
"Saatnya bermain," smirk Amora yang sudah duduk manis di depan komputer di depannya itu.
Amora segera melemaskan jari-jari tangannya sebelum dengan gerakan cepat jari-jari lentik itu mulai bermain dan menari-nari di atas keybord komputer mencari tahu datang Xavier yang sebagai target utamanya. Sejak saat sang ayah angkat Kevin mengatakan jika Xavier bukan orang sembarangan Amora sudah merasa curiga dengan Xavier.
Setelah beberapa saat Amora mencari akhirnya bisa membuka pengaman terakhir yang melindungi data diri seorang Xavier. Namun maa AMora langsung membulatkan mata melihat informasi di depannya itu.
"What? Ini benaran?" guman Amora yang menatap komputer di depannya itu.
Semua informasi dan identitas Xavier semua tertulis di depannya yang membuat Amora sedikit tidak menduganya akan seperti ini.
"Jadi dia pepmimpin Tiger kelompok nomor 1 di Negara ini?" ucap Amora pelan dengan membaca teliti semua tentang Xavier.
"Ini sangat menarik, ternyata mereka juga mecari tahu tentang aku yang sebagai Athena dan juga sebagai Amora."
Setelah mendapatkan apa yang di carinya Amora langsung bergegas pergi dari tempat itu. Amora tahu sebentar lagi mereka akan sadar jika data pemimpin mereka sedang di retas.
"Bos gawat!" Dante dengan langkah yang terburu-buru segera berlari ke arah Xavier yang sedang duduk di kursi depan Amora.
__ADS_1
"Ada apa?" tanya Xavier yang masih tidak bergeming.
"Data Bos di tembus seseorang,"
"APA..?" kali ini Xavier langsung bangun dari duduknya.
"Anak buah kita baru saja mengabarkannya pada saya Bos," kata Dante dengan serius.
"Ke markas sekarang, biarkan mereka yang mencari keberadaan Amora." Xavioer langsung berjalan keluar dari Rumah Sakit di ikuti dengan Dante di belakangnya.
Xavier benar-benar pusing sekarang, baru saja Amora menghilang lalu bagaimana secara tiba-ytiba datanya di bobol negitu saja. Xavier tahu jika keamanan yang di pasangkan untuk menjaga identitas dan informasi tentang dirinya sudah cukup kuat. Namun, jika ada yang bisa membobolnya itu artinya memang orang itu memiliki keahlian yang berada di atasnya. Xavier dan Dante sama paniknya sekarang ini.
Setelah berkendara beberapa menit akhirnya Dante memarkirkan mobilnya di parkiran khusus di markas mereka. Xavier dan Dante segera masuk ke dalam markas. Di dalam markas mereka langsung di sambut penuh hormat oleh anggota dari kelompok mafia Tiger namun Xavier dan Dante hanya berjalan acuh menuju ruangan It yang berada di lantai atas.
Brak
Xavier masuk ke dalam ruangan para IT dengan cara menendang pintu hingga terbuka secara kasar. Sontak para IT segera menoleh ke arah pintu. Namun saat melihat siapa yang menendang pintu mereka segera berdiri dengan tubuh gem,etar mereka segera membungkuk memberi hormat kepada Xavier.
__ADS_1
"Selamat siang Bos." Ucapo mereka semua dengan tubuh yang masih setengah membungkuk.
"Apa benar data di boboi?"
Glek
Semuanya terdiam dengan wajah yang semakin pucat pasi menghadapi pertanyaan sang Bos yang sangat menakutkan itu.
"JAWAB!" bentakXavier yang emnatap tajam anak buahnya.
"Benar Bos, kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menyerangnya tetapi tidak bisa." Jawab salah satu anak buah Xavier yang berdiri paling depan.
"Bagaimana bisa?"
"Bos aku rasa dia sangat ahli meretas Bos, terbukti dia bisa meretas dan juga menyerang kami. Bos bisa lihat komputer yang rusak itu, itu komputer yang sata gunakan tapi meledak tiba-tiba begitu saja. Setelah saya amati ternyata komputer itu di serang balik oleh sang peretas dengan virus ganas membuatnya meledak." Terang pria itu dengan masih menunduk.
"Apa tidak ada petunjuk?" tanya Dante yang mengharap semoga ada harapan.
__ADS_1
"Itu..., tidak ada sama sekali Tuan," jawab pria itu lagi.!"