Love Story Queen Athena

Love Story Queen Athena
bb 143


__ADS_3

JLEB


AAAAAAAA


‘`Ryuga berteriak kesakitan saat pahanya di tusuk belati tajam milik Athena.


“Kenapa berteriak Paman? Bukankah ini yang kau lakukan padaku 12 tahun lalu? Ah bukan paha sih tapi perutku, lalu kenapa berteriak? Apa merasa sakit?” Athena menatap Ryuga dengan pandangan iba dan kasihan.


“Tapi aku tidak menusuk perutmu Tuan, hanya menusuk kecil paha saja,” kata Athena dengan senyum polos.


Athena menekan belati di tangannya hingga semakin dalam masuk membela daging. Tak sampai disitu bahkan Athena juga memutar-mutarnya membuat Ryuga hanya bisa mendesis sakit dan perih secara bersamaan.


“Aku rasa ada yang kurang,” guman Athena yang menatap Ryuga dari ujung kaki sampai ujung rambut.


Ryuga? Jangan tanya pria itu bahkan hanya bisa duduk pasrah menerima apa yang akan dilakukan oleh Athena padanya. Rasanya hanya untuk berteriak saja Ryuga sudah tidak mampu lagi.


“Hey kau…!” Athena menunjuk Tara.


Tara yang melihat jika sang Nona menunjuknya langsung berkeringat dingin.


“Saya Nona?” Tara menunjuk diri sendiri berharap jika ia salah sasaran.


“Ya kamu siapa lagi..!” kesal Athena.


“Maaf Nona, ada yang bisa saya bantu?”


“Ambilkan aku air garam dan juga lemon, cepat…!” perintah Athena dengan penuh penekanan.


“Baik Nona,” Tara langsung berlari amsuk ke dalam markas tanpa melakukan izin terlebih dahulu pada Xavier.


Xavier yang melihat salah satu orang kepercayaannya itu hanya bisa geleng-gelang kepala saja. Disini dirinya adalah ketuanya tapi Tara bahkan tak perlu izin darinya langsung bergerak sendiri.


“Aku ketuanya tapi yang di takuti adalah Athena. Babe kau semakin menarik,” kata Xavier dalam hati.


Setelah beberapa saat akhirnya Taa kembali dengan membawa dua ember kecil di tangannya.


“Ini Nona, yang ember merah itu garam sedangkan yang hitam itu air lemon,” Tara meletakan ember itu di depan Athena.


“Hm menjauhlah,”


“Baik Nona,” Tara segera berbalik lu kembali berada di barisan semula.


“Saatnya kita masuk ke permainan yang sesungguhnya..!” Athena tersenyum miring dengan mata yang mengkilat tajam.

__ADS_1


“Masuk permainan? Lalu tadi apa Nona..?”


Ingin sekali mereka bertanya namun melihat bagaimana datarnya wajah AThena membuat pertanyaan itu mereka telan bulat-bulat.


Srettt


“Masih ingatkan kau kejadian 22 tahun lalu? Saat kau ingin mencelakai seorang wanita yang tengah hamil besar?”


Ryuga mendongak namun tidak lagi bisa menjawab. Athena yang melihat itu semakin bernafsu untuk membunuh pria b3j4t di depannya itu.


“Alisya Arkana Keano…! Wanita hamil itu adalah Mommyku…!” sentak Athena yang mencekram dagu Ryuga.


“Sayangnya rencanamu di gagalkan dengan seorang wanita yang rela menjadi temeng Mommyku. Namun apa kau tahu apa yang terjadi pada wanita itu? Wanita itu kehilangan dunianya dengan tidak bisa menjadi ibu selamanya…!” teriak Athena menggebu-gebu.


Jleb


Jleb


Uhukkk uhukkk


Dua tusukan di perut membuat Ryuga langsung memuntahkan darah di mulutnya. Matanya sayu menatap Athena agar mempercepat kematiannya.


“Kau tahu? Karena kejahatanmu kau membuat seorang wanita kehilangan untuk melahirkan seorang anak..!”


SLASSSSSH


AAAAAA


Ryuga teriak dengan sisa kekuatan di badannya matanya melirik lengannya yang telah jatuh di tanah hingga kini tangannya hingga satu lagi.


“Tidak akan semudah itu ferguso,” sinis Athena yang mengangkat ember gara.


Byurrr


Byurrr


Tanpa rasa ampun Athena menyiramkan air garam dan juga lemon itu kepada Ryuga yang penuh luka. Sontak saja Ryuga langsung bergerak gelisah saat merasakan rasa perih dan juga sakit secara bersamaan menyerang padanya.


“Rania tahan dia…!”


Rania yang sedari tadi hanya menonton langsung bergerak menahan Ryuga hingga tak bisa bergerak lagi. Rania yang melihat keadaan Ryuga hanya bisa geleng-geleng kepala saja.


“Harusnya anda melakukan saja bunuh diri tadi Tuan. Jika bunuh diri anda tidak akan menghadapi penyiksaan yang tiada tara seperti ini,” ucap Rania dengan suara pelan.

__ADS_1


‘Benar, andaikan aku tahu jika penyiksaannya seperti ini. Aku akan memilih mati bunuh diri daripada aku harus menghadapi penyiksaan ini. Aku bahkan mati dengan keadaan yang tak utuh,” kata Ryuga dalam hati.


Menyesal?


Tentu saja Ryuga merasa menyesal karena telah melakukan penyerangan kepada Xavier. Andaikan dia tahu jika akan bertemu dengan monster ini lebih baik dia berdiam diri di tempat persembunyiannya. Andaikan saja dirinya tidak menyerang Xavier dirinya pasti tidak akan mengalami penyiksan seperti ini.


Apa menurut kalian walau Ryuga tidak menyerang Xavier dirinya akan aman?


Sampai kapanpun tidak akan pernah aman karena dirinya telah di tandai oleh Athena. Bahkan jika tidak ada kasus penculikkan pun 12 tahun lalu dirinya akan tetap menjadi target Athena. Karena sesungguhnya dendam Athena di mulai dengan kejadian yang menimpa Mommy nya dulu yaitu pelakuknya adalah pria tua di depannya itu.


Tak tak tak


Athena tanpa perasaan segera mencabut dan memotong rata jari tangan dan juga jari kaki Ryuga.


“No…Nona aku mo…mohon bu..bunuh a..aku ce…cepat,” Ryuga memohon dengan sisa tenaganya.


Daripada memohon untuk di lepaskan jelas-jelas tidak akan terjadi. Maka akan lebih baik jika Ryuga memohon kepada Athena untuk segera membunuhnya.


“Aku pasti akan membunuhmu tapi tidak sekarang masih ada seseorang juga yang harus membalaskan dendamnya,” kata Athena dengan senyum misterius di bibirnya.


“Ya Tuhan siapa lagi, apakah penderitaanku belum cukup juga,” kata Ryuga dalam hati yang sudah sangat tidak tahanm dengan penderitaan penyiksaan yang di berikan oleh Athena. Sekarang ternyata masih ada juga orang yang membalas dendam.


“Rania…!” panggil Athena.


“Ya Nona,” Rania segera mendekat ke arah Athena.


“Kau tidak ingin balas dendam?”


“Balas dendam?” Rania menatap sang Nona muda dengan kening yang berkerut.


“Dia penyebab Bibi Rissa tidak bisa memiliki seorang anak. Pria ini penyebab Bibi Rissa harus kehilangan rahimnya,”


Jedarrrrr


***


Hey hey Othor punya karya baru nih baru netes pula. Jangan lupa mampir yah biar Othor semangat Up-nya.


Eissss jangan lupa Like, komen, dan Votenya. Beri kopi kek biar Othor kagak ngantuk.


Yuk mampir di cerita baru Othor


Judul : LOVE OBSESSION MR MAFIA

__ADS_1



__ADS_2