
"Jaga Amora sebentar, aku akan menyelesaikan semua ini dengan cepat." Kevin langsung bergegas keluar tanpa mendengar jawaban Xavier.
"Menyelesaikan masalah...,? Dam'it"
Xavier yang baru sadar dengan apa maksud perkataan Kevin ingin menyelesaikan masalah. Xavier langsung merogoh menelfon bawahannya.
"Hallo Tuan,"
"Dante perintahkan anggota kita untuk mundur! Tarik semua pasukan kita!"
"Tapi ada apa, Bos?"
"Tarik saja dan tinggalkan tempat itu sekarang juga!"
Dante yang berada di sebrang sana tak punya pilihan lain selain mengiyaan perminttan dari sang bos.
"Ada apa?"
"Bos meminta kita untuk mundur," ucap Dante menatap Roy di depannya.
"Kenapa? Bukankah selama ini Bos tidak pernah sama sekali mundur? Kenapa sekarang kita harus mundur?" tanya Roy yang tiudak mengerti apa yang di katakan oleh Dane.
"Aku tidak tahu tapi kita di perintahkan dan pergi meninggalkan tempat ini secepatnya." Ungkap Dante.
Tak punya pilihan lain Dante dan Roy segera memberi isyarat anggotanya untuk mundur. Hingga kelompok yang di pimpin Dante dann Roy segera mundur pergi meninggalkan lokasi itu membawa tanda tanya dikepala mereka masing-masing.
__ADS_1
Setelah kepergian anggota Xavier tak beberapa lama tiba-tiba sebuah kelompok yang mengawasi keadaan bangunan tua di depan mereka itu. kelompok itu menggunakan pakaian setelan jas hitam seperti bodyguard. Di deopan barisan berdiri Kevin yang memimpin mereka.
"Masuk dan habisi siapapun yang berada di dalam walau itu anak kecil sekalipun!" perintah Kevin kepada anak buahnya.
"Baik Tuan,"
Anak buah Kevin dengan gerakan sepat langsung menyerbu markas itu. Suara tembakan itu menggema di hutan sunyi itu hingga di menit berikutnya terdengar ledakan yang begitu cepat hingga cahaya api menyinari hutan gelap itu
"Ini belum seberapa jika yang kalian hadapi adalah iblis kecil itu," sinis Kevin menatap sinis kobaran api di depannya.
Sedangkan di tempat lain Xavier menunggu dengan cemas berharap anak buahnya belum menyerang markas pria tua itu. Xavier tidak ingin menjadi pengecut hanya saja dia belum siap jika identitas aslinya terbongkar. Xavier takut jika nanti identitasnya yang asli terbongkar maka Amora akan menjauh darinya. Memikirkan hal itu tentu saja membuat Xavier bertambah panik.
"Dear, aku tidak bermaksud untuk menyembunyikan identitasku tapi aku takut kamu menjauh dariku. Beri aku sedikit waktu aku akan mencoba perlahan memberitahumu," bisik Xavier yang mengecup telapak tangan Amora dengan sayang.
Tatapan Xavier seketika sendu menatap ke arah Amora yang belum sadarkan diri. Amora adalah cahayanya lalu bagaimana ia menjalani hidupnya jika cahayanya itu menghilang? Haruskah ia kembali hidup dalam kegelapan seperti semula?
Siapa yang ingin hidup di dalam kegelapan kembali saat kamu menyadari jika dunia luar ada yang lebih menyenangkan. Xavier tidak ingin kembali ke dunia yang penuh kegelapan itu.
Tanpa Xavier sadari jika bisikannya tadi di dengar oleh Amora walaupun hanya samar-ssamar. Amora yang masih betah berpura-pura pingsan langsung kaget saat merasakan tangannya basah dan Xavier yang bergetar ternyata pria itu menangis.
"L..,Lio...!"
Deg
Xavier yang sedang menunduk itu langsung mendongak melihat Amora yang sedang melihatnya dengan tatapan teduh miliknya yang mampu mengalihkan dunia seorang Xavier. Tak ingin Amora melihatnya sedang menangis Xavier langsung membuang muka lalu menghapus kasar sisa air matanya.
__ADS_1
"Kamu menangis?"
Xavier menoleh ke arah Amora yang masih terus menatap ke arahnya. "Tidak, aku tidak menangis."Elak Xavier yang mencoba berbohong.
"Jangan sampai Amora tahu aku nangis ini sangat memalukan," Xavier hanya bisa mengumpat dengan kesal karena menangis di kondisi yang tidak tepat.
Sedangkan Amora yang seperti mengerti apa yang di rasakan Xavier memutuskan untuk tidak bertanya lagi. Mata gadis itu menatap ke sekeliling ruangan itu mencari sosok yang sangat dia rindukan itu.
"Dimana Ayahku?" tanya Amora yang ingin bangun namun langsung di cegah oleh Xavier.
"Jangan bergerak, Dear. Biar aku bantu, kamu harus bergerak hati-hati agar nanti lukanmu tidak terbuka lagi." Kata Xavier kepada Amora.
"Dimana Ayah Kevin?"
"Ayah disini baby," Kevin muncul di balik pintu dengan pakaian yang berbeda.
"Ayah dari mana?" tanya Amora dengan memincingkan mata curiga.
"Jangan berfikir yang macam-macam, Ayah hanya keluar untuk mandi itupun baru 10 menit yang lalu." Kata Kevin dengan mengelus kepala Amora.
Amora yang mengenal ayah angkatnya itu tentu saja merasa curiga dan tidak percaya apa yang di katakan oleh ayah angkatnya itu.
"Jangan berbohong padaku Ayah!"
"Haish coba kamu bertanya sama pria ini, aku baru keluar 5 menit lalu." Kevin dengan enteng menunjuk Xavier.
__ADS_1
Uhukkk uhukk
"ku...,?"