
"BIARIN..! DASAR BUAYA..! KAU BILANG AKAN MENJADIKANKU ISTRIMU? LIHAT KAMU BAHKAN SUDAH BERTUNANGAN DENGAN WANITA ONDEL-ONDEL ITU...!:" teriak Athena yang mengamuk.
"Luntur sudah citra mafia kejam dan sadis Tuan Xavier selama ini," batin ke empat orang di dalam ruangan itu menatap iba kepada Xavier yang sedang di aniaya oleh Athena.
"`Babe, dengarkan aku dulu, aku bertunangan dengan siapa lagi? Aku hanya mencinta..., aaaah Babe,"
"Cih kamu lupa kalau Cola Cole itu apamu ha...? Dia tunanganmu bodohj..!"
Grep
Xavier dengan gerakan cepat menarik pinggang Athena hingga gadis itu kini terduduk di atas pangkuannya.
"Dengan Babe aku tidak tahu siapa yang aku maksud apalagi dengan Cola Cole itu?" ucap Xavier dengan napas yang ngos-ngosan.
"Jangan berpura-pura tidak tahu, kamu pasti tahu Cola Cole itu siapa dia tunangan masa kecil amu..!" kesal Athena yang ebnar-benar ada di ubun-ubun.
Sontak saja Xavier yang mendengarnya langsung terdiam menatap `Ahena. Jika orang yang di bahas Athena tunangan maa kecilnya maka berarti orang yang di maksud oleh Athena adalah Cloe karena hanya gadis itu yang dekat dengannya sewaktu kecil. Akan tetapi, pertunangan itu terjadi karena mereka masih kecil saat itu umurnya baru 10 tahun. Xavier tidak mengerti akan hal seperti itu hinggan hanya mengikuti apa yang di inginkan oleh kedua orang tuanya.
Xavier menggeleng-gelengkan kepalanya berulang kali. Sebenarnya kepalanya sangat sakita lebih tepatnya kulit kepalanya yang sakit. Bagaimana tidak sakit Athena gadis itu menarik rambutnya dengan kekuatan penuh membuat kulit kepalanya terasa ikut terkelupas.
"Jika saja rambutku adalah rambut palsu pasti sudah tercabuet semua walau menggunakan Lem permanen sekalipun. Aku tak menyangka jika wanitaku akan se-bar-bar ini," kata Xavier dalam hati yang menatap lembut Athena walau di dalam hatinya ia merasa kesal juga.
"Aku yakin Tuan akan menjadi budah cinta Nona Athena," bisik Tara.
"Itu sudah jelas, lihat bahkan wajah Tuan sudah seperti panci rusak akibat serangan Nona Athena. Akan tetapi, Tuan tidak emmbalasnya," timpal Rey yang ikut membenarkan apa yang dikatakan oleh Tara.
__ADS_1
"Ck di antara kita berempat maka aku lagi yang harus sial. Aku akan menyaksikan pemandangan itu setiap hari dan setiap saat. Sialan tidak Tuan Rlio tidak Taun Xavier semua aku harus jadi obat nyamuk," gerutu Dante kesal karena membayangkan dirinya lagi yang harus menyaksikan adegan kemesraan mereka setiap saat.
Pffft
Sontak saja Tara bersama si kembar Rey dan Roy menahan tawa mendengar gerutuan Dante. Apa yang dikatakan oleh Dante itu memang adalah kebenarannya. Dante bekerja sebagai asisten Xavier maa setiap saat dia akan melihat kondisi seperti itu.
"Aku rasa memang hanya kau yang paling menyedihkan di antara kita," sahut Roy dengan senyum menyebalkannya.
"Aku beri saran, carilah kekasih dengan segera agar kamu juga tidak mati kebosanan melihat kebucinan Tuan Xavier nanti," timpat Rey yang semakin membuat wajah Dante suram seperti cucian yang tak di setrika.
"Aku penasaran bagaimana keadaan kamu menjadi asisten si keparat itu selama bertahun-tahun? Kita tahu kan kalau dia itu br3ngs3k pasti...," Tara menaik turunkan alisnya dengan kalimat yang gantung.
"Apalagi? AKu harus selalu mncari wanita malam untuk si k3p4r4t itu," kesal Dante.
"Tentu sa.. Eh...," Dante yang tersadar siapa yang bertanya langsung berkeringat dingin.
Dengan gerakan patah-patah Dante segera berbalik menghadap Athena yang kini menatap tajam dirinya dengan berkacak pinggang. Wajah ke empat orang itu langsung memucat terutama Tara yang sangat takut dengan Athena.
"Nona itu...,"
"Jika kamu berani melakukan itu akan aku pangkas burung pipit kalian itu hingga rata dengan pangkal paha,"
Glek
Sontak saja semua pria di dalam ruangan itu langsung menelan ludah dengan menyembunyikan burung mereka masing-masing terutama Xavier.
__ADS_1
"Ka..,kami tidak aa..,akan melakukannya No..,Nona Athena," kata Mereka dengan terbata-bata.
"Dan kau...,!" tunjuk AThena pada Xavier.
"Tidak Babe, aku tidak akn menyentuh wanita mana pun selain kamu. Jika itu terjadi aku akan lebih baik memilih mati saja," ucap Xavier dengan panik.
"Awas saja jika kamu berbohong aku akan...,"
"Aku tidak akan macam-macam Babe," potong Xavier cepat.
"Baguslah," timpal Athena yang berjalan duduk di sofa dengan tenang.
Xavier yang melihat Athjena tenang segera memberikan kode pada anak buahnya itu untuk keluar dari ruangan itu. Hal itu tentu di sambut baik oleh orang-orang kepercayaan Xavier. Mereka dengan cepat berjalan cepat keluar dari ruangan Xavier terutama Tara bahkan sampai berlari.
Setelah Tara dan yang lainnya pada keluar Xavier berbalik lalu duduk di bawah Athena. Maksudnya duduk di bawah Athena itu Xavier duduk di lantai sedangkan Athena duduk di sofa.
"Sekarang jelaskan..!" titah Athena yang tak ingin di bantah oleh siapapun.
"Aku memang bertunangan dengan dirinya Babe," terang Xavier dengan jujur mengakui akan hal itu.
"Benar-benar gila kamu ya...!"
"Dengarkan dulu Babe, aku memang bertunangan dengannya tapi itu hanya karena desakan orang tua. Aku dan dia di jodohkan oleh kedua orang tua ku dan orang tua-nya juga. Itu adalah kesepakatan kedua orang tua bukan keinginan aku," ungkap Xavier dengan cepat takut AThena salah paham lagi.
"Lalu jika dia kembali lagi apa kamu mau balik ke dia lagi dengan alasan karena kalian di jodohkan?" sentak Athena dengan wajah marah.
__ADS_1
"Eh itu...,"