
Peluh membasahi tubuh berotot seorang pria yang masih menggunakan perban itu. Dengan langkah pasti dan sedikit demi sedikit pria itu berjalan menggunakan tongkat untuk melatih kakinya agar segera bisa berjalan dengan normal.
Mr X
Pria itu adalah sosok Mr X yang sedang berlatih berjalan dengan menggunaan bantuan tongkat. Pria itu abhkan sudah bermandikan peluh namun Mr X tak peduli. Saat ini yang ada Mr X pedulikan hanya satu yaitu bagaimana bisa membuatkedua kakinya bisa berjalan dengan normal tanpa adanya tongkat dan juga kursi roda.
Hah hah hah
Suara napas yang ngos-ngosan karena lelah akan tetapi Mr X tidak beristirahat. Kakinya dengan sedikit gemetar mengangkat pelan lalu sampai pada pijakan lagi.
"Tuan lebih baik Tuan istrahat saja dulu," kata Tara yang datang di ruang latihan sang Tuan.
"Sedikit lagi," balas Mr X yang terus berjalan walau terlihat sangat pelan.
Tara yang melihatnya sampai geleng-geleng kepala akan tingkat keras kepala dari Tuannya itu. Akan tetapi walau begitu Tara tidak menghentikannya karena Tara yakin jika Tuannya akan segera sembuh dan berjalan normal seperti sedia kala.
"Tuan Nona Athena pagi ini di ikuti oleh sekelompok anak buah dari Xavier. Selain itu, aku juga merasakan adanya pergerakan dari Tuan Ryuga," terang Tara tiba-tiba.
Mr X yang sedang berusaha berjalan itu untuk sesaat menghentikan kegiatannya sebelum kembali tersenyum licik.
"Kenapa di dunia ini sangat banyak orang yang memiliki perilaku seperti itu. Hanya karena harta dan kekuasaan mereka terus saling merebut hak yang bukan hak mereka. Terlihat sangat lucu hingga aku ingin segera membunuh mereka satu persatu," sarkasme Mr X yang melanjutkan apa yang menjadi kegiatannya.
"Lalu apa yang di lakukan oleh wanitaku? Mengingat bagaimana sifat AThena gadis itu tidak mungkin akan diam saja setelah di ikuti," kata Mr X dengan senyum kecil di wajahnya.
__ADS_1
"Nona Athena membuat mereka semua kehilangan jejaknya Tuan, tak hanya itu bahkan Nona Athena sampai membuat keadaan lalu lintas macet parah,"
Mr X yang mendengarnya hanya tersenyum kecil wanitanya bukanlah gadis lemah yang akan diam saja jika di provokasi begitu saja. Gadis itu akan terus membalas bahkan hal yang tak akan terduga.
"Aku rasa wanitaku belum terlalu kesal rupanya," guman Mr X yang masih bisa di dengar Tara.
"Memang jika Nona Athena marah dia akan membalas lebih parah?" tanya Tara.
"Setidaknya lebih dari apa yang akan kamu duga," jawab Mr X dengan singkat.
Tara yang mendengar itu langsung tersenyum licik dengan senyum yang mencurigakan. Mr X yang melihat senyum menyebalkan dari Tara langsung melototi sang bawahannya itu.
"Apa yang kamu pikirkan di dalam otak kecilmu itu? Jangan coba-coba membuat wanitaku dalam bahaya atau aku sendiri yang akan meledakan kepalamu itu," sarkas Mr X yang menodongkan Tara pistol emas miliknya.
Tara yang melihat pistol itu langsung menalan ludah kasar. Tara memang tidak tahu seperti apa pistol itu tapi kecepatan peluru pistol itu sama seperti kecepatan sniper membuat lawannya tak berkutik. Namun pernah satu kali Tara melihat jika Mr X menembak lawannya menggunkan pistol itu karena saat itu ia sedang terdesar. Aan tetapi hal yang tak terduga adalah Mr X hanya menembak lengan orang itu namun tidak cukup 5 menit orang itu langsung mati begitu saja.
"Tuan bagaimana jikakita gunakan Nona A...,"
Jleb
Tara yang belum menyelesaikan kalimatnya langsung memucat saat sebuah belati melayang dan menancap di samping telinganya nyaris membuat telinganya terpisah dari tempatnya. Wajahnya langsung berubah pucat pasi saat melirik belati itu belum lagi wajah sangar dari Mr X membuat tubuh Tara menjadi gemetaran karena ketakutan.
"Rey...! Tolong aku...! Aku belum mau mati...!" jerit Tara dalamnhati.
__ADS_1
Pria itu menjerit dalam hati berharap jeritannya itu dapat di dengaer oleh Rey lalu datamng menyelamatkannya.
"Berani sekali kamu ingin membuat wanitaku dalam bbahaya? Sepertinya kamu bosan hidup, bukan begitu Tara?" Mr X menakatan setiap katanya terutama saat nama Tara terucap.
"Tuan saya tidak bermaksud seperti itu...," kata Tara yang terbata-bata.
"Lalu bagaimana?" sinis Mr X yang sudah memainkan belati di tangannya.
Gluk
"Tara nyawamu sekarang benar-benar berada di ambang jurang kematian dan kehidupan secara bersamaan. Salah bicara saja satu kata maka belati itu akan melayang ke arahku," kata Tara dalam hati yang menatap ngeri belati yang berputar-putar di tangan Mr X.
"Saya tidak ingin membahayakan Nona Athena maksud saya tadi itu adalah kita kan mengikuti Nona Amora dengan menjadi anak buah Tuan Xavier. Kita buat Nona Athena marah dengan begitu nona Athena akan menganggap jika Tuan Xavier yang mencari masalah dengannya. Aku yakin Nona Amora tidak akan menyelesaikannya dengan otot melainkan otak," kata Tara dengan hati-hati.
Tara hanya bisa meremas tangannya menentukan hukuman apa yang di dapatkan olehnya karena bernai menargetkanAthena sebagai perantara balas dendam mereka. Sedangkan Mr X yang mendengar usulan dari Tara hanya tersenyum licik. Dia memang setuju denganusulan Tara oleh karena itu dia kan menyetujuinya akan tetapi akan memberi pelajaran juga pada Tara.
"Baiklah lakukan apapun yang kamu sukai asalkan kamu senidri yang turun tangan. AKu tidak akan setuju jika anggota lain yang turun tangan," sahut Mr X dengan tenang.
Tara yang mendengarnya langsung tersenyum lebar namun juga aneh kenapa sang Tuan menunjuknya sebagai pernatara.
"Baik Tuan akan saya lakukan seperti apa Tuan katakan," kata Tara yang sudah menyusun rencana membuat Athena marah.
Tanpa Tara sadari jika Mr X sengaja menunjuknya karena Mr X telah merencanakan sesuatu untuk Tara agar pria itu tobat selalu mengungkit Athena. Mr X tahu jika Tara tidak terlalu menyukai Athena karena insiden Athena yang meminta imbalan saat menolongnya.
__ADS_1
"Kamu akan tahu sendiri bagaimana menghadapi seekor singa betina jika sudah mengamuk," kata Mr X dalam hati.