Love Story Queen Athena

Love Story Queen Athena
BAB 136


__ADS_3

Hari berlalu dengan cepat tak terasa 3 hari sudah berlalu dengan cepat.  Di dalam suatu bangunan tua yang berada di dalam hutan terlihat banyak orang di dalamnya. Bangunan yang jika di lihat dari luar hanya bangunan yang tua dan reok ternyata sangat jauh berbeda dengan apa yang ada di dalamnya.


Siapa sangka bangunan tua itu di dalamnya sangat megah layaknya istana. Semua perabotan tersedia dengan dinding kokoj dengan lantai 3.


Di tengah-tengah ruangan berdiri seorang pria yang tak lain adalah Xavier yang merupakan pemimpin mereka semua.


“Bagaimana posisi saat ini?” tanya Xavier kepada Tara dan Dante selaku orang yang mengurus anggpta mafia mereka dengan strategi perang itu.


“Pasukan Shadow sudah berada di tempat yang di tentukan Tuan,” lapor Tara dengan  suara tegas.


“Pasukan penyerang dan penembak jitu sudah berada di tempat posisi masing-masing Tuan,” lapor Dante.


Mendengar akan hal itu Xavier menyeringai dingin. Xavier yakin jika malam ini dia harus bisa menjatuhkan dua orang itu agar tidak menjadi penghalang untuknya nanti.


“Tara bagaimana dengan pergerakan Athena? Apa sudah ada tanda-tanda?” tanya Xavier yang cemas kepada Athena.


Entah kenapa walaupun Xavier tahu jika Athena itu tangguh dan kuat tapi bagi Xavier dia tetaplah wanita yang harus di lindungi.


“Sejauh ini tidak ada tanda-tanda adanya pergerakan dari Nona Athena Tuan. Bahkan Nona Athena sepertinya tidak akan ikut campur karena dia sedang ada kegiatan,” jawab Tara yang tak mendapatkan adanya pergerakan dari Athena.

__ADS_1


“Syukurlah jika seperti itu, akan lebih baik dia tidak ikut dalam peperangan ini,” ungkap Xavier.


Bukan meremehkan tapi Xavier sangat takut jika Athena terluka. Pria itu tak akan sanggup jika harus menjadi saksi dimana Athena bertarung dan terluka.


“Aku bukan meremehkan kekuatan kamu Babe, tapi aku tidak akan bisa memaafkan diri aku sendiri jika kamu terluka di depan mata aku sendiri,” kata Xavier dalam hati.


Sedangkan di sisi lain tempat sepi malam sunyi belasan motor bahkan ratusan motor dengan cepat melaju membela jalanan malam yang sunyi.


Mereka adalah kelompok Elio dan juga Ryuga yang sedang menuju markas utama dari Mafia Tiger.  Di dalam mobil terlihat kedua pria yang sedang merokok dengan sebuah senyum penuh kemenangan. Kedua sosok itu tak lain dan tak bukan adalah Elio dan Ryuga.


“Tuan Elio ku rasa kita tidak perlu turun tangan untuk menghancurkan si keparat itu. Anak buahku saja sudah dari lebih cukup untuk menghancurkan markas kumuhnya itu. Kita hanya perlu menyuruh anak buahku untuk membawa pada kita lalu kita bisa membunuhnya. Namun akan semakin baik jika sebelum kita membunuhnya kita membuat dirinya tersiksa lebih dulu,” ucap Tuan Ryuga dengan senyum penuh kelicikan.


“Tidak Tuan, aku ingin turun di medang perang untuk membalas dendam pada si keparat itu. Aku akan puas setelah membuat dirinya bisa tak berdaya di hadapanku. Dengan begitu maka aku akan puas,” tolak Elio yang menolak tawaran Tuan Ryuga untuk tetap di dalam mobil.


“Tak perlu khawatir aku akan membawakan kepala si k3p4r4t itu pada Tuan Ryuga,” kata Elio dengan rasa percaya diri yang tinggi bisa mengalahkan Xavier.


Menyerang seekor singa di kandangnya maka ada dua kemungkinan. Yaitu yang pertama adalah jaya jika keadaan sang singa itu sedang terluka dan lemah. Namun yang kedua adalah Menyerahkan diri. Di saat seekor serigala datang di kandang singa dalam kondisi yang kelaparan maka sang serigala harus siap menjadi mangsa dari sang singa itu sendiri.


Siapa yang menduga jika rencana yang mereka pikir sempurna itu justru mengantarkan mereka ke opini yang kedua yaitu menyerahkan diri di kandang singa. Namun siapa yang peduli baik Elio maupun Tuan Ryuga sudah sangat yakin jika rencana kali ini akan berjalan sukses tanpa adanya kendala. Mereka tak menyadari jika sang singa sudah menanti kehadiran mangsanya.

__ADS_1


“Tuan jarak mereka 100 meter lagi,” lapor Dante yang menunjukan sebuah kondisi jarak dengan musuh di dalam leptop di atas meja.


“Rupanya mereka benar-benar ingin membunuhku,” sinis Xavier yang melihat ratusan motor dan mobil sedang menuju markasnya.


“Tuan Ryuga sepertinya mengarahkan hampir semua pasukannya untuk menyerang kita. Di lihat dari banyaknya motor ini sepertinya kita akan kalah jumlah Tuan,” ungkap Rey yang ikut melihat ratusan motor dan mobil meleset pergi.


“Tak apa. mereka mendatangi kandang singa yang kelaparan. Selain itu ini cukup menguntungkan bagi kita karena mereka tidak memakai jalur udara. Jika mereka memakai jalur udara kita mungkin akan kewalahan menghadapi mereka,” terang Tara yang memang menyadari jika anak buah Elio tidak memakai penyerang lewat jalur udara.


“Aku justru merasa lucu karena secara tidak langsung mereka menyerahkan nyawa mereka pada kita semua untuk kita bantai,” kata Rey lagi.


“Aku hanya bertanya-tanya dari segi pasukan, kelompok Yakuza milik Tuan Ryuga tentu lebih banyak pasukannya di banding kan kita. Lalu bagaimana bisa kelompok itu begitu takut dengan kelompok kita untuk kita kuasai?” Dante tersenyum sinis.


“Bedanya tipis, mereka memelihara manusia-manusia tanpa otak. Sedangkan kita anggota kita menjadi seseorang yang tangguh karena latihan terus menerus. Otot tanpa otak tuh sama seperti kosong berbeda dengan otak pintar otot seperlunya saja,” terang Xavier yang terus menatap video di depannya itu.


Terlihat Elio Lostanzo yang sudah turun dari mobilnya dan langsung berada di depan markas mereka.


HAHAHA 


Elio Lostanzo tertawa terbahak-bahak saat melihat tak ada satu orang pun yang berjaga di depan gerbang markas Mafia Tiger. Padahal tanpa Elio sadari jika itu Xavier sengaja melakukannya untuk semakin memancing Elio masuk ke dalam markas mereka. Xavier telah mempersiapkan sesuatu untuk mengejutkan Elio nantinya.

__ADS_1


“SEMUANYA… SERANG….!” teriak Elio yang langsung memerintahkan anak buahnya untuk menerjang pintu gerbang markas Mafia Tiger.


"SEKARANG...!"


__ADS_2