Love Story Queen Athena

Love Story Queen Athena
bab 81


__ADS_3

"Ada apa? Apa kamu mau minta maaf dan tidak jadi keluar dari perusahaanku begitu? Tenang saja, kamu tidak perlu meminta maaf cukup kamu menurut menjadi kekasihku maka aku akan membuatmu tetap aman bekerja denganku." Kata Xavier dengan penuh percaya diri yang kuat.


PLAKKKK


Wajah Xavier menoleh ke arah samping saat tamparan dari Amora mendarat sempurna diwajahnya. Saking sempurnanya tamparan itu sampai wajahnya tercetak jelas tanda merah cap 5 jari dari tangan lentik Amora.


"Nona anda berani sekali menampar Bos saya..." Dante menatap tajam Amora yang hanya berdiri santai.


"Kenapa tidak ha..? Kalian ingin menyodongkan aku pistol? Ayo lakukan! Kalian pikir aku akan takut?" ejek Amora yang tersenyum sinis.


"AMORA...!"


Plakk


"BERHENTI MEMBENTAKKU SIALAN...! SIAPA KAMU BERANI MEMBENTAKKU HA..? JADI INI SIFAT ASLI KAMU YANG SEPERTI BINATANG HA...? AKU BERSYUKUR AKU TIDAK JATUH CIBTA KEPADA PRIA KASAR SEPERTIMU." bentak Amora dengan wajah yang memerah.


Xavier yang mendengar bentakan Amora langsung tersadar jika dia beberapa kali membentak AMora padahal dia tahu jika Amora tidak suka di bentak. Wajahnya yang tadinya datar langsung berubah panik saat melihat wajah AMora yang sepertinya benar-benar marah.


"Amora ini...,"


"Hanya karena kamu orang nomor 1 di negara ini kamu bisa dengan percaya diri jika bisa membuat aku tak bisa hidup tenang begitu?" sinis Amora.


"BUkankah itu kebenarannya nona, jika sampai anda di black list oleh kami maka anda tidak akan terima kerja dimanapun itu." Sahut Dante dengan datar.


"Anda Yakin Tuan Dante? Anda lupa jika anda ops maksudnya jika kalian hanya perusahaan nomor 1 di negara ini bukan di seluruh negara. Anda lupa akan fakta itu?"

__ADS_1


Deg


Kedua pria itu langsung tertegun saat mendengar ucapan Amora yang sepertinya tidak takut sama sekali jika dia di black list dari perusahaan di negara itu.


"Tuan Dante dan Tuan Xavier yang terhormat saya han meningatkan anda jika di atas langit masih ada langit. Kalian lupa jika bahkan identitasku saja kalian tidak ketahui, bagaimana?"


Setelah berkata seperti itu Amora langsung berbalik pergi dengan wajah datar dan dingin miliknya meninggalkan Dante dan Xavier yang mematung.


Bugh


Sebuah bogem mentah mendarat sempurnah di wajah Dante yang pelakuknya siapa lagi jika bukan Xavier karena hanya mereka berdua yang ada di lokasi itu.


"Bos,"


Selesai berkata seperti itu Xavier langsung pergi begitu saja meninggalkan Dante yang masih kesakitan karena pukulan Xavier. Dante dengan susah payah berdiri dari duduknya.


"Bos gila, sebenarnya apa yang dia inginkan? Bukankah dengan mengancam seperti itu Nona Amora tidak akan pergi? Lagipula dia duluan kan yang mengangcam Nona Amora dengan memblack list namanya tapi kan kenapa aku yang kena. Sekarang bagaimana caraku membuat Nona Amora kembali bekerja di perusahaan ini." Guman Dante yang ikut frutasi karena harus memikirkan cara membuat Amora kembali bekerja di perusahaan.


Di sisi lain seorang pria dengan keringat yang membasahi seluruh tubuhnya terus berusaha untuk melangkahkan kakinya dengan bantuan tongkat. Sebenarnya bisa menggunakan bantuan lain agar bisa mempermudah pria itu bisa berjalan. Akan tetapi pria itu menolak dengan alasan jika alat itu akan membuatnya semakin lambat untuk bisa berjalan.


Dengan usahanya sendiri pria itu memilih tongkay sebagai media yang dia jadikan alat untuk membantunya berdiri dan berjalan walaupun berulang kali pria itu terjatuh.


Brak


"Sial,"

__ADS_1


Lagi lagi pria terjatuh di atas lantai dengan kasar sikunya telah memar bahkan terluka karena terus terjatuih dari berdirinya.


"Tidak, aku tidak boleh seperti ini. Aku harus bisa berjalan dengan cepat agar bisa balas dendam." Sosok itu kembali bangun meraih kembali tongkatnya lalu mulai berdiri.


Tok


Tok


Baru saja melangkah tiba-tiba saja pintu ruangan itu di ketuk dari luar membuat sosok itu menghentikan latihannya.


"Ada apa?" ucap sosok itu.


"Saya Tara Tuan," jawab sang pengetok pintu dari luar.


"Masuklah,"


Sosok itu tak lain dan tak bukan adalah Mr X yang sedang latihan berjalan menggunakan tongkat. Mr X segera menuju sofa namun belum sampai di sofa dirinya mulai oleng bersyukur Tara segera menangkap tubuh oleng Mr X.


"Hati-hati Tuan," kata Tara yang membantu sang Tuan mendekat ke arah sofa.


"Ada apa?" tanya Mr X setelah keduanya duduk di sofa.


"Nona Athena mengundurkan diri dari perusahaan itu Tuan,"


"Apa... Mengundurkan diri?"

__ADS_1


__ADS_2