Love Story Queen Athena

Love Story Queen Athena
bab 16


__ADS_3

Di malam yang gelap dan sunyi berdiri dua orang pria menatap tajam bangunan tua di depan mereka. Kedua orang pria itu tak lain dan tak bukan adalah Xavier dan juga Dante yang mendatangi markas musuh atau markas Genk Lion.


“Cari gudang penyimpanan mereka dan letakkan bom di setiap sudutnya.” Perintah Xavier dengan datar.


“Baik Bos.” Dante segera bergerak masuk ke dalam markas Genk Lion.


Sedangkan Xavier ke dalam markas melalui gerbang hutan. Xavier segera menarik pistolnya dan menembak kedua penjaga yang sedang terjaga sebelum mereka berteriak memanggil kawanan mereka.


Bugh


Bugh


Sayangnya pistol yang digunakan oleh Xavier menggunakan peredam suara sehingga suara tembakan tidak terdengar. Sampai di gerbang Xavier langsung menendang kepala pejabat yang telah tewas itu.


“Hanya kelompok sekecil ini bagaimana bisa berani mengisi seekor singa,” guman Xavier dengan senyum miring di bibirnya.


Tak mau ambil pusing Xavier segera masuk ke dalam markas itu dengan mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru Setiap orang yang di lihatnya maka ia akan tembak.


Setelah beberapa menit Xavier menembak anggota Genk Lion Xavier menyimpan kembali pistolnya di balik jas yang dia kenakan.


“Saatnya bermain,” Smirk Xavier yang memainkan belati di tangannya.


Dengan hawa membunuh yang kuat Xavier menendang keras pintu gedung tua itu hingga pintunya terbang dan menghantam beberapa anggota Genk Lion yang berada di belakang pintu.


“KAU…, PENYUSUP…!” teriak penjaga yang melihat Xavier masuk.

__ADS_1


“CEPAT SERANG PRIA BERTOPENG ITU…” perintah sang penjaga kepada beberapa anggota lainnya.


Dor


Dor


Trak


Krek


Suara tembakan menggema di gudang tua itu dengan Xavier yang meliuk-liukkan badannya menghindari tembakan. Tak hanya menghindar berulang kali terjadi gesekan antara peluru dan juga belati yang di pegangnya.


Sret


Jleb


Suara bising tembakan membuat beberapa anggota Lion yang sedang beristirahat terganggu salah satunya adalah ketua mereka.


“SIAPA YANG BERANI MENYERANG MARKASKU?” teriak seorang pria paruh baya yang berada di lantai atas menatap tajam ke bah sana yang tengah terjadi pertempuran sengit.


“KAU…, KE…KENAPA KAU… ADA DISINI?” tanya pria paruh baya itu dengan gugup.


“Membalas dendam.” Balas Xavier yang langsung menancapkan belati di tangannya ke leher anggota pria paruh baya itu.


Jleb

__ADS_1


“DASAR BAJINGAN….! KALIAN SEMUA CEPAT HABISI PRIA ITU!” perintah pria paruh baya itu dengan menahan amarah yang sudah berada di ubun-ubun.


“Sayangnya tugasku sudah selesai,” guman Xavier tersenyum miring.


“Bye…!” Xavier melambaikan tangannya kepada pria paruh baya yang berada di lantai atas itu. Tak lupa dengan menunjukkan sebuah senyum miring yang seakan-akan sedang meledek pria itu.


“MAU KEMANA KAU BR3NGS3K? CEPAT KEJAR DAN HABISI!”


Dhuaaaarr


Belum satu langkah pun mereka bergerak tiba-tiba terjadi sebuah ledakan yang begitu keras sehingga mengguncang gedung tua itu.


“Celaka, ledakan ini berasal dari arah gudang penyimpanan.” guman Pria paruh baya itu yang langsung berlari ke lantai bawah.


“Jangan hanya diam cepat menuju kesana…!” bentak pria paruh baya itu dengan membentak para anak buahnya.


Akhirnya pria paruh baya itu bersama para anggotanya menuju ke asal suara ledakan. Akan tetapi terlambat, sampai disana sebuah bangunan yang di duga adalah gudang penyimpanan senjata dan lain-lain kini tengah di lahap si jago merah.


“TIDAKKKKK…! CEPAT PADAMKAN APINYA!” pria paruh baya itu hanya bisa menjerit saat melihat bangunan di depannya di lahap api.


Tak ada yang bisa di lakukan oleh pria paruh baya itu selain memerintahkan anak buahnya untuk memadamkan apinya. Walaupun semuanya berakhir sia-sia karena api tak bisa lagi padam.


Tak jauh dari mereka berdiri dua orang pria yang sedang tertawa jahat. Keduanya adalah Xavier dan juga Dante.


“Kerja bagus,” Xavier segera berbalik pergi dari hutan itu di ikuti dengan Dante di belakangnya.

__ADS_1


Sampai di mobil Xavier langsung membuka topeng harimaunya begitu juga dengan Dante. Walaupun mereka sering kali menghabisi musuh atau menyerang markas kelompok lain tapi tidak ada yang mengetahui bagaimana rupa wajahnya yang sebenarnya.


__ADS_2