Love Story Queen Athena

Love Story Queen Athena
bab 22


__ADS_3

Di atas ranjang yang luas dengan interior kamar yang di hiasi hitam dan biru terbaring sosok pria yang hanya bisa membuka matanya sayu. Sosok itu tak pernah serapuh ini sebelumnya namun, hari ini sosok itu terlihat tak berdaya.


Di samping berdiri pria tampan yang memiliki kemiripan wajah dengan sosok yang terbaring lemah itu. Sedangkan di dekat ranjang duduk wanita paruh baya yang menggenggam tangan pria paruh baya itu dengan mata yang berkaca-kaca.


Pria yang terbaring lemah di atas ranjang itu tak lain dan tak bukan adalah Kenzo ayah kandung dari Athena. Sedangkan dua orang di dekatnya itu adalah Kaisar dan juga Alisya yang sebagai istrinya. Terlihat mata Alisya yang sudah sembab karena terus menangisi kondisi dari suaminya itu.


Tidak ada lahi Kenzo yang gagah dan berani berdiri kokoh seperti tak termakan usia. Tak ada lagi Kenzo yang memancarkan tatapan tajam dan aura menakutkan, kini hanya ada Kenzo yang menatap lurus dengan pandangan sayu dan kosong. Apa artinya hidupnya jika tidak ada peri kecilnya di sisinya.


“Kaisar!” panggil Kenzo kepada putra semata wayangnya itu.


“Iya, Dad.” Kaisar langsung mendekat ke arah sang daddy saat mendengar sang daddy memanggilnya walaupun sangat pelan dan juga lemah.


“Kaisar disini, dad.” 


"Kamu sudah menemukan adikmu? Daddy ingin bertemu dengan adikmu, Kaisar?." 


Deg


Kaisar terdiam dengan wajah datarnya namun percayalah hatinya berdebar tak karuan. Bukan karena jatuh cinta melainkan perasaan cemas dan khawatir menyerang dadanya. Pria muda itu telah berusaha sekuat tenaga untuk mencari sang adik tapi tidak mendapatkan hasil apapun.


"Kaisar akan berusaha lebih keras lagi, dad." 


Setelah berkata seperti itu Kaisar langsung berbalik pergi dari kamar itu meninggalkan Kenzo dan Alisya.

__ADS_1


Brakk


Kaisar masuk ke dalam kamarnya dengan menendang pintu dengan keras hingga pintu kamar iu terbuka secara kasar.


“AAAAAAAA!”


Kaisar hanya bisa berteriak meluapkan sedikit keresahan di dalam hatinya. Pria itu sudah 3 bulan mencari keberadaan Athena namun tidak ada hasil apapun. Kaisar sampai merutuki dirinya sendiri yang kenapa tidak bisa sepintar Athena dalam meretas dan menyembunyikan identitasnya.


“Kamu dimana, Athena? Tidak bisakah kamu pulang? Aku janji tidak akan mengekang kamu lagi di mension ini. Kamu akan hidup bebas seperti yang kamu inginkan.” Guman Kaisar yang frutasi.


Kehilangan Athena adalah sesuatu yang sangat tak ingin Kaisar rasakan. Hanya Athena menghiburnya dan juga seseorang yang dia limpahkan kasih sayang. Namun, kepergian Athena menyadarkannya jika sebesar apapun cinta dan kasih sayang yang dia berikan kepada sang adik tetap pada dasarnya Athena akan ingin hidup bebas.


Sedangkan di tempat lain Xavier dengan sabar menunggu Amora bangun namun sudah 2 jam gadis itu tertidur layaknya orang mati. Berulang kali Xavier mengecek nadi dan juga hidung gadis itu takut jika sewaktu-waktu gadis itu mati dalam tidurnya.


Xavier merapikan helaian anak rambut Amora yang menghalangi wajah cantik gadis itu. Xavier yang melihat kaca mata yang bertengkar manis di hidung Amora berniat untuk membukanya. Tangan Xavier terulur untuk membuka kacamata itu. Namun, tangannya kembali turun dirinya tak ingin di aggap kurang ajar Amora.


“Lebih baik aku keluar dan menyelesaikan pekerjaanku. Jika nanti gadis ini terbangun pasti dia bisa keluar, aku tidak akan mengunci pintu.” Guman Xavier yang beranjak berdiri lalu berbalik berjalan keluar dari ruangan pribadinya itu.


Tak berselang lama Xavier keluar kelopak mata Athena mulai terbuka menyesuaikan dengan cahaya yang ada. Terlihat Athena mengernyitkan alis bingung menatap ke sekelilingnya.


“Aku ada dimana?” guman Athena yang merasa asing dengan semua barang di depannnya itu.


Athena mulai mengingat-ingat apa yang terjadi sebelumnya. Mata Athena melebar saat menyadari jika tadi dia menangis di ruangannya lalu muncul Xavier setelah itu dia tidak mengingat apapun lagi.

__ADS_1


Sedangkan di luar Xavier dengan wajah datarnya menatap dokumen di depannya itu. Matanya memincing tajam ke arah pria di depannyaitu yang merupakan Dante orang kepercayaannya.


“Bagaimana bisa laporannya seperti ini Dante?” Xavier bertanya dengan aura intimidasi yang kuat.


“Kita di tipu bos, ternyata lokasi yang kita beli di bandot tua itu bukanlah tanahnya. Tana itu lahan kosong namun masuk di bawah perlindungan aparat negara.” Terang Dante dengan tenang namun, tidak ada yang menyadari jika punggungnya mulai basah keringat dingin.


Brak


Xavier yang mendengar itu tentu emosi dan langsung mengepalkan tangannya dengan kuat hingga telapak tangannya memutih.


“Apa kamu sudah bosan bekerja denganku ha…?” bentak Xavier dengan sara rendah.


“Maaf bos,”


“Aku mengalami kerugian yang sangat besar jika bangunan di runtuhkan. Aku rugi milyaran, Dante!”


Xavier sangat emosi mendengar jika tanah yang di belinya dari seorang kakek tua adalah tanah atau wilayah yang ternyata bukan milik pria tua itu. Melainkan milik negara dan di lindungi Negara.


Xavier membeli tanah itu karena selain subur tanah itu sangat strategi untuk di jadikan tempat perbisnisan. Xavier membangun sebuah club mewah di wilayah itu yang memiliki lantai 5 dan sekarang membangunnya sudah 80%. Namun, karena tanah itu milik Negara maka dengan terpaksa bangunan itu akan di runtuhkan.


Xavier tentu tidak terima begitu saja jika bngunannya di runtuhkan. Pria itu bahkan sudah mengeluarkan uang dalam jumlah milyaran, bagaimana bisa di lepas begitu saja.


“Aku tidak mau tahu bagaimana caranya, pokoknya wilayah itu harus aku dapatkan. Lakukan apapun itu!” kata Xavier dengan penuh penekanan menatap tajam Dante seperti predator yang sedang mengintai mangsanya.

__ADS_1


__ADS_2