Love Story Queen Athena

Love Story Queen Athena
bab 37


__ADS_3

"Bos bagaimana jika kita melakukan adu domba kepada Lord dan pria itu?" sang bawahan memberikan usulan kepada sang Tuan.


"Apa rencanamu?"


"Tuan bisa menggunakan wanita itu untuk menjebak pria sialan itu hingga membuat Lord marah dan akhirnya mereka saling musuhan." Terang sang bawahan itu dengan senyum liciknya.


Pria yang memakai setelah hitam itu terdiam mendengar usulan dari anak buahnya sebelum tertawa terbahak-bahak.


HAHAHAHA


Pria itu tertawa begitu keras karena yakin rencananya kali ini pasti berhasil. Bukankah akan lebih baik membuat kedua kubu itu saling menyerang satu sama lainnya. Jika ada kubu yang gugur maka hanya perlu menyingkirkan satu kubu lagi.


"Baiklah, pergi awasi gadis itu. Setelah ada kesempatan culik dia dan bawah kemari." Titah pria itu kepada anak buahnya.


"Baik Tuan." Sang bawahan langsung membungkuk badannya lalu berbalik berjalan keluar dari ruangan sang bos dengan langkah lebar.


Sedangkan pria yang berada di dalam rungan itu kembali membalik badannya menghadap dinding yang memperhatikan dua foto yang telah dia silang dengan tanda warna merah dan juga sebuah pisau yang tertancap di kening kedua pria itu.


"Lihat! Bagaimana cara kalian menghadapi rencana yang aku buat. Akan sangat seru melihat kalian saling menyerang satu sama lain." Guman sosok pria itu yang berjalan ke arah meja menuang wine di dalam gelas lalu meminumnya dengan sekali teguk.


"Aku sudah tidak sabar menantikan rencanaku berhasil dan menikmati tontonan yang kalian berikan. Di antara kalian tidak ada yang boleh hidup karena kalian semua mengahalangi jalanku."


Sedangkan di tempat lain Xavier dan Dante bergerak secara diam-diam untuk mencari pelaku yang membuat anak buah mereka sampai terluka dan keracunan seperti saat ini.


Dante memasuki dapur yang di gunakan oleh koki yang berada di dalam markas mereka. Dante menatap keadaan sekitar setelah memastikan tidak ada siapapun yang akan memergoki dirinya Dante segera keluar lalu persembunyiannya lalu mulai bereaksi. Dante dengan gerakan cepat memeriksa semua sudut dapur itu hingga sampai di penyimpanan makanan.


"Semua rapi tidak ada apapun di dalam ini," guman Dante yang sudah memeriksa setiap sudut dan lainnya tapi tidak menemukan apapun.

__ADS_1


Tak ingin mengambil resiko lebih besar lagi Dante segera keluar dari area dapur itu dengan gerakan hati-hati. Dante bergerak di markas sendiri seperti seorang penyusup saja.


Di lain sisi Xavier segera masuk dui tempat ruangan untuk memantau CCTV rahasia yang telah mereka pasang sejak awal hanya saja CCTV itu tidak ada yang mengetahuinya selain mereka berdua yaitu Dante dan Xavier.


Xavier dengan tenang duduk di kursi lalu mulai mencari rekaman beberapa hari tentang markas mereka yang baru saja merekrut anggota baru. Xavier yakin jika ada kemungkinan mata-mata itu berasal dari anggota mereka yang baru. Xavier memicingkan matanya tajam saat menemukan adanya keanehan yang terjadi pada rekaman CCTV pada tadi pagi tadi.


Xavier mengepalkan tangannya dengan kuat saat melihat seseorang masuk ke dalam area dapur dan mulai memasukan sesuatu di dalam panci yang berisi makanan para anak buahnya. Namun, Xavier bertambah marah saat mengetahui jika orang itu bahkan memakai topeng harimau seperti dirinya yang merupakan ketua dari kelompok Tiger. Dengan kata lain jika orang itu menyamar seperti dirinya.


Brakkk


Xavier yang melihat itu sampai menggebrak meja saking emosinya. Xavier tidak habis pikir siapa yang dengan begitu mengusiknya bahkan sampai menyamar menjadi dirinya. Sebagai ketua Xavier tentu tidak akan pernah menerima akan hal itu.


"Kalian benar-benar membuatku marah, lihat saja akan aku cari kalian semua walau di lubang semut sekalipun. Berani mengusikku maka harus berani juga menerima kemarahanku." Guman Xavier dengan tatapan mata yang menajam seperti singa yang siap menerkam mangsanya.


Tak ingin berlama-lama Xavier langsung memindahkan semua rekaman itu ke dalam flashdisk. Setelah selesai Xavier langsung keluar dari ruangan rahasia itu menuju ruang kerja miliknya.


Ceklek


Xavier masuk ke dalam ruangan itu langsung di sambut oleh Date yang ternyata sudah berada di dalam ruangan itu.


"Kamu sudah datang?"


"Sudah Bos,"


"Apa yang kamu dapatkan?" Xavier bertanya dengan suara datar dan juga rendah menahan amarah.


"Aku tidak menemukan apapun, Bos. Semua tersusun rapi dan tidak ada jejak sedikitpun jejak yang di tinggalkan oleh mereka." Terus terang Dante yang mengatakan semuanya dengan jujur kepada Xavier.

__ADS_1


"Apa kamu sudah mengeceknya dengan benar?"


"Saya yakin, Bos." Jawab Dante mantap.


Xavier yang mendengar itu hanya diam dengan menganggukan kepalanya dengan wajah datar. Tangannya terulur ke arah leptopnya lalu memasangkan Flashdisk yang di ambilnya tadi.


"Lihatlah!" Xavier membalik leptop itu hingga menghadap ke arah Dante.


Dante yang melihat itu mendongak menatap Xavier sebelum tatapan matanya kembali jatuh ke arah layar leptop itu. Namun, matanya langsung membulat saat melihat apa yang di lakukan oleh orang di dalam rekaman itu.


"I...itu..,"


"Yah begitulah cara kerja mereka, diam dan perhatikan lagi dengan teliti!" tekan Xavier kepada Dante.


Dante diam dan memperhatikan video di depannya itu yang semakin membuat amarahnya membuncah. Amarahnya semakin meledak-ledak saat melihat jika orang itu memasukan sesuatu di dalam wadah makanan yang biasa di masak oleh paro koki di markas mereka itu.


BRAKKKK


"Br3ngs3k..!"


Dante yang tak tahan menahan emosi langsung menggebrak meja dengan sebuah umpatan keluar dari mulutnya.


"Mereka menyamar menjadi anda, Bos." Kata Dante dengan suara rendah.


Baik Dante maupun Xavier tentu saja merasa jika itu adalah penghinaan untuk ketua mereka.


"Aku yakin mereka bukan kelompok kecil, Bos. Kelompok kecil tidak akan sampai serapi dan setenang ini menjalankan rencana mereka di dalam kandang singa sendiri." Lanjut Dante dengan tenang.

__ADS_1


"Aku tahu, mereka memang bukan kelompok kecil karena kelompok kecil akan berfikir 2 kali untuk masuk ke dalam kandang kita. Aku yakin kali ini yang menjadi musuh kita adalah kelompok besar dan tentunya aku merasa dari negara lain."


Deg


__ADS_2