
1 Bulan berlalu
Waktyu sebulan tak terasa berlalu dengan cepat begitu banyak hal yang berubah selama 1 bulan ini salah satunya Mr X yang sudah bisa berjalan dengan benar tanpa bantuan tongkat. Wajahnya yang semakin bersinar hingga membuat ketampanannya semakin meningkat. Namun waktu satu bulan itu juga ada berita buruk di telinga Mr X yaitu dengan Athena yang menjadi kekasih dari Xavier.
Tanpa Athena dan Xavier di sisi lain ada seseorang yang setiap saat mengamuk melihat dan mendengar jika wanita yang dia sukai kini menjadi kekasih orang lain.
Mr X sosok itu adalah dia yang setiap saat akan mengamuk ketika melihat potret yang di kirimkan anak buahnya yang memata-matai Athena selama ini. Sama seperti sekarang Mr X yang sedang melakukan olahraga Gym langsung menghentikan olahraganya saat mendengar suara notifikasi pesan masuk pada ponselnya.
Mr X segera berdiri lalu menghampiri ponselnya yang berada di atas mejanya. Mr X tak langsung membuka pesan itu melainkan mengambil napas dalam-dalam lalu mengeluarkannya dengan pelan. Hal itu terus di lakukan membuat Tara dan Rey ayng berada di pojokan sana menatap sang Tuan dengan aneh..
Tara sudah sadar 1 minggu yang lalu ya setelah koma sepula hari karena pertempurannya dengan Athena.
"Ada apa dengan Tuan?" tanya Tara dengan menatap Mr X yang sedang memegang ponselnya.
"Apalagi? Tentu saja pesan itu dari anak buah kita yang sedang mengawasi pergerakan Athena dan Xavier," sahut Rey dengan menatap sang Tuan.
"Aku yakin pasti Tuan mengamuk lagi," bisik Tara di telinga Rey.
"AKu juga, emang sejak kapan si Mr X akan bisa mengendalikan amarahnya jika sudah menyangkut tentang Nona Athena?" balas Rey yang terkekeh lucu.
Prang...
"Sudah ku duga," guman Tara dan Rey yang sudah menebak jika hal itu akan terjadi lagi.
"XAVIER SIALAN..., KU BUNUH KAU HA...!" teriak Mr X dengan marah yang meluap-luap.
"Babe kenapa kamu mau dengannya?" lirih Mr X dengan suara yang lemah.
__ADS_1
Mr X rasanya tak sanggup lagi menyaksikan dimana dirinya harus sering kali melihat sang pujaan hati terus berpelukan bahkan ciuman dengan pria lain yang jelas-jelas rivalnya dia.
"TARAA....!" teriak Mr X dengan begitu kencang.
Tara yang sedang bergosip dengan Rey langsung melompat bergerak cepat ke arah sang Tuan sebelum pria itu mengamuk.
"Ada apa Tuan?" Tara bertanya dengan anada gugup.
"Persiapkan semuanya hari ini juga aku akan muncul di depan publik. Sudah cukup aku berdiam diri di tempat ini," geram Mr X dengan menggertakan giginya menahan amarah.
"Bik Tuan," jawab Tara dengan senyum licik.
"Ini adalah yang aku tunggu-tunggu akhirnya kau bisa menghajar si br3ngs3k itu. Eh tetapi kayaknya tidak bisa, Mr X tidak akan pernah membiarkan aku menghajar dia karena Tuan yang akan menghajarnya," kata Tara dalam hati.
Di tempat lain Athena mengacak rambutnya dengan frutasi dan juga menendang kursi beberapa kali untuk melampiaskan kekesalannya.
"Sebenarnya dia sudah mati atau hanya bersembunyi? Kalau dia bersembunyi diama dia bersembunyi?" teriak AThena kesal setengah mati.
Athena sangat kesal karena apa yang dia cari tak kuinjung dia dapatkan. Baru kali ini dia gagal mencari lokasi dan juga identitas seseorang yang dia inginkan. Selama ini tidak ada yang mengalahkannya dalam bidang It tapi kenapa untuk melacak keberadaan pria itu Athena tidak mampu. Hal itu mampu membuat Athena kesal karena diamerasa ada seseorang di atasnya dan itu tidak dia sukai.
"Awas saja jika aku temui orang yang menyembunyikan keberadaannya akan aku jadikan perkedel kepalanya," geram Athena dengan berkacak pinggang.
"Queen A03 ada pergerakan?" lapor sosok yang berada di depan Athena.
"Ada apa dengannya? Aku tak ingin mendengar jika bukan berita penting..!" tekan Athena yang menekan setiap katanya.
"Cih apa gunanya au mengorbankan diriku dengan menjadi kekasih pria gila itu walau itu bukan aku seper\=nuhnya," umpat Athena.
__ADS_1
"A03 melaporkan jika di depan gedung Argantara Company banyak para wartawan ayng sedang berbondong-bondong masuk ke dalam perusahaan. Menurut informan mereka para wartawan itu sengaja di hubungi katanya Tuan Xavier ingin melakukan koferensi pers. Akan tetapi A03 mengatakan jika Tuan Xavier tidak membuat jadwal itu," terang sosok di depan Athena itu dengan suara datar.
"Wartawan untuk apa mereka kesana?" guman Athena yang langsung membuka kembali leptopnya lalu mulai mengotak atik hingga terlihat bangunan Argantara Company.
Dapat Athena lihat jika orang-orang itu langsung masuk ke dalam perusahaan ramai-ramai membuat dahi Athena berkedut dan alisnya menyatu. Athena terus memperhatikan keadaan loby perusahaan Argantara Company.
"Lebih baik aku retas CCTV di ruangan Xavier," guman Athena.
Athena dengan segera mengacak-acak leptopnya lalu beberapa saat kemudia terlihat rekaman di ruangan Xavier. Bibir Athena berkedut menahan tawa saat melihat pemandangan di depannya itu.
"Aku penasaran gimana rasanya ciuman dengan Mutan," kata Athena yang barengi dengan kekehan kecil dari mulutnya.
"Tunggu..! Jika Xavier tidak mengundang media datang maka..., astaga dia telah bergerak..!" teriak Athena dengan binar mata yang sangat yakin dengan pemikirannya itu.
"Dia pasti datang ke perusahaan lalu melakukan koferensi pers akan tetapi apa dia sanggup? Saat ini dia tidak punya apa-apa. Tidak bisa, aku harus membantunya," tekad Athena yang langsung berdiri masuk ke dalam kamarnya.
Beberapa saat kemudia Athena keluar dari kamarnya dengan memakai celana Jens robek di lututnya, atasan kemeja, tak lupa dengan sebuah topi untuk menutupi penyamarannya nanti.
"Hahhh pada akhirnya aku akan terus menjadi pahlawanmu, dasar bocah cengen."
Athena menaiki motor besarnya lalu menarik pegal gas nya menuju bangunan perusahaan Argantara Company. Di sisi lain Mr X yang ebrada di dalam mobil seketika tertegun saat merasakan jika jantungnya berdebar kencang.
"Ada apa dengaku? Kenapa dadaku berdebar seperti ini seakan-akan jika dia akan datang?" kata Mr X dalam hati.
"Brapa lama lagi kita akan sampai?" tanya Mr X kepada Tara.
"10 menit lagi Tuan," jawab Tara dengan fokus berkendara.
__ADS_1