Love Story Queen Athena

Love Story Queen Athena
bab 181


__ADS_3

“A..apa ma..maksudnya?” tanya Adrian yang mulai merasakan firasat buruk.


‘‘Tunggu 5 menit lagi dan lihat kejutan spesial dariku,” kata Athena dengan santai.`


Adrian menatap Cleo dengan sisa kesadarannya berharap Cleo mau mengatakan sesuatu. Namun, Cleo yang ketakutan tidak menjawab sama sekali. Hingga 5 menit kemudian terdengar bunyi ponsel di tangan Athena yang berasal dari Kaisar jika semuanya telah beres. Athena yang senang segera membuka internet dan benar saja perusahaan milik Adrian kini sudah tidak bisa lagi di tolong.


“Tuan Adrian, anda masih punya ponsel bukan? Lihatlah kejutanku yang sangat berharga itu,” ucap Athena dengan sinis dan juga tersenyum miring.


Dengan sisa tenaganya Adrian bangun dan merogoh sakunya lalu mengeluarkan ponselnya. Matanya membulat sempurna saat melihat topik paling terkenal di media sosial.


“A…apa ini?” Adrian menatap AThena dengan pandangan mata yang syok dan tubuh gemetar ketakutan.


“K…kau..?”


“Ya itu aku, aku sudah memberi kalian kesempatan bukan? Namun, sayangnya kalian tidak mau berubah,” ucap Athena dengan dingin.


“PENGAWAL USIR MEREKA SEMUA…!” teriak Xavier yang menyuruh pengawal untuk menyeret tamu tak di undang itu untuk pergi.


“XAVIER APA YANG KAMU LAKUKAN…? AKU DADDYMU…!” teriak Mario dengan suara kencangnya.


“Lepaskan aku…! Xavier…!”


Xavier yang malas mendengar ocehan tak berfaedah dari orang-orang yang membuangnya membuat Xavier langsung menggendong Athena ala bridal style.


“Mau kemana?” tanya Athena yang berada di gendongan Xavier./


“Mandi, lihat bahkan kamu masih menggunakan piyama tidur babe,” bisik Xavier yang langsung menaiki tangga menuju lantai dua.


Sampai di kamar Xavier langsung mendudukan Athena di samping ranjang empuk itu.


“Tunggu disini, aku akan menyiapkan air mandi untukmu,” ucap Xavier yang langsung berbalik masuk ke dalam kamar mandi.

__ADS_1


Sampai di kamar mandi Xavier tertegun saat mencium wangi kamar mandi yang sama dengan wangi tubuh Athena yang memancarkan wangi mawar.


“Apa karena aroma Athena aroma mawar sehingga kamar mandi ini juga menjadi wangi seperti ini?” guman Xavier yang mulai mengisi bak dengan air hangat.


Matanya menatap ke sekeliling yang dimana semua kebutuhan Athena ada di dalam kamar mandi itu salah satunya adalah bunga Mawar biru yang diyakini sebagai pengharum dan juga campuran bak mandi Athena mandi. 


“Mungkin ini alasan kenapa AThena memiliki aroma mawar jika setiap mandi dia pakai ini,” guman Xavier yang mulai menaburkan bunga mawar biru di dalam bak mandi.


Setelah selesai Xavier langsung keluar dari kamar mandi menghampiri Athena.


“Sudah siap, sana masuk mandi,” kata Xavier yang langsung menyuruh AThena mandi.


Athena yang malas berdebat dengan langkah malas berjalan menuju kamar mandi. Sedangkan Xavier hanya menggelengkan kepala melihat tingkah sang wanita yang sepertinya sangat mageran.


Beberapa saat kemudian Athena keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan jubah saja. Matanya mencari kesana kemari namun tidak menemukan keberadaan Xavier yang memang tidak ada tanda-tanda dia berada disana.


“Kemana dia?” guman Athena yang langsung menuju walk in Close.


“Kenapa kau tidak menghubungiku sejak awal jika mereka datang?” sentak Xavier dengan nada geram namun dengan suara rendah takut Athena mendengarnya.


“Saya juga tidak tahu apapun Tuan, para satpam yang berjaga mengizinkan mereka masuk. Selain itu sedari awal mereka sudah memaksa untuk masuk ke dalam hingga saya harus menahan mereka semua,” ucap Eka dengan gugup.


Xavier yang mendengar akan hal itu langsung mendengus kesal. Jika saja tidak ada Athena mungkin dia sudah menghajar pria yang mengaku sebagai ayahnya itu.


“Panggil satpam itu kemari…!” titah Xavier pada Eka untuk memanggil satpam yang berjaga di depan sana.


“Baik Tuan,”


Eka langsung berbalik dan berlari keluar untuk memanggil satpam yang membukakan pintu gerbang hingga membiarkan rombongon Cleo masuk ke dalam mension itu.


Beberapa saat kemudian Eka kembali dengan dua orang pria yang dapat di tebak jika mereka adalah satpam.

__ADS_1


“Tuan memanggil kami?” tanya salah satu satpam itu.


“Kenapa kalian mengizinkan pria itu masuk ke dalam mension?” tanya Xavier dengan datar dan menatap tajam mereka.


“Maaf Tuan, kami mengira jika Tuan Mario datang atas undangan dari anda,” ucap sang satpam dengan membungkukkan badannya.


“Lain kalia jangan izinkan masuk atau kalian saya pecat…!” ancam Xavier dengan marah.


“Baik Tuan,”


“Pergilah,” usir Xavier yang tidak ingin memperpanjang masalah. 


“Eka dan kamu siapa?” tunjuk Xavier yang menatap Rania.


“Rania,” jawab Rania tegas.


“Bukan tugasku memerintahmu karena kau bukan bekerja untukku. AKan tetapi, aku hanya berpesan jangan pernah jauh dari Athena. AKu takut wanita gila itu nekat menyakiti Athena lagi,” kata Xavier yang merasa takut dan juga khawatir jangan sampai Cleo menyakiti Athena lagi.


“Anda tidak perlu khawatir, saya akan menjaga Nona Athena dengan baik,” ucap Rania dengan tegas dan mantap.


“Dante panggil beberapa anggota untuk menjaga mension ini. Aku takut wanita gila itu nekat masuk ke dalam mension,” kata Xavier dengan datar.


“Baik Tuan,” 


Xavier langsung menuju lantai dua menuju ke kamarnya. Sampai di kamar Athena langsung melihat Athena yang baru saja keluar dari walk in Cloese.


“Babe,”


Athena yang merasakan sebuah tangan melingkar di perutnya langsung mendongak hingga melihat Xavier yang sedang menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Athena.


“Lio, awas dulu aku keringkan dulu rambutku,” kata Athena yang menyingkirkan kepala Xavier dari bahunya.

__ADS_1


“Aku saja,” kata Xavier yang langsung merebut hair dryer dari tangan Athena.


__ADS_2