Love Story Queen Athena

Love Story Queen Athena
bab 60


__ADS_3

Seorang pria dengan tenang datang membawakan sarapan pada gadis pujaannya yang berada di rumah sakit. Xavier dengan langkah ringan keluar dari mobil masuk ke dalam Rumah sakit menyelusuri setiap lorong Rumah sakit hingga sampai di ruangan Amora.


Ceklek


Xavier masuk ke dalam ruangan itu terlihat jika Amora masih menutup matanya terbaring menyamping di atas brankarnya. Xavier mendesah lega karena gadis itu tidak bangun. Pagi-pagi buta Xavier sudah keluiar dari ruangan Amora kembali ke mension membuatkan menu yang sama seperti kemarin untuk Amora.


"Syukurlah kamu belum bangun, Dear." Guman Xavier yang mengelus kepala Amora.


Xavier lnangsung memletakkan masakannya di atas meja klalu keluar dri ruangan mora karena pagi ini dia ada pertemuan penting. Dengan langkah tergesa-gesa Xavier keluar dari ruangan Amora berjalan cepat menuju ke parkiran rumah sakit. Sampai di sana Xavier segera masuk ke dalam mobil menjalankan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata menuju ke perusahaan.


Ckitttt


Setelah mengemudi beberapa menit akhirnya Xavier sampai di perusahaannya. Dengan cepat cepat Xavier segera turun dari mobil yang ternyata langsung disambut oleh Dante yang sudah menunggu kedatangan Xavier sejak tadi.


"Bos...!"


"Apa mereka sudah sampai?" tanya Xavier yang berjalan menghampiri Dante.


"Belun Bos, mungkin sekitar 5 menit lagi," jawab Dante dengan tenang.


Xavier yang mendengar itu segera berjalan di depan dengan langkah ringah dan terlihat tenang. Sampai di lobby perusahaan Xavier langsung di sambut oleh seluruh karyawann namun Xavier hanya berjalan acuh menuju Lift dengan Dante di belakangnya.


Ting


Xavier melangkahkan kakinya keluar dari lift menuju ruangannya yang berjarak hanya beberapa langkah saja dari lift.


"Dante kirim anak buah kita untuk memastikan Amora baik-baik saja dan pastikan tidak kabur dari rumah sakit!" titah Xavier pada Dante dengan dingin.


"Baik Bos akan saya lakukan," Dante segera keluar untuk menghubunghi anak buah mereka untuk segera meluncur ke umah sakit tempat Amora di rawat.

__ADS_1


Dalam hati Dante merasa bingung untuk apa Xavier mengutus anak buah mereka pada Amora yang jelas tidak akan ada bahaya disana karena pria tua yang di ketahui Dante sebagai ayah angkat Amora juga mengirimkan anak buahnya untuk menjaga Aora. Namun, walaupun begitu Dante tidak berani membantah apalagi sampai bertanya akan keputusan yang di buat oleh sang Bos.


Sedngkan Xavier dengan segera melihat jam tangan di tangannya yang baru menunjukan jika baru sekitar 30 menit yang lalu dia pergi meninggalkan Rumah Sakit.


"Kenapa sangat lama? Mereka yang menawarkan kerjasama tapi mereka juga yang datang terlambat." Guman Xavier dengan nada geram.


Tok


Tok


Tok


Xavier yang baru ingin berteriak itu segera menghentikan tindakannya menatap tajam pintu yang sedang di ketuk dari luar.


""Aku harap sudah mereka jika tidak maka..., tanggung sendiri akibatnya." guman Xavier yang menarik napas dalam-dalam dan mengeluarkannya secara perlahan-lahan.


"masuk!" teriak Xavier dengan suara datarnya.


"Mampus, ku harap mereka tidak membuat masalah." guman Dante di dalam hati dengan melirik kedua pria di sampignya itu dengan ekor matanya.


"Maaf membuat anda menunggu Tuan Xavier..,"


"Lain kali maka tanggung akibatnya," desis Xavier yang menatap tajam pria paruh baya di depannya itu.


Glek


Pria paruh baya itu segera menelan ludah dengan kasar saat mendengar apa yang dikatakan oleh Xavier yang sangat jauh dari apa yang ada di dalam pikirannya. Tadinya pria paruh baya itu hanya akan berpikir jika Xavier akan memaklumi seperti pengusaha lainnya. Namun saat mendengar balasan menohok dari pemilik perusahaan terbesar itu membuat pria paruh baya itu bungkam tanpa suara.


Sedangkan pria yang berada di samping pria paruh baya itu merasa kurang suka dan kesal dengan balasan yang Xavier berikan pada Bosnya dan menyambut merekapun juga sangat tidak ada. Padahal biasanya saat mereka datang di perusahaan orang lain mereka akan sangat menghargai dan menghormati mereka seperti layaknya atasan.

__ADS_1


"Mohon maaf Tuan Xavier tapi tidak seharusnya nada berkata seperti itu pada kami. Lagipula kami hanya terlambat 3 menit aku rasa itu bukan hal yang besar," kata pria muda di samping pria paruh baya itu.


"Menurut anda itu hal kecil tapi menurut saya itu adalah hal yang besar. Jangan lupa jika saat ini dimana anda berpijak? Saya bukan seperti orang lainnya yang akan sangat menyanjung anda hanya karena anda pengusaha besar, waktu 3 menit bahkan bisa menghasilkan jutaan dollar bahkan bisa sampai milyaran." Sarkasme Xavier.


Dante yang mendengar balasan Xavier hanya bisa menelan ludah jika seperti ini sang Bos berarti sudah sangat kesal. Lagipula apa yang dikatakan oleh Xavier itu memang kenyataan waktu 3 menit bisa menghasilkan jutaan dollar bahkan sampai milyaran. Kenapa seperti itu? Karena satu berkas yang di tanda tangani bisa menghasilkan nilai jutaan yang fantasis.


"Silahkan duduk Tuan-Tuan jika masih ingin melanjutkan pekerjaan ini jika tidak maka itu pintu ruangannya!"


Sontak perkataan Dante membuat kedua pria di depan mereka itu langsung kaget,. Bahkan tanpa sungkan dan ragu Dante mengusir mereka secara halus. Sebenarnya mereka ingin marah namun tak bisa karena apa arti kekuasaan mereka jika di hadapkan dengan si Xavier yang terkenal dengan pengusaha yang keras kepala dan juga semena-mena.


"Maafkan kami Tuan Xavier kami memang bersalah karena membuat anda menunggu. Kami berjanji hal ini tidak akan terulang lagi," kata pria paruh baya itu menghibur Xavier.


"Cepatlah!" sentak Xavier yang tidak menyukai jika waktunya terus di buang sia-siang karena hal tak penting.


Kedua pria itu segera duduk di depan Xavier lalu mengeluarkan sebuah map yang di dalamnya yernyata sebuah proposal yang di ajukan untuk kerjasama dengan perusahaan Xavier.


"Ini yang kami tawarkan Tuan, silahkan di lihat dan di teliti dulu siapa tahu masih ada yang kurang dan Tuan mau menambahkannya." Kata pria paruh baya itu dengan meletakkan map itu di depan Xavier.


Xavier dengan wajah datar dan dingin segera meraih map itu membuka satu lembar perlembar yang di tulis dan di rancang oleh pihak di depannya itu. Terlihat Xavier menganggukan kepala pertanda cukup puas dengan untung yang di tawarkan oleh mereka.


"Baik saya terima," Xavier segera meraih sebuah pulpen lalu membubuhkan tanda tangannya di atas material yang telah di siapkan.


"Terima kasih Tuan Xavier," pria paruh baya itu segera menguluerkan tangannya ingin berjabat tangannya tapi Xavier hanya diam.


Dante yang melihat itu segera melakukan tusasnya yaitu menjabat tangan pria paruh baya di depannya itu dengan erat hingga membuat pria paruh baya itu kesakitan.


"Selamat bergabung," Dante tersenyum manis ke arah pria paruh baya itu.


Drettt

__ADS_1


Xavier yang sedang menatap rekan kerjanya langsung menoleh ke arah ponselnya yang berdering dan bergetar membuat Xavier segera meraihnya.


"APAAAA?"


__ADS_2