
"TARA..! REY...! MASUK..!"
GLEK
Tara dan Rey saling pandang dengan pandangan yang penuh akan ejekan satu sama lainnya terutama Tara yang terus tersenyum menyebalkan pada Rey.
"Bagaimana enak? Rasakan itu! Kali ini aku juga tidak menjamin kepalamu akan selamat dari amukan Tuan." kata Tara dengan senyum menyebalkan lalu masuk ke dalam ruangan itu sebelum sang Tuan semakin mengamuk.
Ceklek
"Tuan..,"
"Sudah puas membicakan wanita ku he..?" sinis Mr X yang menatap mereka dengan tatapan tajam.
"Maaf Tuan,"
"Bukankah ada yang bertanya tadi apakah Athena cantik? Seksi? Manis? Siapa yang bertanya seperti itu he..?" sinsir Mr X.
__ADS_1
Glek
Rey yang mendengar sindiran dari Mr X semakin berkeringat dingin. Matanya menatap tajam ke arah Tara yang sedang tersenyum mengejek padanya.
"Ah tadi juga aku mendengar jika ada yang terpesona pada wanitaku hingga lupa berkedip. Itu siapa?"
Glek
Kedua manusia di depan Mr X itu langsung ketar ketir sendiri karena harus menghadapi amukan dari sang Tuan itu.
Jika diberi pilihan pergi menyerang markas mafia musuh atau menghadapi pria di depan mereka itu maka keduanya akan lebih memilih pergi menyerang markas mafia musuh di bandingkan harus menghadapi pria di depanm mereka itu yang sangat menakutkan.
"Maaf Tuan saya hanya menjawab pertanyaan dari Rey mengenai bagaiman Nona Athena," kata Tara yang membela diri.
"Tidak ada ampun untuk kalian, selesai ini bersihkan kandang kesayanganku!" Titah Mr X dengan dingin.
Deg
__ADS_1
Sontak saja mereka langsung berdua berwajah pucat pasih karena apa yang di katakan oleh sang Tuan. Bersihkan kandang kesayangan Mr X sama saja dengan bekerja mempertaruhkan nyawa. Seperti seekor kelinci yang datang di dalam kandang serigala. Perumpaan itu sangatlah sama dengan apa yang akan meereka alami jika sampai membersihkan kandang itu.
Namun, Tara dan Rey juga tak mempunyai pilihan selain mengikuti apa yang diperintahkan oleh Mr X. Di karenakan jika keduanya menolak hukuman itu maka dapat dipastikan jika keduanya akan mendapatkan hukuman yang lebih berat dari hukuman yang disebutkan di awal tadi. Tak punya pilihan lain keduanya langsung menganggukkan kepalanya dengan samar sebagai tanda jika menyanggupi apa yang di perintahkan Mr X.
"Nagus, itu memang pantas untuk kalian." Mr X menatap mereka berdua dengan Tatapan yang dingin dan memasang ekspresi datar di wajahnya.
'Berani memuji kecantikan Athena sama saja dengan mengantarkan nyawa kepadaku. Tak akan aku biarkan siapapun yang mendekati apalagi untuk merebut Athena dariku,' kata Mr X di dalam hatinya menatap kesal kedua bawahannya itu.
"Rey berapa perkiraan kamu untuk bisa membuatku berjalan kembali?" tanya Mr X kepada Rey sang bawahan.
Rey yang mendapat pertanyaan itu dari sang Tuan langsung menatap kaki Mr X lalu menatap wajahnya. Terdengar helaan nafas yang kuat dari Rey yang menandakan jika untuk menebak sangat sulit.
"Jika Tuan mau mengikuti pengobatan secara rutin paling lambat Tuan bisa berjalan Normal 3 bulan." kata Rey dengan yakin.
Rey yakin jika tebakannya itu tidak akan pernah meleset karena keadaan kaki dari Mr X tidak separah orang lumpuh. Kaki Mr X hanya mengalami kematian sendi dan ada beberapa urat yang mati karena lama tidak di gerakin.
Namun ternyata Mr X yang mendengar akan hal itu kurang puas membuat wajahnya langsung berubah datar dan dingin. Mr X menatap tajam Rey hingga membuat sang bawahannya itu menjadi berkeringat dingin karena tatapannya.
__ADS_1
"Paling cepat 2 bulan anda sudah bisa berjalan Normal Tuan," kata Rey lagi.
"Tidak, aku ingin 1 bulan."