
“Tuan apa mau saya bereskan sekarang juga?” Kata salah satu pria berbaju hitam itu.
“Hm selesaikan cepat.” Jawab pria mudah itu.
Athena yang mendengar itu sontak membulatkan mata. Sedangkan pria muda yang menjadi bos mereka itu tersenyum miring.
“Monyet…!” pekik Athena kesal.
“Adik tolong pegangin tas kakak ya,” pinta Athena yang melepas ranselnya lalu dikasihkan-nya ke anak kecil itu.
"Belum pernah rasain yah gimana rasanya dihajar singa yang sedang mengamuk," Guman Athena yang langsung mengikat rambut panjangnya dengan karet gelang yang selalu ia pakai di pergelangan tangan.
Bugh
Belum sempat pria itu bergerak sebuah tendangan keras mendarat langsung di rahangnya membuat pria kekar itu oleng.
"Gimana Tak, aman gak?" Teriak Athena ya v tersenyum miring ke arah prai yang baru saja ia panggil Tak itu.
"Eh Tuan datar! Pengawal kamu lucu-lucu ya, kepalanya botak." Seru Athena dengan tersenyum polos.
Uhuuk Uhuuk
Dante yang mendengar ucapan frontal gadis asing di depannya itu langsung tersedak salivanya sendiri. Bagaimana bisa wajah sangar seperti pria-pria di sampingnya itu di katakan lucu.
Tanpa Athena sadari jika pria yang di tendangnya tadi itu kini sedang mengayunkan tinju ke arahnya dari belakang.
"Kakak cantik awas….!" Teriak anak kecil itu yang meneriaki Athena.
Athena yang mendengar seruan itu langsung berbalik. Matanya terbelalak melihat tangan itu sudah dekat dengan wajahnya. Athena berusaha menghindar tapi terlambat karena suara itu melengking di udara.
Plak
Yups …, yang di dapatkan Athena bukan pukulan namun tamparan. Walau begitu sudut bibir gadis itu sobek dan berdarah. Athena tidak bersuara atau meringis kesakitan seperti orang pada umumnya. Tangan gadis itu terangkat menyentuh bibirnya hingga tangannya berwarna merah.
Mata Athena langsung berubah tajam melihat warna merah yang berada di ujung telunjuknya. Sedangkan di sisi lain pria muda yang menyaksikan itu hanya tersenyum sinis dan menatap remeh Athena.
"Aku berfikir dia menarik ternyata…, cih menjijikan." Sarkas pria muda itu yang dapat di dengar oleh Dante.
"Tuan aku rasa gadis ini tidak sesederhana itu," bisik Dante saat merasakan ada sebuah perubahan pada gadis itu.
__ADS_1
"Kamu berani..,"
"Kenapa tidak? Itu adalah perintah dari Tuanku." Potong pria itu yang tersenyum remeh.
"Di dunia ini tidak ada satu orangpun yang berani mengangkat tangannya terhadapku bahkan jika itu Monster sekalipun," Athena menatap tajam pria di depannya dengan niat yang membunuh.
"Daddy berkata jika ada orang yang melukaimu maka balas 10 kali lipat dan Mommy ku berkata jika ada yang berani menyentuhmu maka patahkan tangannya. Sayangnya aku tak akan memakai prinsip itu, karena orang yang berani melukaiku maka balasannya adalah nyawa." Desis Athena yang melirik tajam pria di sampingnya.
Bugh
Krek
Brak
Hanya butuh 3 kali serangan pria itu langsung terkapar tak berdaya dengan tangan dan kaki yang patah.
"Tidak mau menolong anak buahmu,hm..?" Athena menatap pria di depannya itu dengan sinis.
"Sayang sekali sepertinya Tuan mu itu tak ingin menolong mu," bisik Athena di telinga pria yang terkapar itu.
"Jika begitu, kita akhiri saja."
"Tuan..!"
"Karena kamu Tuannya maka kamu juga harus merasakan apa yang aku rasakan dan tentunya 10 kali lipat." Ucap Athena dengan senyum miring segera berbalik pergi begitu saja meninggalkan rombongan pria itu.
"Tu…..Tuan to..tolong saya.." pinta pria yang di hajar Athena.
"Ah aku memberi tahu jika kalian menyentuh pria botak itu maka.., aku tidak menjamin nyawa kalian juga selamat." Ucap Athena yang semakin menjauh.
"To….tolong…"
Dante membulatkan mata saat melihat anggotanya itu yang berbusa mulutnya l. Tak hanya itu bahkan matanya melotot hingga bola matanya keluar sendiri dari tempatnya.
"Tu…Tuan,"
"Bereskan semuanya!" Titah pria itu yang langsung masuk ke dalam mobilnya.
Dante segera memberi kode pada anggotanya laluasuk ke dalam mobil. Melaju pergi meninggalkan bandara menuju sebuah tujuan yang menjadi pekerjaan utama mereka.
__ADS_1
"Dante..!"
"Iya Tuan,"
"Gadis itu."
Dante yang sedang menyetir langsung mengerutkan dahi. Apa Tuannya itu sedang menyuruhnya untuk mencari tahu tentang gadis yang baru melukai Tuannya itu. Tapi, untuk apa? Tuannya tak pernah mau berurusan dengan namanya wanita karena dia mempunyai sebuah rahasia tentang itu.
"Apa Tuan ingin saya mencari tahu tentang gadis itu?" Tanya Dante hati-hati takut membuat mood Tuannya buruk dan dia akan kena imbasnya.
"Apa kamu mulai bodoh sekarang?" Sarkas pria itu.
Dante yang mendengar itu langsung menelan ludah. "Aka saya cari Tuan," Dante memilih mengikuti apa yang di-inginkan oleh sang Atasan.
Sampai di sebuah mension yang berada di tengah hutan pria itu langsung turun dari mobil. Berjalan masuk dengan aura dingin dan wajah datar penuh intimidasi. Setiap orang yang di lakuinya akan langsung menundukan kepala mereka.
Sosok itu masuk ke dalam sebuah kamar yang memiliki pintu berwarna hitam kemerahan. Sampai di dalam nyatanya isi kamarnya juga sama yaitu hitam menambah kesan menyeramkannya.
Sosok itu langsung menuju cermin besar di dalam kamar itu tangannya terulur mengelus sebuah luka kecil yang berada di pipi kanannya hanya saja lukanya itu sangat sakit dan perih secara bersamaan. Sayangnya pria itu justru menyembunyikannya. Pandangannya jatuh menatap telapak tangannya yang masih menggenggam sebuah belati yang berhasil melukai wajahnya.
"Q.A.A.K" guman pria itu yang melihat ukiran huruf di belati di tangannya itu.
"Menarik! Kamu sungguh menarik Queen." Bisik Pria itu yang menghirup belati itu.
Xavier Achilleo Argantara seorang pengusaha nomor 1 di negara Itali. Perusahaannya bergera di segala aspek membuat pria itu menjadi pria idaman para wanita sayangnya sifatnya yang dingin tak tersentuh membuat dirinya tak pernah merasakan jatuh cinta.
Selain seorang Pengusaha kaya raya nyatanya Xavier juga merupakan seorang Penguasa dunia bawah di Negara Italia. Kelompok mereka di sebut Tiger, kelompok yang begitu di takuti di negara itu. Selama hidup 25 tahun pria itu tidak pernah sekalipun terlibat dengan hubungan asmara hingga di kabarkan dirinya gay.
Bahkan pernah di kabarkan jika Xavier dan Dante orang kepercayaannya adalah pasangan gay. Namun, keduanya hanya bungkam tanpa menolak atau pun juga mengiyakan.
Tanpa semua orang ketahui jika Xavier adalah penderita OCD atau Gangguan Obsesif Kompulsif atau dalam bahasa Inggris di namakan Obsessive compulsive disorder (OCD) adalah gangguan mental yang mendorong penderitanya untuk melakukan tindakan tertentu secara berulang-ulang. Tindakan tersebut ia lakukan untuk mengurangi kecemasan dalam pikirannya.
Seperti terobsesi dengan kebersihan dimana jika habis bersentuhan dengan sesuatu hal maka akan mencuci tangan berulang kali sampai merasa tangannya bersih. Atau juga bisa di katakan Alergi pada sentuhan dan Xavier alergi terhadap sentuhan wanita. Pria itu akan langsung pusing, mual, atau bahkan sampai ruam merah muncul di kulitnya jika di sentuh wanita.
"Di pertemuan pertama kita, kamu sudah mampu menarik perhatianku. Bahkan aku tak merasakan apapun saat helaian rambutmu mengenaiku." Guman Xavier yang tersenyum kecil.
Untuk pertama kalinya dalam hidupnya pria itu tersenyum setulus itu. Matanya menatap dalam belati di tangannya yang berhasil melukainya. Padahal selama ini tidak ada serangan yang bisa melukainya selagi itu dia sadar. Tak di sangka serangan gadis itu bisa melukainya tanpa bisa dia mengelak.
Namun, Xavier tidak marah karena tanpa di sadari oleh anggotanya termaksud Dante orang kepercayaannya dah Gadis itu tentunya. Rambut gadis itu mengenai wajahnya saat gadis itu berbalik karena rambut panjangnya di terpa angin.
__ADS_1