Love Story Queen Athena

Love Story Queen Athena
bab 193


__ADS_3

"Mereka tidak boleh duduk, mereka itu hanya pengawal bukan majikan," ucap seorang pelayan dengan nada sinis.


Athena yang tadinya berwajah cerah kini langsung berwajah gelap seperti langit yang mau hujan saja hingga menjadi gelap. Matanya langsung menatap pelayan muda itu dengan tatapan tajam dan menohok.


"Siapa kamu?" Tanya Athena dengan dingin.


"Saya Lisa No..,"


"Kamu itu hanya seorang pelayan..! Jangan berani-beraninya menghina pengawalku atau lehernya aku pisahkan dari tubuhku," Tekan Athena dengan nada dingin.


"Tapi Nona apa yang saya katakan itu benar, mereka hanya seorang pengawal saja. Seorang pengawal tidak pantas duduk bersama ma…,"


Prang…


Sebuah sop panas yang baru di letakan langsung melayang hingga mengenai kepala pelayan muda itu.


"Aaaa panas panas, ayah tolong aku..! Panas.. ambilkan aku air dingin cepat…!" Teriak pelayan muda itu dengan nada memerintah.


"DIAM DI TEMPAT ATAU AKU KUBANGI KEPALA KALIAN SATU-SATU..!" teriak Athena dengan lantang.


Sontak saja orang-orang itu langsung terdiam kaku mendengar suara kemarahan dari wanita yang mereka panggil Nona muda itu.


"Panas, ayah tolong aku..! Ini sangat panas, " teriak Lisa yang menggoyangkan tangan pria paruh baya yang merupakan kepala pelayan di mension itu.


"Rania…!" Panggil Athena.


"Saya Nona," Rania langsung menghadapi Athena karena pasti akan ada lagi kejadian.


"Kamu tahu apa yang harus kamu lakukan bukan?"


"Saya tahu nona,"


"Kerjakan, jangan bersikap lembut jika tidak maka kamu yang akan aku hukum,"


Rania yang mendengar akan ucapan Athena hanya menganggukan kepala sebelum berbalik menghadap Lisa pelayan yang menghina pekerjaan dan juga status mereka tadi.

__ADS_1


Dengan langkah pasti Rania berjalan mendekati Lisa yang masih terus berteriak panas pada wajahnya. Sampai di depan Lisa tanpa basa basi lagi Rania langsung menarik Lisa dengan kencang hingga menoleh ke arahnya.


Plak


Plak


Suara tamparan menggema di ruangan itu membuat semua orang kaget bukan main. Bahkan Eka pun sampai tertegun di buatnya karena apa yang dilakukan Rania barusan.


"Nona kenapa menampar putri saya?" Tanya sang kepala pelayan dengan kaget.


Pria paruh baya itu tidak menduga jika di hari pertamanya ia bekerja akan langsung mendapatkan perilaku seperti ini.


"Putri anda hanyalah seorang pelayan berani menghina pekerjaan kami yang hanya sebagai pengawal. Apa menurut anda pengawal dan pelayan tinggi derajat pelayan?" Sarkasme Rania.


Deg


Mereka semua tertegun mendengar nada sinis Rania yang sangat dingin dan menekan mereka semua.


"Saya memang seorang pengawal namun saya bisa membeli harga diri putrimu ini menggunakan uang saya sendiri," ucap Rania dengan tajam.


"Nona maafkan sikap putri saya, saya berjanji akan mendirikan dengan baik. Saya berjanji nona," pria paruh baya itu langsung bersujud pada Athena.


Namun Athena tetaplah Athena, gadis kecil yang di didik keras hingga jika dia sudah mengatakan A maka A bukan lagi B. Dengan tidak pedulinya Athena langsung menyuruh Rania dan Eka duduk di kursi sampingnya.


Rania dan Eka serentak langsung bergerak duduk di samping athena karena tidak ingin membuat gadis itu bertambah marah. Kali ini tidak ada lagi yang protes akan apa yang dilakukan oleh Athena.


Beberapa pelayan segera melayani Athena beserta Rania dan juga Eka makan. Athena makan dengan lahap namun saat melihat kepiting di atas meja matanya langsung berbinar-binar. Namun senyumnya langsung runtuh saat disini tidak ada Kaisar.


Athena sangat menyukai makanan laut salah satunya kepiting dan udang sangat dia sukai. Akan tetapi dia tidak tahu cara memisahkan dagingnya hingga jika ingin makan maka Kaisar dan Kenzo yang membukakannya. Akan tetapi karena saat ini tidak ada mereka berdua Athena hanya bisa menelan bulat-bulat keinginannya untuk memakan kepiting itu.


"Coba saja ada daddy atau Kaisar, aku pasti bisa memakan kepiting itu," kata Athena dalam hati dengan menatap kepiting di atas meja dengan iba.


Rania yang melihat tatapan mata Athena langsung tersenyum kecil. Baginya Athena tetaplah Athena gadis kecil yang selalu dia jaga dari sedari kecil. Rania tentu tahu jika Athena sangat menyukai makanan laut namun tidak tahu cara membukanya bagaimana.


"Sedewasa apapun bagiku kajian tetaplah gadis kecil yang selalu aku jaga. Bagiku kau tetaplah adik kecilku yang manis," kata Rania dalam hati.

__ADS_1


Tangan Rania terukur meraih kepiting paling besar di atas piring itu lalu memindahkannya di atas piring kosong. Sedangkan Athena yang melihat itu langsung membulatkan mata dengan air libur yang hampir keluar bahkan gadis itu berhenti mengunyah makanannya. Eka yang melihat tingkah keduanya mengangkat alisnya tinggi-tinggi.


Rania yang menyadari jika Athena sedang memperhatikannya hanya bersikap acuh tak acuh walau sudut bibirnya sudah terangkat membentuk sebuah senyuman tipis. Rania tetap fokus membuka cangkang kepiting itu lalu memisahkan isinya dengan tulang-tulang kepiting itu.


"Makanlah," Rania menyodorkan piring yang khusus daging kepiting pada Athena.


"Untukku?" Tanya Athena dengan wajah berseri-seri.


"Hm makanlah, jika masih kurang akan aku bukakan lagi," ucap Rania dengan senyum kecil di bibirnya.


Athena yang mendengar akan hal itu tentu saja merasa senang hingga langsung menarik piring daging kepiting itu dan memakannya dengan lahap.


Lagi lagi Eka yang melihat tingkah Rania yang seakan berperilaku bukan pengawal langsung tertegun. Namun saat melihat Athena makan dengan lahap Eka langsung menyadari jika Athena menyukai makanan laut itu.


"Jadi Nona menyukai makanan itu? Pantas saja sedari tadi Nona selalu melirik kepiting itu," kata Eka dalam hati.


"Jangan menatapnya terus Makanlah juga makananmu," tegur Rania yang melihat Eka terus melihat ke arah Athena.


"Maaf," Eka langsung melanjutkan makannya sesekali akan melirik Athena.


Hingga beberapa saat kemudian Athena menghabiskan kepiting itu aku menoleh ke arab Rania.


"Mau lagi?" Tanya Rania yang langsung di balas anggukan kepala oleh Athena.


"Tunggu aku…,"


"Ini Nona," Eka menyodorkan piring yang menggulung yang merupakan daging kepiting.


Tentu saja Aghena dan Rania kaget karena tidak menyadari sejak kapan wanita itu membuka cangkang kepiting itu.


"Terima kasih,"


Deg


Eka tertegun mendengar Athena yang notabene nya adalah seorang majikan mengucapkan terima kasih pada seorang bawahannya.

__ADS_1


"Sama-sama," jawab Eka dengan gugup.


__ADS_2