Love Story Queen Athena

Love Story Queen Athena
`bab 52


__ADS_3

"Jangan berbohong padaku Ayah!"


"Haish coba kamu bertanya sama pria ini, aku baru keluar 5 menit lalu." Kevin dengan enteng menunjuk Xavier.


Uhukkk uhukk


"Aku...,?" Xavier menunjuk diri sendiri sebelum menatap ke arah Kevin dengan wajah syok.


"Iya katakan yang sebenarnya jika aku baru keluar 5 menit yang lain," kata Kevin yang seperti bukan permintaan tapi sebuah perintah.


Xavier yang mendengar itu ingin mengelak tapi melihat tatapan tajam Kevin membuat Xavier hanya bisa terpaku. Tatapannya lalu beralih dari Kevin berpindah pada Amora yang sedang menatap ke arahnya.


"Iya, pria itu baru keluar menit yang lalu." Ucap Xavier dengan wajah tanpa ekspresi.


Dirinya benar-benar di jadikan keledai oleh Kevin yang merupakan seseorang yang di panggil Ayah oleh Amora. Seumur-umur Xavier tidak pernah menerima perintah dari siapapun. Akan tetapi, hari ini dia benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa.


"Hm" Amora hanya berdehem menatap Xavier dan Kevin secara bergantian.


"Sudah Ayah bawakan kamu makanan, kamu makan ya.?" Kevin segera meletakan kresek di tangan kirinya.


Kevin dengan penuh kelembutan mengurus Amora dari segi makanan dan juga segi minumannya. Xavier yang duduk di sofa hanya bisa menatap gadis pujaannya dengan tatapan sayang. Dia ingin sekali menyuapi gadis itu tapi melihat pria paruh baya itu yang begitu mengatur Amora yang saklit membuat Xavier sadar jika gadis pujaannya itu merupakan Ratu di hati pria paruh baya itu.


"Pantas kamu mengatakan aku pria kesepian, Dear. Semua itu memang pantas, aku tidak memiliki siapapun selain orang kepercayanku untuk mengurusku. Sedangkan kamu, kamu di kelilingi kasih sayang yang melimpah membuatmu selalu bersinar di antara kegelapan itu. Aku bersyukur aku adalah salah satu orang yantg kau sinari dengan sinarmu,"


Jika boleh jujur Xavier merasa iri kepada Kevin yang bisa dengan mudah dekat dengan Amora. Xavier tidak cemburu karena Xavier tahu jika Kevin menganggap Amora sebnagai putrinya.


"Siapa Namamu?" Kevin yang telah memberi makan kepada Amora segera berbalik bertanya kepada Xavier.


"Xavier," jawab Xavier singkat.


"Namaku Kevin ayah angkat Amora kamu bisa memanggilku Paman," kata Kevin.

__ADS_1


Xavier yang mendengar itu langsung mendongak matanya menatap Kevin memncari kebohongan di mata Kevin. Namun, seberapa kuat Xavier mencari Xavier tidak menemukan adanya kebohongan di mata pria [paruh baya di depannya itu.


"Terima kasih, Paman." ucap Xavier dengan suara rendah.


"Bukan aku yang harus kamu hadapi tapi dua singa yang posesif pada kesayangan mereka," bisik Kevin dengan senyum yang sulit di artikan.


"Paman, aku harus keluar...,"


"Pergilah," potong Kevin.


Xavier tidak lagi mengeluarkan suara matanya melirik Amora yang sedang menatapnya dan menganggukan kepalanya dengan samar. Melihat itu Xavioer langsuing berdiri dan beranjak pergi.


Haaaaaa


Terdengar helaan napas Kevin yang menatap punggung Xavier yang menghilang di pintu ruangan Amora. Kevin bukan orang bodoh yang tidak bisa menebak jika pria muda itu tertarik dengan Amora. Namun, Amora..., Kevin tidak bisa menebak apa yang di rasakan oleh Amora. Anak angkatnya itu sangat sulit untuk di tebak bahkan Kenzo sebagai daddynya saja sampai kelipungan dengan apa yang di lakukan oleh sang Putri.


"Kamu harus berhati-hati padanya baby," pesan Kevin.


"Jangan percaya begitu cepat dengan orang baru baby, tidak semua orang yang terlihat baik di depan kita mereka benar-benar adalah musuih yang sebenarnya."


"Baik Ayah,"


"Aku pikir Putriku tidak akan memiliki pasangan yang sama seperti kedua orang tuanya tapi ternyata..., Aku harus mencari tahu pria itu segera mungkin." Batin Kevin yang bertekad ingin mencari tentang Xavier.


Kevin tidak bodoh sekali lihat pun Kevin bisa menebak jika Xavier bukanlah orang dengan identitas sembarangan. Aura yang di keluarkan Xavier sangatlah kental seperti aura Kenzo dan Kaisar. Memikirkan hal itu tentu membuat Kevin semakin yakin jika identitas Xavier tidak berbeda jauh dengan Kenzo dan Kaisar.


"Apa aku harus mulai mencari tahu tentang Lio? Jika di pikir-pikir selama ini aku tidak pernah mencari tahu tentangnya 'bukan? Lebih baik keluar dari sini aku harus mencari tahunya." Kata Amora dalam hati.


Sedangkan di sisi lain Xavier dengan kecepatan tinggi membelah jalanan menuju tempat yang berada di tengah hutan yang merupakan markasnya.


Ckitttt

__ADS_1


Xavier memarkirkan sembarang arah mobilnya lalu turun dari mobilnya bergerak masuk ke dalam bangunan layaknya istana itu. Sampai di dalam dirinya langsung di sambut penuh hormat oleh anggotanya.


"Selamat malam Bos," ucap beberapa anggota yang sedang berkerja.


"Hmmm," Xavier hanya berdehem melanjutkan langkahnya menuju lantai atas.


Ternyata di lantai atas dirinya langsung di sambut oleh Dante dan Roy yang sudah menunggu dirinya sejak tadi.


"Selamat malam, Bos." Dante dan Roy segera membungkukkan badannya kepada Xavier yang baru muncul di depan mereka itu.


"Ke ruanganku sekarang!" Xavier tanpa banyak basa basi.


Xavier dengan langkah lebarnya segera berjalan menuju ruangannya di ikuti oleh Dante dan Roy yang berada di belakamngnya. Sampai disana Xavier langsung masuk begitu pula dengan Dante dan Roy.


"Tutup pintunya dengan rapat!" perintah Xavier yang duduk di sofa tunggal.


Dante dan Roy duduk enang di depan Xavier yang sedang menatap mereka dengan tajam.


"Apa kalian mundur di waktu yang tepat?"


Dante dan Roy saling melirik satu sama lain sebelum keduanya menganggukkan kepala mereka masing.


"Kami mundur setelah mendengar perintah anda Bos," kata Dante dengan tegas.


"Tapi Bos, sebelum kami jauh dari tempat itu kami mendengar sebuah ledakan keras yang saya duga itu berasal dari bangunan itu." Terang Roy karena dia memang mendengar ledakan di dalam hutan itu.


"Syukurlah kalian mundur di saat yang tepat jika tidak mungkin identitasku sekarang sudah di ketahui."


"Di ketahui siapa?"


"Lupakan itu, apa sekarang identitas Amora sudah kalian temukan?" tanya Xavier yang menatap Dante.

__ADS_1


"Hanya sebagai Bos tapi kali ini sedikit beruntung,"


__ADS_2