dingin sangat berbeda dengan pandangan yang sebelumnya.
"Kamu tanya aku ada apa? Harusnya aku yang bertanya, ada apa denganmu? Kenapa kamu menjauhiku seperti ini ha...? AKu salah apa sama kamu?" bentak Xavier yang menatap tajam Amora.
"Kamu nggak salah apa-apa sama aku tapi aku nggak suka di bohongi" teriak Amora yang ikutan kesal.
Xavier yang mendengar apa yang di ucapkan oleh Amora langsung mengernyitkan alis. Apa yang dia lakukan hingga Amora menganggapnya berbohong.
"Apa yang aku lakukan hingga kamu menganggap aku berbohong ha..." Aku tidak pernah membohongimu Amora!"
"Tidak membohongiku? Apa kamu lupa atau otak kamu mendadak lupa beberapa bulan oh bukan beberapa bulan bahkan baru beberapa hari yang lalu kamu mengatakan dengan lantang kamu mencintaiku tapi di jam berikutnya kamu bercinta dengan wanita lain sialan...!" teriak Amora yang benar-benar kesal.
Deg
Xavier yang mendengar hal itu langsung menutup mulut Amora membawanya pergi dari tempat itu. Bisa bahaya jika orang lain tahu kebiasaan buruknya citranya bisa buruk di mata masyarakat yang mengangungkan sifatnya yang tak tersenytuh wanita.
__ADS_1
"Lepa...lepaskan sialan," Amora berusaha dengan keras melepaskan diri dari Xavier namun sangat susah.
Setelah jauh dari keramaian Xavier langsung melepaskan tangan Amora lalu mencekram rahang Amora dengan kasar. Matanya menatap tajam Amora yang edang memandang tajam ke arahnya.
"Dengar Amora, aku lelaki normal tentu saja aku merasakan nafsu aku juga butuh pelampiasan tapi aku tidak mungkin merusakmu jadi aku akan melampiaskannya pada wanita lain. Mengertilah aku melakukan ini karena aku mencintai dan tak ingin merusakmu AMora," Kata Xavier yang di awal keras dan di akhir Xavier berucap lembut.
"Cinta..? Hehe jika cinta kamu tidak akan melakukan itu b4jing4n!"
"Yah aku bajingan dan bajingan ini mencintaimu AMora," desis Xavier dengan tajam.
"Aku tidak percaya akan itu, kamu tidak mencintaiku."
"AKU MENCINTAIMU AMORA,"
"Aku butuh pelampiasan Amora, mengertilah."
"Daddyku mencintai Mommy ku dan tidak pernah menyentuh wanita lain selain mommyku!"
"DADDY DADDY DADDY DAN LAGI LAGI DADDYMU..! TIDAK BISAKAH KAMU TIDAK MENGUNGKIT DADDY MU AMORA. KAMU SUDAH BESAR BERHENTI MELAKUKAN APAPUN DENGAN MENYAMAKAN AKU DENGAN DADDYMU KAMI ORANG YANG BERBEDA. LAGIPULA ITU YANG KAMU KETAHUI AMORA, JIKA DI LUAR SANA DADDYMU JUGA AKAN MENCARI PELAMPIASAN WANITA LAIN DI SAAT IA BOSAN DENGAN MOMMYMU." bentak Xavier kepada Amora.
Amora menatap tajam Xavier yang dengan beraninya mengatakan hal seperti itu padanya. Dengan amarah yang meledak ledak Amora langsung melepaskan diri dari Xavier. Tak hanya itu AMora bahkan dengan berani memberinya sebuah pukulan keras di wajah tampan Xavier.
"BOS...!" Dante yang sedari tadi menyaksikan langsung berlari menghampiri Xavier yang tersungkur di tanah.
__ADS_1
"Nona Amora anda...,"
"Kenapa? Tidak terima karena Bos mu aku jatuhkan begitu? Salahkan dirinya sendiri yang berani memprovokasiku." Anora menatap tajam Dante dan Xavier yang berdiri di depannya.
"Amora jangan hanya karena aku mencintaimu kamu bisa berlaku seenaknya padaku. Kamu itu bukan apa-apa disini jika bukan karena aku yang melindungimu dari belakang."
"Aku tidak peduli, siapapun yang berani menjelekkan daddy dan mommy ku akan aku basmi sampai akar. Siapa yang minta perlindungan darimu ha...? Tidak ada. Aku bisa berdiri di bawah kakiku sendiri tanpa adanya bantuan dari orang sepertimu."
"Nona jangan kurang ajar bagaimanapun juga Bos Xavier adalah atasan anda diisini,"
"Jika begitu aku mengundurkan diri dari perusahaan ini, lagipula aku tidk akan mungkin bekerja di bawah atap yang sama dengan orang yang menjelekkan daddyku kecuali orang itu mati."
Deg
Xavier yang mendengar penutiran dari AMora langsung terteguin di tempat. Mengundurkan diri itu artinya AMora akan keluar dari perusahaannya. Hal itu membuat Xavier takut jika AMora pergi darinya pria itu seakan lupa jika Amora adalah wanita yang sanghat nekat dengan mengambil resiko sebesar apapun.
Saat akan mengehntikan Amora tiba-tiba Xavier mengurungkan niatnya dengan menatap remeh Amora yang sedang berjalan menjauh.
"Mengundurkan diri? Apa kamu pikir kamu bisa berjalan bebas setelah aku memblack list namamu di segala perusahaan he..? Kamu lupa jika aku adalah orang nomor satu di negara ini dan juga orang penguasa di dunia bawah?" sinis Xavier yang menatap remeh Amora.
Amora yang sudah berjalan menjauh itu seketika berbalik saat mendengar Xavier yang seakan-akan meremehkannya setelah keluar dari Argantara Group ia tidak akan lagi bisa mencari pekerjaan lain. Amora yang merasa kesal dengan segera berjalan cepat menuju Xavier dan Dante.
"Ada apa? Apa kamu mau minta maaf dan tidak jadi keluar dari perusahaanku begitu? Tenang saja, kamu tidak perlu meminta maaf cukup kamu menurut menjadi kekasihku maka aku akan membuatmu tetap aman bekerja denganku." Kata Xavier dengan penuh percaya diri yang kuat.
__ADS_1
PLAKKKK