Love Story Queen Athena

Love Story Queen Athena
bab 13


__ADS_3

"Kaisar, cari adikmu. Daddy tidak akan hidup tanpa adanya kalian. Jika mommy mu adalah nyawa Daddy maka adikmu adalah napas Daddy. Nyawa kehilangan napas apa gunanya." Kata Kenzo yang tertawa miris.


Deg


Rasanya dada Kaisar seperti sedang di tusuk-tusuk beribu pisau. Dadanya sesak mendengar penuturan pria yang biasa terlihat tangguh kini menjatuhkan air matanya. Bahkan pria itu seperti putus asa dan kehilangan arah.


"Kaisar janji Dad. Walaupun kemampuan menghacker Kaisar tidak sepintar dan selancar Athena tapi Kaisar janji akan berusaha semampu Kaisar untuk mencari keberadaan Athena." Ucap Kaisar dengan yakin.


Tanpa di suruh pun ia akan tetap mencari adiknya itu. Dia adalah bagian dirinya bahkan sedari kecil apa yang di inginkan oleh gadis itu akan dia berikan walau harus nyawa bayarannya. Kaisar tidak akan tinggal diam menunggu anggotanya memberikan kabar kepadanya.


Tanpa keduanya ketahui tak jauh dari mereka berdiri wanita paruh baya yang tak lain dan tak bukan adalah Alisya. Alisya mendengar semuanya namun, tak menghampiri keduanya. Jika ditanya apakah dia kecewa atau tidak maka jawabannya adalah sangat kecewa.


Bukan satu ataupun dua kali Alisya memperingati Kenzo dan Kaisar untuk membebaskan Athena dari pantauan penawaran. Berulang kali Alisya meminta maka berulang kali pula diacuhkan dan tak di hiraukan. Kini disaat kondisinya sudah seperti ini baru keduanya merasakan penyesalan? Rasanya Alisya ingin sekali menghajar kedua orang itu.


"Andaikan dari awal kalian memikirkan dan menuruti apa yang Aku sarankan. Mungkin artinya tidak akan lari dengan cara seperti ini," batin Alisya yang membuang muka.


Wanita paruh baya itu membalik badan berjalan menjauh dari area taman. Tak tahan rasanya melihat kesedihan dari dua pria yang sangat dicintainya dan disayanginya itu. Di lain sisi dia merasa sakit melihat orang yang dia sayang bersedih. Namun, di sisi lain Alisya merasa kecewa dan juga sakit secara bersamaan.


Karena menurut wanita paruh baya itu semua yang terjadi dengan kepergian Athena itu karena sifat keras kepala dari kedua pria itu.


Sinar mentari pagi telah keluar dari persembunyiannya menyinari bumi. Memancarkan sinarnya seakan-akan menunjukkan kepada dunia jika sinarnya begitu indah untuk dinikmati. Suara ayam saling bersahut-sahutan membangunkan tidur sosok cantik yang masih bersembunyi di bawah selimut itu.


"Hooammmmm kenapa ayam di sini sangat berisik?" Gerutu Athena yang merasa terganggu dengan suara ayam yang berkotek.


Masih dengan wajah bantalnya Athena bangun dan bersandar di kepala ranjang. Mengucek matanya dengan pelan lalu menurunkan kakinya dari atas ranjang. dengan langkah malas dan rambut yang masih kusut Athena berjalan ke kamar mandi mencuci muka lalu keluar kembali.


Gadis itu keluar dari kamar menuju dapur dan mulai memasak menu sarapan yang akan dinikmati pagi yang barunya itu. Bersyukur walaupun hidup dalam kemewahan Athena tetap pintar dalam hal memasak.


"Aku harus cepat bersiap, jam 09.00 wawancara akan dilakukan dan ini sudah jam 07.00"


Waktu terus berjalan dan jarum jam terus berputar tak terasa kini waktu telah memasuki waktu yang sangat penting bagi Athena.


Kenapa sangat penting?


Karena sebentar lagi Gadis itu akan melakukan wawancara dengan perusahaan nomor 1 di negara Italia. Athena berdiri dengan penuh percaya diri menatap bangunan bertingkat di depannya itu. Tak ada tatapan kagum ataupun terpesona di matanya karena sejak dari kecil telah disuguhkan dengan kemewahan. Membuat Athena tak selalu kagum pada sesuatu hal yang disebut dengan kemewahan.


HAHHHHHHH

__ADS_1


Terdengar helaan nafas berat dari Athena yang menandakan jika Gadis itu gugup. Ini adalah pertama kalinya Athena melakukan wawancara kerja.


"Wahai teman-temanku kertas sekalian, kali ini kalian benar-benar harus berguna untukku, oke? Jika kalian tidak berguna maka aku benar-benar akan mati di negara asing ini." Bisik Athena pada map coklat di tangannya.


Dengan langkah percaya diri Athena masuk ke dalam perusahaan raksasa itu. Tapi sampai di dalam bukannya mendapatkan pujian Athena justru menjadi bahan tertawaan. Athena yang menyadari jika orang sekelilingnya mengetawakannya hanya bersifat acuh.


"Lihat saja, jika aku keterima aku akan menertawakan kalian semua," kesal Athena dalam hati.


Athena berusaha dengan sekuat tenaga menjaga bibirnya untuk tidak membalas cibiran orang-orang di sekelilingnya. Setelah menunggu beberapa jam akhirnya nama Athena pun dipanggil.


"Athena Amora!"


"Saya Pak!" Seru Athena yang mengangkat tangannya.


Pffff


Orang yang memanggil namanya itu hampir saja meledakkan tawa.


"Silahkan masuk Nona,"


"Perkenalkan dirimu." Kata Dante datar dan dingin.


"Athena Amora," perkenalan diri Athena yang begitu singkat.


"Marga?" Tanya Dante Menatap tajam Athena.


"Tidak ada." Tegas Athena.


Dante yang melihat sikap tegas dan sifat tenang Athena langsung menyunggingkan senyum miring. Dante akui penampilan dan dandanan gadis di depannya itu cukup norak. Tetapi kriteria yang mereka cari berada pada gadis itu. Wanita yang memiliki sikap tegas dan tenang dalam keadaan apapun sangat sulit untuk ditemukan.


"Kamu ikut saya…! Kalian cari 2 orang lagi, pastikan mereka seperti wanita ini!" Tekan Dante yang langsung keluar dari ruangan interview.


"Tuan…,"


"Dengar….! Sekretaris pertama sudah dapat. Selanjutnya yang akan di terima hanya 2 orang saja." Ucap Dante lantang.


"Mari Nona."

__ADS_1


Dante kembali berbalik berjalan menjauh menuju lift. Athena yang tak punya pilihan lain selain mengikuti langkah kaki lebar Dante. Saking cepatnya, Athena bahkan harus berlari kecil untuk menyamakan langkah kakinya dengan langkah kaki Dante.


"Tuan apa saya benar-benar di terima? Saya belum..,"


"Diam..!"


Upss


Athena langsung menutup mulutnya dengan menggunakan tangannya. Sedangkan Dante pria itu hanya menatap datar Athena.


Ting


Dante keluar dari lift diikuti dengan antena yang berjalan di belakangnya. Setelah berjalan beberapa saat akhirnya Dante berhenti di depan pintu yang bertuliskan prisider.


Tok


Tok


"Masuk." Sahut dari dalam.


Ceklek


"Tuan, ini sekretaris anda."


Xavier yang sedang menunduk langsung mendongak. Matanya melebar saat melihat sekretaris yang dikatakan oleh Dante.


"Dimana kamu memungut gembel ini, Dante?" Tanya Xavier dengan menatap tajam Dante.


Bagaimana tidak gembel dandanan yang dilakukan Athena sekarang benar-benar terlihat mengerikan. Rambut yang dikepang menjadi dua, pakaian longgar dan tertutup, dan ditambah dengan sarung tangan di kedua tangannya.


"Tuan bagaimana bisa, Anda mengatakan saya gembel? Saya berdandan seperti ini karena melihat persyaratan untuk karyawan yang melamar kerja."


"Nama!"


"Amora, 22 tahun, tidak mempunyai pengalaman kerja." Terus terang Athena.


Uhukk uhukk

__ADS_1


__ADS_2