Love Story Queen Athena

Love Story Queen Athena
bab 36


__ADS_3

"Bagaimana?"


"200 0rang anggota kita tak bernyawa lagi Bos kata lain mereka gugur." Jawab Dante dengan tenang.


Hahhhhh


Terdengar helaan napas dari Xavier yang menandakan jika saat ini dirinya tidak baik-baik saja. Bukan pusing mikirin tunjangan yang akan di berikan kepada anggotanya yang gugur melainkan Xavier seperti tidak rela kehilangan mereka.


Xavier memang keras dan kejam tanpa ampun kepada musuhnya tapi kepada ank buahnya dia akan melindungi mereka semampu dan sebagai caranya sendiri. Selama menjadi seorang Mafia Xavier tidak pernah kehilangan anggota sebanyak ini. Hari ini adalah hari dimana dia benar-benar kehilangan anggotanya sebanyak itu.


"Selidiki masalah ini sampai tuntas! Aku yakin ada penghianat yang berada di sekitar atau bahkan sudah bergabung masuk ke dalam markas ini dan menjadi anggota kita."


"Baik Bos, aku juga merasakan hal yang sama. Tidak mungkin jika tidak ada orang dalam hal seperti ni akan terjadi. Jikapun hanya kesalahan koki palingan hanya beberapa orang saja kecuali...,"


Dante menghentikan kalimatnya saat baru menyadari arti dari perkataannya sendiri. Dante menatap Xavier yang sedang menatapnya datar dan juga sulit di artikan.


"Jangan-jangan...,"


"Hal yang perlu kamu lakukan adalah mengawasi area dapur karena penyusup tidak kita ketahui berasa dari mana dan bersembunyi dimana."


"Itu artinya..., penyusup tidak hanya satu orang bos. Akan ada kemungkinan jika yang ada di dalam markas ini lebih dari satu?"


"Benar, bahkan aku sudah merasakannya jika di dalam laboratorium ada mata-mata."


"APA...? ITU ARTINYA MREKA TIDAK AMAN BERADA DISANA!" pekik Dante yang berdiri ingin ke Laboratorium.

__ADS_1


"Hentikan!"


Dante yang sudah berbalik kembali menatap ke arah Xavier. " Kenapa Bos? Anak buah kita sekarang berada di dalam sana." Dante bertanya dengan panik.


"Jangan ceroboh, Dante! Mereka tidak akan bergerak jika keadaannya seperti sekarang ini." Balas Xavier dengan tenang.


"Apa maksudnya?" Dante menatap Xavier dengan dahi yang mengerut dalam.


"Jika merek bergerak sekarang itu sama saja dengan memberitahukan kita keberadaan mereka. Jadi, saat ini mereka hanya akan diam. Tugasmu adalah mengawasi semuanya, terutama kamera CCTV segera periksa kamera CCTV setiap sudut tersembunyi. Aku yakin jika kamera CCTV yang terlihat pasti sudah di rusak oleh mereka."


Dante yang mendengar penjelasan Xavier hanya bisa menganggukan kepalanya. Dante sampai lupa jika saat ini dia juga tidak terpikirkan hal itu sampai sejauh itu.


***


"DASAR TAK BERGUNA! MENGHABISI CECUNGUK ITU SAJA TIDAK BISA."


PRANG...


Sosok itu tak segan untuk mengamuk menghancurkan semua barang yang berada di dalam ruangan itu. Pria itu menatap tajam tangannya yang berdarah karena menggunakan tangannya sendiri untuk memecahkan sebuah gelas yang berada di tangannya membuat tangannya terluka.


"Kalian berdua adalah orang-orang yang paling menjadi batu halangan untukku mendapatkan apa yang aku inginkan." Geram sosok itu yang menatap tajam 2 potret yang di gantung di depannya itu.


"Kau dan kau, harus harus mati, kalian harus di singkirkan dari dunia itu agar aku bisa menjadi penguasa satu-satunya yang di takuti." Smirk orang itu yang menatap sinis dua wajah di depannya itu.


"Bagaimana dengan kelemahan Lord sialan itu?" tanya sang pria kepada bawahannya yang sedang berlutut di bawah kakinya.

__ADS_1


"Kami sudah berusaha untuk masuk ke kediaman mereka tapi kami tidak bisa karena pengawasannya benar-benar menakutkan. Namun, kami sempat meliohat jika pria itu berulang kali kedapatan sedang bersama seorang wanita yang sama di manapun." Jawab sang bawahan itu dengan tegas.


"Kamu yakin?"


"Saya yakin Tuan, karena Lord sering berpergian dengan gadis itu."


"Siapa gadis itu?"


"Namanya Raina Tuan, data yang lain kami tidak bisa tembus mungkin di lindungi oleh Lord. Saya rasa gadis itu juga hanya gadis biasa atau miskin karena dari rumah dia tinggal saja sudah terlihat sederhana." Terang pria itu yang menyodorkan sebuah amplop coklat di tangannya kepada Tuannya.


"Di dalam amplop ini ada potret dari wanita itu Tuan." lanjut sang bawahan kepada pria di depannya itu.


Pria itu langsung mengambil amplop itu lalu mulai membukanya. Matanya memicing tajam saat menatap potret seorang gadis cantik di dalam potret itu.


"Kamu yakin jika ini orangnya?" tanya pria itu yang kurang yakin.


"Sangat yakin Tuan," Jawab sang bawahan.


Pria itu terdiam mendengar penjelasan anak buahnya di depannya.


"Bos bagaimana jika kita melakukan adu domba kepada Lord dan pria itu?" sang bawahan memberikan usulan kepada sang Tuan.


"Apa rencanamu?"


"Tuan bisa menggunakan wanita itu untuk menjebak pria sialan itu hingga membuat Lord marah dan akhirnya mereka saling musuhan."

__ADS_1


__ADS_2