Love Story Queen Athena

Love Story Queen Athena
bab 6


__ADS_3

"Ayo kita uji kembali ilmu warisan kakek buyut." Guman Athena yang langsung terjun dari lantai dua.


Hap


Athena mendarat sempurna di atas tanah tanpa menimbulkan suara.


"Ternyata ilmu kakek buyut sangat berguna, sekarang saatnya melewati gerbang tinggi itu. Untuk itu aku harus masuk hutan."


Athena segera berbalik menuju belakang mension ada sebuah hutan yang bisa dia lewati. Setelah beberapa saat kemudian Athena sampai di ujung tembok yang di bangun oleh sang daddy. Dengan penuh tekad Athena langsung menancapkan sebuah pisau di dinding itu sebagai tumpuannya lalu langsung melompat hingga sampai di atas tembok.


Di lihatnya sebuah mension yang telah menjadi tempatnya tumbuh dan di besarkan disana. Mension itu terlihat sangat indah dengan gemerlap lampung yang sangat indah. Namun, Athena juga ingin menjelajah dunia luar tanpa harus terkurung di mension mewah itu tapi bagi Athena adalah penjara dan sangkar untuknya.


Athena tahu Kenzo dan Kaisar hanya terlalu menyayanginya hingga tak ingin dirinya kenapa-napa. Tapi kali ini Athena memilih untuk sedikit egois mencari sesuatu yang baru.


"Maafkan Athena mom, kali ini Athena tidak bisa bersabar lagi. Ini sudah 2 tahun Athena bersabar tapi mommy belum juga berhasil membujuk daddy dan Kaisar agar melepaskan Athena hidup bebas di luar sana. Athena tahu mungkin Athena terlalu egois namun kali ini aja Athena memilih jalan Athena sendiri. Athena akan kembali suatu saat nanti setelah apa yang Athena cari telah Athena dapatkan."


Athena hanya bisa berkata dalam hati menatap sendu mension tempat para keluarganya tinggal. Namun, saat ini Athena harus pergi meninggalkan mension itu. Athena menunduk menjatuhkan setangkai bunga mawar biru sebagai penanda dirinya.


Setelah menjatuhkan setangkai bunga mawar biru Athena langsung berbalik melompat turun dari benteng itu lalu berlari menuju jalan raya. Sampai di jalan raya Athena langsung mencari taksi, walaupun terasa susah karena waktu sudah menunjukan dini hari. Setelah berjalan sekitar 1 jam akhirnya Athena menemukan taksi dan menuju bandara.


Sampai di bandara Athena langsung memesan tiket ke California. Namun, Athena harus menunggu lagi karena penerbangan akan di lakukan jam 5 nanti subuh. Athena duduk di sebuah kursi tunggu menatap tiket di tangannya lalu menatap jam di tangannya yang menunjukan pikul 2 dini hari. Tak punya pilihan Athena memutuskan untuk menunggu di bandara samapi jam 5 subuh.


Beberapa jam berlalu akhirnya waktu yang di tunggu-tunggu oleh Athena akhirnya tiba. Athena bangun lalu langsung menuju naik ke pesawat yang menuju California Amerika.


Tes


Lagi lagi air mata Athena jatuh bersamaan dengan pesawat yang lepas landas yang terbang meninggalkan Rusia negara kelahirannya.


"Dad, Kaisar, Mommy, maafkan Athena yang pergi dengan cara ini. Athena tahu mungkin cara Athena salah namun, untuk sekali ini saja Athena ingin egois. Athena janji akan baik-baik saja, Athena akan buktikan kepada Daddy dan Kaisar jika gadis kecil ini mampu berdiri di atas kakinya sendiri. Ku harap kalian semua baik-baik saja. Untuk Ayah Kevin, ku harap Ayah bisa mengerti alasan aku pergi."


Athena menutup matanya saat tidak dapat melihat lagi pemandangan dari negara kelahirannya itu. Athena memutuskan untuk tidur sejenak sambil menunggu dirinya yang sampai di California.

__ADS_1


Sinar mentari pagi masuk ke dalam kamar membangunkan sosok wanita paruh baya yang masih terlihat begitu cantik itu.


"Selamat pagi baby." Ucap Kenzo yang mengecup bibir sang istri.


Walau usia mereka sudah tidak muda lagi tapi kemesraan dan keromantisan mereka tidak pernah berubah. Kenzo begitu mencintai Alisya yang terus mencintainya. Cintanya tidak pernah luntur walau pernikahan mereka sudah lebih dari puluhan tahun.


"Pagi byy." Balas Alisya yang tersenyum manis ke arah Kenzo.


Tangan Alisya terulur mengelus rahang Kenzo yang masih terlihat tegas walau usianya yang tak mudah lagi.


"Mau mandi bersama." Bisik Kenzo di telinga Alisya dengan suara berat seperti menahan sesuatu.


"Hm boleh." Alisya langsung mengalunkan tangannya di leher Kenzo.


Kenzo yang menerima respon dari Alisya langsung sumringah. Dengan gerakan cepat Kenzo langsung menggendong Alisya model bridal style membawanya masuk ke dalam kamar mandi. Kenzo menutup pintu kamar mandi menggunakan kakinya. Hingga beberapa saat kemudian kamar mandi itu langsung di isi dengan suara-suara aneh.


Di isi lain Athena baru saja mendarat di California langsung memesan taksi menuju suatu tempat yang telah ia pesan sebelumnya lewat online.


***


"Kamu duduk diam disini," Kenzo segera mendudukan Alisya di atas ranjang lalu mengambil handuk kecil.


Dengan telaten Kenzo mengeringkan rambut Alisya menggunakan handuk kecil di tangannya. Setelah hampir kering Kenzo langsung mengambil hair dryer guna mengeringkan rambut istri tercinta.


"Sudah kering, ayo pakai baju."


Alisya langsung beranjak berdiri berjalan menuju Walk in close. Beberapa menit kemudian Alisya dan Kenzo keluar dari kamar mereka menuju lantai bawah. Sampai di lantai bawah meja makan ternyata disana sudah ada Kaisar duduk tenang menunggu mereka.


"Pagi son," sapa Kenzo kepada sang putra.


"Apalagi yang daddy lakukan kepada mommy hingga bisa bangun sesiang ini?" tanya Kaisar datar menatap tajam sang daddy.

__ADS_1


"Apalagi jika bukan mendapat vitamin dan asupan pagi-pagi." Balas Kenzo dengan senyum yang menyebalkan di mata Kaisar.


"Ck.. dasar pamer."


"Makanya cari saja istri agar bisa bermanja, jangan hanya bermanja kepada istriku saja."


"Anda lupa jika dia mommy ku."


Kedua pria itu saling melempar tatapan tajam saat memperebutkan Alisya. Siapa yang menyangka jika pria dingin dan tak tersentuh seperti mereka akan berubah menjadi anak kecil jika di hadapan Alisya.


Sedangkan Alisya yang melihat perdebatan Kaisar dan Kenzo yang tak pernah absen itu setiap hari hanya bisa memijit pelipisnya.


"Diam...! Tidak bisakah kalian tidak berdebat sehari saja?" Geram Alisya yang menatap keduanya dengan tatapan tajam setajam laser.


Sontak kedua pria itu langsung menunduk takut saat melihat jika sang ibu negara sudah mulai mengeluarkan tanduknya. Kedua pria itu akan lebih memilih menghadapi hujaman peluru di banding kemarahan dari seorang Alisya yang bahkan bisa membuat mereka bergidik ngeri.


"Kalian asyik berdebat, kalian tidak lihat jika putri kecilku belum ada di meja makan." Tegas Alisya yang menatap kursi yang biasa di duduki oleh Athena kosong.


Kedua pria itu langsung tersadar dan mendongak menatap ke arah tempat duduk Athena yang kosong.


"Kenapa diam?" Sentak Alisya yang menatap mereka tajam.


"Baby..,"


"Cepat panggil putriku untuk sarapan!" Perintah Alisya.


"Sana cepat panggil." Kata Kenzo yang menyuruh Kaisar untuk naik ke lantai 2 memanggil Athena turun sarapan.


"Kenapa bukan daddy saja?" Bukannya menurut justru Kaisar bertanya dan menyuruh balik sang daddy untuk naik memanggil Athena.


"Apa kalian benar-benar ingin menggali kuburan kalian sendiri?" Ucap Alisya dengan suara rendah menahan kekesalan.

__ADS_1


"Kami akan memanggilnya mommy/baby."


__ADS_2