Love Story Queen Athena

Love Story Queen Athena
bab 32


__ADS_3

Brakkk


Dante yangendengar itu hanya bisa mengelus dada dan geleng-geleng kepala. 


"Ini hanya permulaan di saat Bos sudah benar-benar menjadi budak cinta Nona Amora maka kehidupanku akan seperti di neraka." Batin Dante dengan wajah murung.


Dante segera menghidupkan mobilnya lalu pergi dari halaman rumah Amora meninggalkan sang bos disana yang ingin bersama Amora.


“Mana rumahmu?” taya Xavier kepada Amora sembari celinguk celinguk mencari rumah Amora.


Amora yang kesal memutuskan untuk mengacuhkan Xavier memilih masuk ke dalam rumah. Xavier yang melihat itu merasa kesal tapi tidak bisa marah kepada gadis itu. Alhasil Xavier hanya mengikuti Amora saja dengan diam dan memegang barang Amora karena gadis itu tadi berbelanja kebutuhan rumah.


Amora membuka pintu lalu masuk ke dalam rumah di ikuti dengan Xavier di belakangnya. Xavier menatap ruangan depan tempat ditinggali Amora. Ruang tengah yang minimalis, dapur yang sempit. cat rumah yang mulai memudar.


“Ini rumah atau kandang ayam?” spontan Xavier.


Tak


“Mau aku jadikan perkedel ha…?” Amora menatap tajam Xavier.


Xavier yang berbalik menghadap Amora langsung tertegun. Matanya menatap ngeri pisau besar yang di tangan Amora yang sejak kapan gadis itu mengambil pisau itu. Xavier hobby dalam hal menyiksa lawannya namun saat Amora yang memegang senjata itu entah kenapa Xavier merasa takut.


“Dear, turunkan pisau itu.” Ucap Xavier pelan yang ingin menggapai tangan Amora.


“Dear, Dear dear, sejak kapan aku jadi beruang? Diam disana, jangan banyak tingkah kalau nggak tahu akibatnya! Sekali lagi kamu bilangin   rumahku kandang ayam ku potong batang lehermu.” Ancam Amora yang berlalu meninggalkan Xavier.

__ADS_1


“Ada apa denganku? Kenapa aku takut padanya? Tapi lihat saja wajahnya yag sedang memegang senjata itu membuatku merasa ngeri.” Guman Xavier yang tak punya pilihan lain selain mengikuti Amora.


Xavier segera berjalan ke arah sofa di ruang tamu itu. Xavier tanpa jijik duduk di sofa itu menunggu Amora selesai pada pekerjaanya.


Jika ada yang bertanya apa yang dilakukan Amora maka jawabannya adalah Amora sedang memasak.


Xavier yang melihat Amora sedang fokus pada pekerjaanya merasa terpesona. Gadis itu tidak melakukan apapun tapi entah kenapa ia merasa tertarik. Amora tidak pernah berusaha menarik perhatiannya tapi justru dirinya yang terus tertarik pada Amora.


“Siapa kamu sebenarnya Amora? Kenapa sangat sulit untuk mencari tahu tentangmu apalagi identitasmu? Namun, jika kamu anak dari orang berpengaruh kamu tidak mungkin akan tinggal di tempat seperti ini terlebih kamu juga akan mungkin memasuki dapur bahkan harus memasak.” 


Xavier menatap Amora dengan pandangan yang sulit di artikan. Xavier sendiri tidak tahu kenapa harus tertarik dan jatuh cinta pada gadis yang sama sekali tidak menarik di mata semua orang tapi menarik di matanya.


Xavier bukan tidak pernah menepis perasaan itu, Xavier sudah berulang kali melakukan hal itu hingga puncaknya 1 bulan yang lalu Xavier semakin memperhatikan gadis itu walaupun tanpa ada yang mengetahuinya.


“Jangan terus menatapku, aku takur Tuan benar-benar jatuh cinta kepada ku nanti.” Kata Amora tiba-tiba yang mengejutkan Xavier.


“Seharusnya anda menghilangkan perasaan anda pada saya, Tuan. Kita hanyalah bawahan dan atasan.”


“Kamu pikir saya mau jatuh cinta padamu? Pada gadis yang dandanannya aneh dan tidak menarik sepertimu? Aku sudah berusaha untuk menepisnya Amora tapi rasa itu semakin aku tepis semakin berkembang. Kamu mungkin tidak menarik di mata orang lain sayangnya di mataku apapun yang kamu lakukan selalu menarik.” Ucap Xavier yang menatap Amora intens.


Deg


Amora yang mendengar apa yang di katakan oleh Xavier tertegun hingga menghentikan pergerakan tangannya. Matanya melirik Xavier yang sedang duduk menatap ke arahnya.


“Matanya si bios rabun ya atau buta sekalian? Masa ada pria yang suka sama aku dengan dandanan aku yang kek gembel gini.” Kata Amora dalam hati yang penuh tanda tanya.

__ADS_1


“Mungkin mata Tuan tidak bekerja semestinya.” Ucap Amora dengan santai melanjutkan pekerjaannya.


“Maksudmu aku buta begitu? Aku tidak buta salahkan saja dirimu yang menarik di mataku.”


“Mata Tuan yang rabun! Bagaimana bisa Tuan bisa tertarik dengan wanita yang dandannya seperti ku? Apa nanti jika Tuan menemukan semua wanita yang berdandan sepertiku Tuan akan jatuh cinta?”


“Sembarangan! Kamu pikir aku pria seperti apa? Aku hanya akan mencintai 1 wanita saja lalu aku akan menikah dengan satu wanita pula. Jika dia mati maka aku akan menduda selamanya.” 


“Terserah Tuan saja,” 


Amora yang malas meladeni Xavier hanya membiarkan pria itu terus mengoceh. 


“Amora, apa tidak ada kesempatan untukku menjadi kekasihmu?” Xavier bertanya tiba-tiba.


“Tidak, karena aku hanya mencari pria yang seperti daddyku saja. Aku tak ingin memiliki kekasih karena aku ingin dia lelaki pertama dan terakhir untukku.” tegas Amora yang tanpa menatap Xavier.


Xavier yang mendengar apa yang di katakan oleh Amora langsung mengerutkan dahinya dalam. Xavier selalu bertanya-tanya seperti apa pria yang menjadi ayah dari Amora karena setiap saat membahas masalah kekasih Amora akan terus memuji pria yang menjadi daddy nya itu.


“Sehebat apa pria yang menjadi cinta pertama mu ituy hingga kamu begitu memujanya?” Xavier bertanya dengan bersandar di kursi sofa menatap lurus Amora.


Amora terdiam membawa makanan yang dia masak ke atas meja yang biasa dia gunakan untuk makan.


“Ayo makan dulu!” Amora mengajak Xavier  untuk duduk makan.


Brakkk

__ADS_1


Dante yangendengar itu hanya bisa mengelus dada dan geleng-geleng kepala. 


"Ini hanya permulaan di saat Bos sudah benar-benar menjadi budak cinta Nona Amora maka kehidupanku akan seperti di neraka." Batin Dante dengan wajah murung.


__ADS_2